TVRINews - Iran

Timnas Iran merespons pernyataan Donald Trump mengenai tidak adanya jaminan keamanan untuk mereka jika ikut serta di Piala Dunia 2026.

Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait tidak adanya jaminan keamanan bagi Timnas Iran jika ikut serta di Piala Dunia 2026 menuai kontroversi. Hal itu sama saja menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk menjadi tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

"Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional. Badan pengaturnya adalah FIFA, bukan individu atau negara mana pun. Tim Nasional Iran, dengan kekuatan dan serangkaian kemenangan penting yang diraih oleh putra-putra Iran, termasuk di antara tim-tim pertama yang lolos ke turnamen besar ini," demikian pernyataan Timnas Iran yang dibagikan melalui Instagram resmi, Jumat (13/3/2026).

"Tentu saja, tidak ada yang bisa mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia. Satu-satunya negara yag bisa dikecualikan adalah negara yang hanya menyandang gelar 'tuan rumah', tetapi tidak memiliki kemampuan untuk menyediakan keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang global ini."

Iran yang sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 karena memenangi persaingan di kualifikasi zona Asia tergabung ke dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan mereka digelar di Amerika Serikat.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, status keikutsertaan Tim Melli --julukan Timnas Iran-- dipertanyakan. Presiden FIFA, Gianni Infantino sempat menyampaikan bahwa Donald Trump mempersilakan Mehdi Taremi dan kawan-kawan tetap datang ke negaranya untuk bertanding tanpa harus mengkhawatirkan status perang.

Tak berselang lama, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengumumkan keputusan Tim Melli menarik diri dari Piala Dunia 2026. Mereka tidak bersedia bertanding di negara yang telah melakukan serangan hingga menyebabkan meninggalnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Seolah tak mau kalah gertak, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang jauh berbeda dari apa yang disampaikan Gianni Infantino. Ia memang mempersilakan Iran ikut serta di Piala Dunia 2026, namun tidak menjamin keamanan kontingen.

"Timnas Iran dipersilakan datang. Akan tetapi, saya tidak menganjurkan mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri," ujar Donald Trump.

Pernyataan orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu membuat FIFA berada di bawah tekanan. Publik menanti bagaimana otoritas tertinggi sepak bola di dunia merespons keengganan Donald Trump memberi jaminan keamanan kepada Iran.

Mereka dituntut untuk mengambil tindakan tegas seperti saat mencabut status tuan rumah Indonesia karena adanya penolakan keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 2023. Ketika itu, FIFA beralasan setiap tuan rumah wajib menjamin keamanan tim peserta.