Luis de la Fuente (atas) dan tiga kiper Spanyol yaitu David Raya (kiri), Unai Simon (tengah), dan Joan Garcia. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Dallas, Amerika Serikat
Unai Simon berhasil menjaga gawang Spanyol tidak kemasukan sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir.
Timnas Spanyol akan menghadapi Portugal dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan Portugal vs Spanyol akan bergulir pada Senin (6/7/2026) malam waktu setempat atau Selasa (7/6/2026) yang disiarkan TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 01.00 WIB.
Ya, laga ini mempertemukan Spanyol dengan salah satu mesin gol terbaik dunia, Cristiano Ronaldo. Pertemuan terakhir Spanyol dengan Cristiano Ronaldo terjadi di final Liga Negara Eropa pada 8 Juni 2025 lalu yang berakhir dengan kemenangan Portugal lewat adu penalti. Dalam 90 menit waktu normal, Cristiano Ronaldo mencetak gol yang membuat Portugal menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Kini, setelah duel di Munchen (Jerman) tersebut, Spanyol akan kembali bertemu dengan Cristiano Ronaldo. Mempertemukan kembali CR7 dengan Unai Simon, penjaga gawang utama Spanyol yang di Piala Dunia 2026 ini kembali diandalkan di bawah mistar La Roja. Unai Simon menjadi perhatian karena membawa Spanyol menjadi tim yang sulit ditembus. Dari empat laga Piala Dunia 2026 sejauh ini, gawang Spanyol masih clean sheet atau tidak kemasukan. Termasuk saat menang 1-0 atas Austria di 32 besar.
Dengan hasil itu pula, Unai Simon telah mencatat rekor, melewati 519 menit tanpa kebobolan satu gol pun di Piala Dunia. Itu merupakan rekor terpanjang tidak kemasukan dalam sejarah Piala Dunia. Rekor tersebut dimulai di Piala Dunia 2022 silam yang digelar di Qatar, tepatnya sejak gawang Unai Simon kemasukan gol pemain Jepang, Ao Tanaka pada menit ke-51.
Sejak itu, penjaga gawang yang kini berusia 29 tahun tersebut belum pernah lagi kemasukan gol. Spanyol kemudian bermain imbang 0-0 dengan Maroko di 16 besar Piala Dunia 2022, sebelum kalah 3-0 melalui adu penalti. Kekalahan (gol kemasukan) yang tidak dihitung.
Dengan rekor 519 menit tidak kemasukan ini, Unai Simon telah melewati rekor sejumlah kiper legendaris seperti Walter Zenga selama 517 menit tanpa kemasukan. Meski demikian, terkait rekor tersebut, Unai Simon menyatakan bahwa catatan tersebut bukan tentang dirinya melainkan tentang tim Spanyol saat ini yang mampu membuat pertahanan kokoh.
Hanya mendapatkan tiga tembakan mengarah ke gawangnya, memperlihatkan bahwa Spanyol memiliki tembok tebal di Piala Dunia 2026 ini. Unai Simon akan membawa rekor tersebut saat menghadapi Portugal. Terkait laga di 16 besar itu pula, berikut ini wawancara dengan Unai Simon, kiper klub Athletic Bilbao seperti yang disampaikan pers Spanyol, As:
Anda mematahkan rekor bersejarah. Apakah itu membuat Anda optimistis?
Kemenangan melawan Austria mendorong kami untuk optimistis. Secara individu, kita semua perlu terus meningkatkan diri. Tapi lawan Portugal akan menjadi pertandingan yang berbeda. Saya harap hasilnya sesuai keinginan kami.
Apa yang membuat rekor ini menjadi lebih bernilai?
Rekor tersebut lebih banyak berbicara tentang tim daripada tentang saya. Nama saya ada di berita utama, tetapi tim juga harus bangga. Hanya tiga tembakan ke gawang kami, itu menandakan penguasaan bola dan kontrol yang kami ciptakan. Itu semua bagian dari kerja keras tim. Jadi, dengan rekor tersebut semakin membuat saya menghargai upaya pertahanan tim.
Hanya tiga tembakan ke gawang Spanyol. Apakah sedikit "pekerjaan" mempengaruhi Anda?
(Tersenyum) Saya ingin sekali mencapai final tanpa menghadapi satu tembakan pun. Anda harus tetap fokus, kepercayaan diri ada di sana. Setiap pertandingan berbeda. Saya fokus pada hal itu. Jika lawan menembak lebih banyak atau lebih sedikit, saya harap kami mempertahankan level pertahanan ini. Dan jika mereka mencetak tiga gol, saya harap kami mencetak empat gol.
Selanjutnya adalah Portugal. Menurut Anda, mereka semakin berkembang?
Pelatih yang sama, grup yang serupa. Pendekatan mereka akan sangat mirip dengan pertandingan sebelumnya. Kami harus siap. Dalam pertemuan di Munchen, tekanan mereka sangat intens sedangkan kami tidak tajam.
