Carlos Queiroz, pelatih tim nasional Gana di Piala Dunia 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Kansas City, Amerika Serikat
Gana dinilai tidak mampu keluar dari tekanan Kolombia.
Pelatih Gana, Carlos Queiroz, mengatakan anak asuhnya tidak mampu tampil di bawah tekanan saat kalah 0-1 dari Kolombia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat pada Sabtu (4/7/2026) pag WIB.
Setelah Kolombia mencetak gol pada menit ke-14 melalui Jhon Arias, Gana berupaya untuk membalas. Akan tetapi, serangan yang mereka bangun dapat dengan mudah dipatahkan oleh lawan.
Statistik menunjukkan, dari delapan tembakan yang dilepaskan para pemain Gana, tidak ada satu pun yang berhasil mengarah ke sasaran. Lini depan tim berjuluk The Black Stars benar-benar dibuat tak berkutik.
Secara penguasaan bola, Gana juga kalah dari Kolombia. Sepanjang laga, mereka hanya tercatat menguasai bola sebanyak 39 persen.
Queiroz bahkan menyebut anak asuhnya bermain dengan rasa takut. Mereka kehilangan ketenangan dan kepercayaan diri. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Kolombia untuk terus memberi tekanan.
"Saya langsung merasakan bahwa beberapa pemain Gana bermain dengan rasa takut. Mereka tidak mampu tetap tenang, percaya diri, dan mengendalikan permainan ketika tekanan datang," kata Queiroz, dikutip dari Reuters.
Queiroz menyadari, mayoritas pemain yang ada di dalam skuad masih berusia muda. Butuh pengalaman untuk bisa bersaing di kompetisi sekelas Piala Dunia. Mereka tak bisa hanya mengandalkan semangat.
"Ini adalah tim yang sangat muda. Kami membutuhkan lebih banyak pengalaman, dan kami membutuhkan waktu agar beberapa pemain mencapai apa yang kami sebut sebagai kedewasaan dalam bermain," tuturnya.
Juru taktik asal Portugal tersebut juga memberi apresiasi kepada Kolombia. Tim besutan Nestor Lorenzo dinilai bermain dengan sempurna, sehingga layak untuk lolos ke babak 16 besar.
Ditambah lagi gol cepat yang dicetak Arias hadir saat mereka belum lama melakukan pergantian pemain. Marvin Senjaya yang mengalami cedera digantikan Alidu Seidu pada menit ke-13.
"Gol itu datang terlalu cepat bagi kami. Kami membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan pulih setelah pergantian pemain tersebut, dan gol itu tercipta tepat ketika kami sedang berusaha menata kembali organisasi tim," tuturnya.
Menurut Queiroz, di babak kedua Gana sebenarnya bisa memperbaiki penampilan. Akan tetapi, mereka tidak pernah benar-benar mengendalikan jalannya laga, sehingga gagal menyamakan kedudukan.