Mateo Retegui, salah satu kandidat penyerang Timnas Italia di Play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Bergamo, Italia
Mateo Retegui, penyerang Timnas Italia, berbicara tentang pentingnya laga lawan Irlandia Utara pada malam ini atau Jumat (27/3/2026) dini hari WIBN.
Mateo Retegui satu dari sejumlah pemain yang menjadi harapan Timnas Italia. Penyerang ini datang untuk Gli Azzurri dengan membawa rapor gol yang mengesankan. Di musim yang berjalan ini, Meteo Retegui telah mengoleksi 18 gol dan memberikan 1 asis untuk klubnya, Al Qadsiah.
Penyerang 26 tahun ini memang bukan pemain yang bermain di liga top Eropa. Namun, dengan gol-golnya di Liga Arab Saudi (Saudi Pro League) musim ini, dia adalah pemain paling produktif musim ini di antara para penyerang Gli Azzurri.
Karena rapor itu pula, pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso memanggilnya masuk skuad untuk laga play-off lawan Irlandia Utara, yang akan digelar Kamis (26/3/2026) atau Jumat dini hari WIB.
Laga ini sangat penting untuk nasib Italia dalam upaya tampil di Piala Dunia 2026 setelah selalu absen di dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Karena itu, laga play-off kali ini dinilai memberikan tekanan kepada pemain Italia.
Namun, Mateo Retegui menyanggah tentang tekanan itu. Di sisi lain, dia tidak datang dengan hanya membawa statistik gol melainkan kecintaannya kepada Timnas Italia. Dia lahir di Argentina namun memilih untuk memperkuat Timnas Italia. Bahkan, dia sudah datang sepekan sebelum pemusatan latihan di Coverciano (Firenze) ini dimulai.
Situasi itu memang tidak terlepas dari liburnya kompetisi di Liga Arab Saudi karena situasi politik di Timur Tengah. Namun, idenya untuk datang lebih cepat, berlatih lebih dulu, memperlihatkan tekadnya yang besar.
Matego Retegui juga pemain yang memiliki latar belakang karier di Bergamo, kota tempat digelarnya duel Italia vs Irlandia Utara. Namanya semakin dikenal ketika masih bermain di Atalanta (2024-2025).
Lalu, apa pendapatnya tentang laga krusial menghadapi Irlandia Utara dan persiapannya terkait laga ini. Berikut ini petikan wawancara dengan Mateo Retegui yang dirangkum dari La Gazzetta dello Sports dan Sky Sports:
Mateo Retegui, Anda datang lebih awal ke pusat latihan Timnas Italia....
Saya datang sepekan lebih cepat agar bisa berlatih di sini. Mempersiapkan segalanya di Coverciano pilihan yang paling logis dengan situasi yang terjadi. Ini juga bagus bagi saya untuk mempersiapkan diri.
Banyak yang menilai pertandingan play-off lawan Irlandia Utara memberikan tekanan yang sangat besar, benarkah?
Saya tidak tahu apakah itu memang sebagai tekanan. Dari sisi personal saya, saya sangat ingin bermain di pertandingan seperti ini sejak hasil yang kami raih di laga lawan Norwegia yang digelar di Milan (kalah 1-4). Kami semua ingin bermain di laga ini, kami ingin membuktikan bahwa kami siap. Tidak ada pilihan, tidak ada hasil yang lain kecuali Italia menang di laga ini.
Anda datang dengan membawa rapor 18 gol. Anda memperlihatkan kepedulian yang besar terhadap jersei yang Anda kenakan. Anda telah mempersiapkan diri dengan lebih baik…
Setelah saya mengetahui saya memiliki waktu libur (tanpa pertandingan) selama 10 hari di Arab Saudi, saya langsung mengontak pelatih (Gennaro Gattuso) dan berbicara dengannya.
Lalu kami mengatur agar saya bisa segera ke Florence sehingga saya bisa berlatih di Coverciano. Untuk semua ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan dua staf pelatih yang mendampingi saya selama sepekan awal ini, Bruno Dominici dan Dino Tenderini. Mereka adalah pelatih fisik yang juga datang lebih awal demi mendampingi saya.
Menurut Anda, apa yang harus diberikan Italia dalam pertandingan ini, bagaimana cara memenangkannya?
Kami tahu bahwa pertandingan ini hanya dapat dimenangi oleh tim yang memiliki determinasi yang lebih baik, lebih besar. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan laga yang juga keras. Namun, kami harus bertarung hingga menit terakhir.
Soal tekanan, semua tentu merasakannya, termasuk Anda?
Kami tidak sendirian karena kami bermain di rumah sendiri. Bergamo adalah stadion yang bisa membuat Anda membuat sesuatu yang lebih besar lagi. Jadi, kami harus tetap tenang, lalukan seperti yang telah kami persiapkan dalam latihan saya kira itu juga yang akan membuat kami memiliki peluang untuk menang.
Bergamo kota yang spesial bagi Anda, sebagai mantan pemain Atalanta….
Kembali ke Bergamo selalu menyenangkan. Ini kota yang spesial bagi saya, saya memiliki banyak momen indah, bahkan di tahun lalu dan kami juga menang lawan Estonia di sana.
Anda telah menjadi bagian dari Timnas Italia sejak lama. Bagaimana perasaan Anda tentang karier di timnas?
Saya selalu jatuh cinta kepada Timnas Italia, sejak pertama kali saya mendapatkan kesempatan bermain di tim ini karena pelatih Roberto Mancini yang memanggil saya.
Berada di Timnas Italia adalah hal paling penting yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Saya selalu mengatakan setiap kali wawancara bahwa saya bangga mengenakan kostum Timnas Italia.
Saya mengucapkan terima kasih kepada setiap pelatih yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan juga fan yang terus memberikan dukungan. Saya sangat tenang dan saya kira tim ini juga demikian.
Apa saja yang menjadi pembicaraan di antara pemain jelang laga ini, saat latihan atau di momen lainnya?
Kami berbicara tentang bagaimana membuat semuanya tetap dalam semangat dan tetap bagus, tentang tidak terlalu banyak memikirkan betapa pentingnya pertandingan ini.
Karena kami tahu, hanya ada satu hasil, dan kami harus melakukan apa yang harus kami lakukan setelah kami mengalami kekalahan di laga terakhir.
Kami harus terus seperti ini: bertarung, bertempur, dan ambil laga ini menjadi milik kami. Selama lebih dari tiga bulan saya pun sudah berbicara dengan rekan setim, kami adalah tim yang berpengalaman, kami harus tetap tenang, memiliki hati yang besar, fokus dalam bermain, dan dengan mentalitas yang tepat.
Kami harus menang karena tidak ada hasil lainnya dalam laga krusial seperti ini.