Kami telah memperbaiki beberapa hal, dan itu akan menjadi kunci. Kami akan menjaga bersama agar gawang tetap tidak kemasukan. Pertandingan ini akan sangat mirip dengan pertemuan terakhir.
Apakah Anda memikirkan hal-hal seperti bahwa kemungkinan ini adalah Piala Dunia terakhir bagi Cristiano Ronaldo?
Saya rasa ini bukan Piala Dunia terakhir Cristiano Ronaldo. Yang terpenting adalah fokus pada permainan. Itulah kuncinya, fokus pada apa yang ada di depan Anda. Saya berusaha untuk tidak memikirkan apa pun di luar lapangan.
Apakah ada rencana Spanyol menerapkan strategi anti-Cristiano Ronaldo?
Cristiano Ronaldo sekarang bukan Cristiano Ronaldo yang sama seperti enam atau tujuh tahun lalu di Real Madrid. Namun, Anda tetap saja ingin dia berada sejauh mungkin dari kotak penalti.
Di final Liga Negara Eropa, dia mencetak gol dengan satu sentuhan. Naluri mencetak golnya itu yang harus diwaspadai. Kami ingin Cristiano Ronaldo sejauh mungkin dari area pertahanan kami.
Vozinha, membuat 7 penyelamatan dalam debut Tanjung Hijau di Piala Dunia menghadapi favorit juara, Spanyol.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Piala Dunia ini sangat luar biasa bagi para penjaga gawang….
Selalu ada penjaga gawang yang bersinar, seperti Vozinha. Di Piala Dunia, Anda bisa memiliki pemain hebat, tetapi Tanjung Hijau tahu persis bagaimana bertahan dan menyerang. Itulah kesan saya.
Terkadang kita tidak mengenal pemain mereka dengan baik, dan itu membentuk cara orang berpikir. Mereka tim yang hebat. Lalu, berbagi turnamen ini dengan Memo Ochoa (kiper Meksiko) adalah suatu kehormatan. Ini menunjukkan betapa pentingnya posisi ini, meskipun terkadang tidak adil.
Kami, penjag gawang, adalah penjahatnya (tertawa). Ketika kalah, kami disalahkan; ketika kami menang, para penyerang mendapatkan sorotan utama. Saya berharap dapat terus membangun kisah saya di Timnas Spanyol dan di Piala Dunia.
Anda mengatakan Cristiano Ronaldo sulit ditebak....
Di dalam kotak penalti, dia menciptakan ruangnya sendiri. Saya tidak tahu bagaimana mengendalikannya. Dengan pengalamannya, dia tahu persis apa yang harus dilakukan. Jika dia masuk ke kotak penalti, dia berbahaya.
Dia menyukai titik penalti, dia menyukai tiang dekat. Dia membaca semuanya dengan sempurna. Anda ingin dia berada sejauh mungkin.
Anda akan melihat pertandingan Meksiko vs Inggris nanti?
Saya belum menonton Meksiko. Inggris, sudah. Kami akan menontonnya. Inggris kuat, Meksiko belum kemasukan. Itu menunjukkan banyak hal tentang soliditas pertahanan Meksiko, dan mereka bermain di kandang. Ini seharusnya menjadi pertandingan yang hebat bagi para penggemar.
Dalam menghadapi pertandingan selanjutnya, apakah Anda lebih mengandalkan perasaan atau pertandingan sebelumnya?
Anda membutuhkan keduanya. Anda harus fokus pada pertandingan itu sendiri. Kami baru saja menampilkan performa yang kuat, tetapi kami juga ingat Portugal mengalahkan kami di final Liga Negara Eropa.
Kami membutuhkan pertandingan besar. Hormati lawan, tetapi tetaplah mendekati level yang kami tunjukkan di Euro. Dan jika kami tersingkir, saya berharap itu terjadi karena mereka lebih baik, bukan karena kami tidak tampil maksimal.
Bagaimana hari-hari dengan David Raya dan Joan Garcia?
Alex Grimaldo (bek Spanyol) adalah contoh yang bagus. Dia belum bermain semenit pun, tetapi dia berlatih dengan sangat giat. Sama halnya dengan Joan Garcia dan David Raya. Nilai-nilai kemanusiaan mereka luar biasa.
Mungkin ada yang memikirkan jika tidak dimainkan tidak perlu berlatih. Namun, mereka memberikan segalanya. Itulah kuncinya. Siapa pun yang bermain akan mendorong yang lain.
Bagaimana Anda mengelola situasi persaingan penjaga gawang?
Selama orang-orang berbicara positif tentang kami bertiga, perdebatan itu tidak memengaruhi saya. Saya yakin kami adalah trio penjaga gawang terbaik di Piala Dunia. Pelatih sangat tenang. David Raya dan Joan Garcia juga akan memecahkan rekor. Perdebatan itu bagus. Hari demi hari, berlatih keras, memberikan segalanya. Itulah yang penting.