TVRINews – Munchen, Jerman

Cara Julian Nagelsmann mengelola Timnas Jerman dinilai berpotensi merusak semangat para pemain.

Dietmar Hamann melontarkan kritik keras terhadap cara Julian Nagelsmann mengelola Timnas Jerman menjelang Piala Dunia 2026. Pendekatan juru taktik berusia 38 tahun tersebut dinilai berpotensi merusak dinamika tim.

Hamann menyoroti kebijakan Nagelsmann yang mengelompokkan pemain sejak awal, termasuk memberi label “cadangan” kepada sejumlah nama. Ia menilai langkah ini kontraproduktif bagi suasana tim.

“Kunci dalam Piala Dunia adalah menjaga semua pemain tetap bersemangat dan menjaga kekompakan tim. Membagi tim menjadi kelompok-kelompok menurut saya kontraproduktif,” kata Hamann, dikutip dari Goal, Selasa (14/4/2026).

Ia memberi contoh kasus Deniz Undav, yang meskipun tampil produktif musim ini, tetap diposisikan sebagai opsi kedua oleh Nagelsmann. Hamann menilai situasi ini merugikan sang pemain.

“Jika Anda berada di kelompok ketiga, Anda hanya punya kesempatan bermain jika dua, tiga, atau empat pemain di depan cedera. Artinya, apa pun yang Anda lakukan, ambil contoh Deniz Undav, Anda paling-paling hanya pemain pengganti,” ujarnya.

Pendekatan tersebut bertentangan dengan prinsip performa yang seharusnya menjadi dasar pemilihan pemain. Hamann mempertanyakan keputusan Nagelsmann yang menetapkan struktur skuad Jerman jauh hari sebelum Piala Dunia 2026.

“Kita punya prinsip kinerja. Saya tidak mengerti mengapa harus memutuskan tiga bulan sebelumnya. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini, bahkan di negara lain pun tidak,” tutur mantan pemain Liverpool tersebut.

Kritik Hamann tak berhenti sampai di sana. Ia juga menyoroti kurangnya kehadiran langsung Nagelsmann dalam memantau pemain. Hal itu seperti menunjukkan kurang seriusnya seorang pelatih tim nasional.

“Mungkin sebaiknya mulai lebih sering datang ke stadion. Hal ini juga berkaitan dengan rasa penghargaan kepada para pemain,” ujar Hamann.

Padahal menyaksikan jalannya pertandingan secara langsung di stadion akan memberi pandangan yang berbeda ketimbang melalui televisi. Penting bagi seorang pelatih untuk melihat bagaimana para pemainnya tampil.

Jerman sebagai salah satu tim papan atas dunia menjadi salah satu kandidat juara pada edisi kali ini. Mereka memiliki sejumlah pemain bintang yang siap memberikan penampilan terbaik.

Akan tetapi, cara Nagelsmann mengelola tim bisa menjadi bumerang bagi tim berjuluk Der Panzer. “Saya tidak terlalu suka ide untuk menghancurkan segalanya terlebih dulu. Piala Dunia tidak ditentukan oleh sistem, melainkan oleh mentalitas dan semangat dalam tim,” kata Hamann.