Logo Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Spanyol ukir sejarah di Piala Dunia 2010. Italia yang berstatus juara bertahan justru tampil mengecewakan.
Piala Dunia 2010 yang diselenggarakan di Afrika Selatan menghadirkan sejumlah kejutan. Timnas Spanyol yang untuk pertama kalinya menembus final berhasil menyempurnakannya dengan gelar juara.
Tim besutan Vicente del Bosque mengalahkan Belanda dengan skor 1-0. Gol yang dicetak Andres Iniesta di babak kedua perpanjangan waktu membuat tim berjuluk De Oranje kembali menemui kegagalan seperti yang pernah dialami di final Piala Dunia 1974 dan 1978.
Perjalanan Belanda hingga ke final Piala Dunia 2010 sangat luar biasa. Giovanni van Bronckhorst dan kawan-kawan menyapu bersih tiga pertandingan Grup E dengan kemenangan atas Denmark, Jepang, dan Kamerun. Lima gol mereka sarangkan ke gawang lawan dan hanya sekali kebobolan.
Melaju ke babak 16 besar, lawan yang dihadapi Belanda adalah Slowakia. Gol Arjen Robben dan Wesley Sneijder membawa De Oranje menang dengan skor 2-1. Tantangan berat menanti di perempat final saat mereka menghadapi Brasil.
Belanda sempat tertinggal setelah penyerang Brasil, Robinho mencetak gol pada menit ke-10. Tim besutan Bert van Marwijk bangkit di babak kedua dengan mencetak dua gol balasan lewat Sneijder pada menit ke-53 dan ke-68.
Belanda meneruskan rentetan kemenangannya sampai di laga semifinal. Menghadapi Urugai di Cape Town Stadium, mereka memaksa lawan menyerah dengan skor 3-2. Namun, setibanya di final mereka harus mengakui keunggulan Spanyol.
Catatan sempurna di fase grup Piala Dunia 2010 Belanda hanya bisa disamai oleh Argentina. Berada di Grup B, skuad asuhan Diego Maradona sukses mengalahkan Korea Selatan, Yunani, dan Nigeria. Mereka lebih produktif dari Belanda karena mampu mencetak tujuh gol dan sekali kemasukan.
Meski perkasa di awal, tapi akhir perjalanan Argentina juga antiklimaks. Usai mengalahkan Meksiko dengan skor 3-1 di babak 16 besar, Tim Tango digilas empat gol tanpa balas oleh Jerman di perempat final. Harapan penggemar melihat Lionel Messi dan kawan-kawan merengkuh trofi juara buyar.
Italia dan Inggris Tampil Buruk
Italia datang ke Piala Dunia 2010 dengan status juara bertahan. Akan tetapi, performa tim berjuluk Gli Azzurri sangat buruk. Mereka mengakhiri perjalanan sebagai penghuni dasar klasemen Grup F.
Melalui tiga pertandingan, Italia hanya sanggup membukukan dua poin. Paraguai dan Selandia Baru memaksa mereka bermain imbang dengan skor 1-1. Pada laga terakhir menghadapi Slowakia, kekalahan 2-3 didapatkan skuad asuhan Marcello Lippi.
Inggris yang memiliki skuad bertabur bintang di Piala Dunia 2010 juga tak maksimal. Sebagai tim unggulan di Grup C, mereka baru bisa memastikan tiket ke babak 16 besar pada pertandingan terakhir.
Amerika Serikat berhasil menahan imbang mereka dengan skor 1-1 pada laga pertama. Selanjutnya giliran Aljazair yang memaksa Inggris bermain imbang tanpa gol. Tiga poin akhirnya bisa didapat tim berjuluk The Three Lions saat unggul 1-0 atas Slowenia.
Lima poin hasil dari tiga pertandingan cukup mengantarkan Inggris ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup C. Lawan yang mereka hadapi adalah Jerman. Hasil buruk didapat, karena skuad asuhan Fabio Capello ditaklukkan dengan skor 1-4.
Dominasi Tiki-Taka Spanyol
"Hadiah hari ini adalah untuk permainan sepak bola yang indah," ujar del Bosque usai Spanyol mengalahkan Belanda di final Piala Dunia 2010. Ia sukses menyempurnakan gaya bermain tiki-taka peninggalan Luis Aragones saat menjuarai Euro 2008, meski di pertandingan pertama Grup H sempat kalah 0-1 dari Swis.
Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, del Bosque membuat anak asuhnya bermain lebih agresif saat menghadapi Honduras. David Villa, Fernando Torres, dan Jesus Navas diplot sebagai penyerang sejak menit pertama. Taktik itu membuahkan keunggulan dua gol tanpa balas.
Akan tetapi, kemenangan itu belum memuaskan del Bosque. Pada laga ketiga Grup H melawan Cili, ia melakukan perubahan formasi menjadi 4-4-2 dan berhasil mengantarkan tim ke babak 16 besar berkat kemenangan 2-1.
Formasi inilah yang kemudian terus diandalkan del Bosque sepanjang sisa perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2010. Mereka berupaya mengendalikan permainan dengan melakukan penguasaan bola lebih banyak, tapi bersabar untuk menanti celah untuk membobol gawang lawan.
Dari babak 16 besar hingga semifinal, Spanyol hanya membutuhkan satu gol di setiap pertandingan untuk mengalahkan lawan-lawannya. Portugal, Paraguay, dan Jerman mereka taklukkan dengan skor 1-0. Menariknya, semua gol tersebut tercipta saat laga sudah memasuki babak kedua.