TVRINews – Zurich, Swis

FIFA tidak ingin materi politik dan diskriminasi ada di pertandingan-pertandingan di Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) berencana untuk kembali melarang penggemar membawa bendera Iran prarevolusi dan pakaian terkait ke stadion-stadion Piala Dunia, termasuk yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni nanti.

Bendera tersebut, yang menampilkan lambang singa dan matahari yang digunakan sebelum revolusi 1979, banyak dipajang oleh para diaspora dan kelompok oposisi Iran sebagai simbol identitas dan protes terhadap Pemerintah Iran.

Saat disinggung apakah bendera atau pakaian terkait akan diizinkan di tempat-tempat penyelenggaraan turnamen 2026, FIFA menjawab dengan merujuk pada kode etik stadionnya yang melarang materi politik atau diskriminatif.

Seperti diketahui, empat tahun silam, selama Piala Dunia 2022 di Qatar, penggemar yang membawa bendera atau pesan antipemerintah dilarang masuk ke stadion.

Rencana aturan FIFA yang akan melarang bendera singa dan matahari ini juga sesuai dengan daftar persyaratan dari Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk turun di Piala Dunia 2026, yang salah satunya “menghormati bendera nasional Iran”. 

Seperti dikutip The Athletic, larangan bendera singa dan matahari Iran serta atribut lain yang berbau bendera prarevolusi Iran oleh FIFA ini bertujuan untuk menjaga netralitas politik selama turnamen. FIFA pun merespons dengan merilis apa saja yang dilarang dibawa penonton sesuai kode etik stadion. 

Artikel 3.1.24 Kode Etik Stadion berbunyi: “Segala bentuk materi, termasuk namun tidak terbatas pada spanduk, bendera, selebaran, pakaian dan perlengkapan lainnya, yang bersifat politis, menyinggung dan/atau diskriminatif, yang mengandung kata-kata, simbol atau atribut lain apa pun yang bertujuan untuk melakukan diskriminasi dalam bentuk apa pun terhadap suatu negara, individu atau kelompok berdasarkan ras, warna kulit, etnis, asal kebangsaan atau sosial, identitas dan ekspresi gender, disabilitas, bahasa, agama, opini politik atau opini lainnya, kelahiran, kekayaan atau status lainnya, orientasi seksual atau atas dasar lainnya.”

Masih ditunggu bagaimana ketegasan petugas keamanan stadion dan polisi menangani penonton yang akan masuk stadion pertandingan Piala Dunia pada musim panas ini. 

Karim Sadjadpour, staf senior dari Yayasan Carnegie untuk Perdamaian Internasional – yang fokus pada kebijakan luar negeri Iran dan AS di Timur Tengah – menjelaskan larangan FIFA soal bendera atau atribut Iran prarevolusi ini akan berisiko tinggi. 

“Mencoba melarang warga Iran di Los Angeles (banyak diaspora Iran di wilayah ini) membawa bendera singa dan matahari ke stadion sama seperti mencoba mencegah warga Amerika membawa bendera AS ke stadion Amerika. Itu akan menyebabkan kerusuhan massal,” ucap Sadjadpour. 

“Pertandingan Piala Dunia paling baik menggambarkan gairah yang dirasakan warga Iran-Amerika terhadap tanah air mereka dan kebencian yang mereka rasakan terhadap pemerintah Iran. Mengibarkan bendera Singa dan Matahari sekaligus merupakan bentuk dukungan untuk tim nasional dan protes terhadap rezim.”

Pemerintah AS tidak mau mengomentari persoalan bendera prarevolusi Iran ini. Yang pasti, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menegaskan akan bekerja sama dengan mitra lokal dan federal untuk mengamankan Piala Dunia FIFA 2026 — sesuai dengan hukum federal Konstitusi AS — seperti yang kami lakukan dengan setiap acara olahraga besar lainnya.

Sementara itu, saat disinggung soal bendera Palestina yang juga kerap muncul di berbagai acara olahraga, termasuk sepak bola, FIFA memiliki alasan dan perspektif sendiri. 

Menurut FIFA, perbedaannya dengan bendera prarevolusi Iran adalah bendera nasional Palestina adalah bendera yang disetujui secara resmi oleh asosiasi anggota FIFA, dan oleh karena itu hanya boleh dilepas dari penggemar jika dianggap menimbulkan risiko keamanan yang sangat serius.