TVRINews – Mexico City, Meksiko

Raul Jimenez mencetak gol kedua Meksiko dalam kemenangan pembuka mereka atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026.

Kemenangan Tim Nasional Meksiko atas Afrika Selatan, 2-0, pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca pada Kamis (11/06/2026) malam atau Jumat (12/06/2026) dini hari WIB, bukan hanya akan dicatat dalam sejarah El Tri namun juga dalam karier Raul Jimenez. 

Kemenangan itu bukan hanya menjadi modal bagus buat Meksiko karena otomatis langsung memimpin Grup A – laga lainnya antara Korea Selatan dan Republik Ceko baru akan digelar pukul 09:00 pagi WIB hari ini – namun juga menghapus “kutukan” El Tri selama ini. 

Sebelum turnamen tahun 2026 ini, Meksiko sudah bermain di tujuh pertandingan pembuka Piala Dunia (1930, 1950, 1954, 1958, 1962, 1970, dan 2010) tanpa kemenangan dengan rekor lima kekalahan dan dua imbang. 

Jadi, kemenangan atas Afrika Selatan tidak hanya penting untuk menentukan arah Meksiko di Piala Dunia edisi ke-23 ini namun juga menggugurkan catatan buruk tidak pernah memenangi pertandingan pembuka. 

Kemenangan 2-0 atas Bafana Bafana juga memiliki arti sangat besar buat penyerang tengah veteran El Tri, Raul Jimenez. Seperti diketahui, striker Wolverhampton Wanderers – klub yang baru terdegradasi dari Liga Premier Inggris – itu mencetak gol kedua pada menit ke-67. 

Mungkin banyak yang belum mengetahui jika turnamen tahun 2026 ini merupakan Piala Dunia keempat yang diikuti Raul Jimenez. Debut untuk El Tri pada 31 Januari 2013, Raul Jimenez turun di Piala Dunia 2014, 2018, 2022, dan 2026. 

Pada Piala Dunia 2014, Raul Jimenez kalah bersaing dengan penyerang sekelas Giovani dos Santos, Javier “Chicharito” Hernandez, hingga Oribe Peralta. Akibatnya, Raul Jimenez hanya sekali diturunkan dari empat laga Meksiko yang tersingkir di 16 besar oleh Belanda. 

Empat tahun kemudian di Rusia 2018, Raul Jimenez masih kalah bersaing dengan tiga nama di atas. Namun, ia dua kali diturunkan, termasuk saat dihantam Brasil 0-2 di 16 besar. 

Saat Qatar menjadi tuan rumah pada 2022, Raul Jimenez mulai dipercaya dengan diturunkan di tiga laga meskipun menit bermainnya belum banyak. 

Dengan total menit bermain hanya 116 menit dari enam pertandingan di tiga Piala Dunia sebelumnya, Raul Jimenez harus menunggu 183 menit dan baru di laga ketujuh untuk mencetak gol pertamanya di turnamen sepak bola terbesar sejagat itu. 

Selain karena persaingan, cedera — khususnya cedera serius di area kemaluan empat tahun lalu — telah secara signifikan memengaruhi performa Raul Jimenez. Kritik pun ia tuai dan mantan pelatih Meksiko, Gerardo “Tata” Martino, terutama mengingat penampilan Jimenez yang kuat bersama Wolverhampton di Liga Premier.

Setelah kembali dengan penuh emosi ke Wolverhampton, klub tempat ia menjadi bintang Eropa, Jimenez memberikan momen tak terlupakan di stadion yang penuh dengan sejarah pribadi — dari debutnya bersama Club America hingga gol salto ikoniknya untuk Meksiko melawan Panama di kualifikasi Piala Dunia 2014, sebuah gol yang membantu menjaga harapan El Tri tetap hidup di Piala Dunia. 

Gol buat Ayah

Setelah mencetak gol, lulusan akademi Club America itu mengangkat kedua tangannya dan menatap langit, sebagai penghormatan yang jelas kepada ayahnya, Raul Jimenez Vega, yang meninggal dunia pada 11 Maret tahun ini. 

Jimenez Vega memainkan peran kunci dalam membentuk karier striker Meksiko – yang kini mengoleksi 127 caps dengan 46 gol – tersebut membuat gol yang telah lama ditunggu-tunggu itu menjadi lebih emosional. Akun media sosial resmi Tim Nasional Meksiko juga menyoroti momen yang mengharukan tersebut.