Franz Beckenbauer yang juga dikenal dengan Der Kaiser adalah kapten Timnas Jerman Barat di Piala Dunia 1974. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Nomor punggung 4 biasanya dipakai oleh pemain bertahan, gelandang dominan, hingga kapten tim yang punya pengaruh besar di lapangan.
Dalam dunia sepak bola, nomor punggung bukanlah sekadar angka, melainkan bisa juga menjadi identitas, simbol peran, bahkan warisan. Salah satu nomor yang paling kuat maknanya adalah nomor punggung 4, yang kerap identik dengan sosok pemimpin di lini belakang atau gelandang pengatur permainan.
Dalam panggung Piala Dunia, banyak pemain besar yang menjadikan nomor 4 sebagai bagian dari jati diri mereka. Beberapa bahkan memakainya secara konsisten selama bertahun-tahun, baik di tim nasional maupun klub.
Nomor punggung 4 biasanya dipakai oleh pemain bertahan, gelandang dominan, hingga kapten tim yang punya pengaruh besar di lapangan.
Bertepatan dengan tanggal cantik 4 April (04-04), berikut adalah deretan legenda Piala Dunia yang identik, bahkan “setia”, dengan nomor punggung 4, lengkap dengan kisah penggunaan nomor tersebut sepanjang karier mereka.
1. Franz Beckenbauer
Franz Beckenbauer adalah salah satu ikon terbesar dalam sejarah Piala Dunia, terutama lewat perannya sebagai libero modern yang elegan. Ia menjadi kapten Timnas Jerman Barat saat menjuarai Piala Dunia 1974 dan dikenal luas sebagai “Der Kaiser”.
Beckenbauer mulai identik dengan nomor punggung 4 sejak akhir 1960-an hingga pertengahan 1970-an di timnas. Di Piala Dunia, Beckenbauer lebih sering menggunakan nomor 4, misalnya di Piala Dunia 1966 dan 1970. Kecuali pada Piala Dunia 1974 ketika meraih juara, ia memakai nomor punggung 5.
Pada level klub bersama Bayern Munchen, ia juga sering menggunakan nomor 4, meski pada era itu penomoran tidak selalu permanen seperti sekarang. Namun secara historis, publik tetap mengasosiasikan nomor 4 dengan dirinya.
Kesetiaan Beckenbauer terhadap nomor ini lebih bersifat simbolik daripada administratif, karena sistem nomor kala itu belum fleksibel. Meski begitu, ia tetap dianggap sebagai salah satu “pemilik nomor 4” paling ikonik sepanjang sejarah Piala Dunia.
2. Fernando Hierro
Fernando Hierro adalah sosok penting dalam sejarah Timnas Spanyol, tampil di empat edisi Piala Dunia (1990–2002) sebagai bek tengah sekaligus gelandang bertahan dengan kemampuan mencetak gol.
Ia mulai konsisten memakai nomor 4 di timnas sejak awal 1990-an hingga pensiun internasional pada 2002. Nomor tersebut menjadi identitasnya sebagai pemimpin lini belakang Spanyol selama lebih dari satu dekade.
Pada level klub bersama Real Madrid, Hierro juga identik dengan nomor 4 hampir sepanjang kariernya. Ini membuatnya termasuk pemain yang benar-benar setia pada nomor tersebut di dua level sekaligus.
Kesetiaan ini kemudian diwariskan secara simbolik kepada generasi berikutnya, termasuk Sergio Ramos. Hierro menjadi contoh klasik pemain yang benar-benar “hidup” dengan nomor 4.
3. Javier Zanetti
Javier Zanetti dikenal sebagai pemain serbabisa dan kapten Timnas Argentina, tampil di Piala Dunia 1998 dan 2002 serta menjadi bagian penting generasi Argentina era akhir 1990-an hingga 2000-an.
Selama di timnas Argentina, ia identik dengan nomor 4 terutama saat bermain sebagai bek kanan atau gelandang bertahan. Nomor ini melekat kuat dalam berbagai turnamen internasional yang ia jalani.
Namun di level klub bersama Inter Milan, Zanetti lebih terkenal dengan nomor 4 sepanjang kariernya (1995–2014). Bahkan nomor tersebut dipensiunkan oleh klub sebagai bentuk penghormatan.
Menariknya, justru di klub ia jauh lebih konsisten memakai nomor 4 dibanding di timnas. Hal ini membuat identitas nomor 4 pada Zanetti sangat kuat secara global.
4. Patrick Vieira
Patrick Vieira adalah gelandang bertahan dominan yang menjadi bagian penting keberhasilan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Ia menggunakan nomor 4 di timnas dalam periode akhir 1990-an hingga pertengahan 2000-an, terutama setelah menjadi pemain inti. Nomor ini mencerminkan perannya sebagai jangkar lini tengah.
Namun di level klub, Vieira tidak selalu memakai nomor 4. Saat membela Arsenal, ia lebih identik dengan nomor 4, tetapi di klub lain seperti Juventus atau Inter, nomor tersebut tidak selalu ia gunakan.
Dengan demikian, Vieira cukup konsisten memakai nomor 4 di timnas dan sebagian karier klubnya, menjadikannya salah satu representasi gelandang nomor 4 paling ikonik di Piala Dunia.
5. Rafael Marquez
Rafael Marquez adalah legenda Timnas Meksiko yang tampil di lima edisi Piala Dunia (2002–2018), sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola.
Ia hampir selalu memakai nomor 4 di timnas sepanjang karier internasionalnya, menjadikannya simbol kepemimpinan dan stabilitas di lini belakang maupun lini tengah.
Pada level klub, terutama bersama Barcelona, Márquez juga sering memakai nomor 4. Hal ini memperkuat identitasnya sebagai pemain yang benar-benar setia pada nomor tersebut.
Konsistensi di dua level ini membuat Marquez termasuk salah satu pemain modern paling identik dengan nomor 4 dalam sejarah Piala Dunia.
6. Sergio Ramos
Sergio Ramos adalah salah satu bek paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia dan sepak bola modern. Ia menjadi bagian penting generasi emas Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta dua Piala Eropa (2008 dan 2012).
Pada level klub bersama Real Madrid, Ramos sangat identik dengan nomor 4 sejak sekitar tahun 2005 hingga 2021. Ia secara terbuka memilih nomor itu sebagai bentuk penghormatan kepada Fernando Hierro, yang juga legenda klub dan Timnas Spanyol.
Uniknya, ada perbedaan kontras antara klub dan timnas. Meski saat di Madrid Ramos sangat identik dengan nomor 4, di Timnas Spanyol Ramos hampir selalu memakai nomor 15 untuk menghormati mendiang sahabatnya, Antonio Puerta.
Ia tidak memakai nomor 4 di Piala Dunia 2010, 2014, atau 2018. Nomor 4 di timnas Spanyol pada era tersebut sering dipakai oleh pemain seperti Carlos Marchena atau Pau Torres.
7. Carlos Alberto Torres
Carlos Alberto Torres adalah kapten legendaris Timnas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1970, terkenal lewat gol ikoniknya di final.
Ia menggunakan nomor 4 di Tim Samba selama periode akhir 1960-an hingga awal 1970-an, termasuk dalam turnamen Piala Dunia 1970 yang bersejarah.
Pada level klub seperti Santos, ia juga beberapa kali menggunakan nomor 4, meskipun seperti era Beckenbauer, penomoran belum sepenuhnya tetap.
Meski tidak selalu konsisten secara administratif, citra publik tetap melekatkan nomor 4 dengan sosok Carlos Alberto sebagai bek kanan klasik yang elegan dan menyerang.