TVRINews - Jakarta

Peran Willian Pacho di lini belakang tim nasional Ekuador tak tergantikan.

Willian Pacho memiliki profil sebagai bek tengah sepak bola modern. Ia tak hanya lihai dalam membendung serangan lawan, namun juga jeli dalam melihat peluang membangun permainan dari lini belakang. Itulah mengapa posisinya sebagai starter di Tim Nasional Ekuador tak tergantikan sejak debut pada Maret 2023.

Sebelum mencatatkan debut bersama Ekuador, Pacho sudah jadi langganan pemanggilan sejak pemanasan jelang Piala Dunia 2022. Pelatih tim berjuluk La Tri saat itu, Felix Sanchez juga menyertakannya dalam skuad di turnamen tersebut. Namun, ia hanya duduk di bangku cadangan.

Perubahan formasi Ekuador dari 4-3-3 ke 3-5-2 menjadi titik awal Pacho merebut posisi starter. Ia bekerja sama dengan Piero Hincapie dan Felix Torres untuk mengawal lini pertahanan. Hasil positif didapatkan tim berupa tiga kemenangan beruntun dalam pertandingan uji coba melawan Australia, Bolivia, dan Kosta Rika.

Formasi tersebut dilanjutkan Sanchez ke kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol. Sempat kalah 0-1 di markas Argentina, tiga laga selanjutnya berakhir dengan dua kemenangan dan sekali imbang.

Pacho yang memiliki kecepatan dalam berlari juga bisa diandalkan untuk mengisi posisi bek kiri. Tugas itu sempat ia jalani ketika Ekuador menang atas Cili dalam pertandingan keenam kualifikasi zona Conmebol.

Sebastian Beccacece yang datang menggantikan Sanchez usai Ekuador terhenti di perempat final Copa America 2024 juga sangat bergantung kepada Pacho. Memimpin Ekuador dalam 12 pertandingan tersisa di kualifikasi zona Conmebol, juru taktik asal Argentina itu selalu memainkan Pacho selama 90 menit.

Lima kemenangan, enam kali imbang, dan sekali kalah membawa Ekuador lolos ke Piala Dunia 2026 dengan finis di urutan kedua klasemen. Ketangguhan lini belakang tak perlu diragukan, karena hanya dua gol yang bisa bersarang ke gawang mereka, yakni saat kalah 0-1 dari Brasil dan menang 2-1 atas Venezuela.

Meski sepak bola Amerika Selatan identik dengan permainan keras, gaya bermain Pacho justru sangat bersih. Tidak satu pun kartu kuning atau merah yang didapatkan oleh bek yang kini bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG) itu sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026.

Salah satu yang memuji cara bermain Pacho adalah pelatih PSG, Luis Enrique. Ia menilai pemain yang ditempa di akademi Independiente del Valle itu sebagai pemain yang terus berkembang hingga layak dimasukkan dalam daftar bek terbaik di dunia.

“Ia bermain dengan ketenangan luar biasa, memenangi duel tanpa melakukan pelanggaran dan jarang mendapat kartu kuning. Ia sudah menjadi bek kelas dunia dan pemain vital bagi kami,” kata pelatih PSG, Luis Enrique, dikutip dari laman FIFA.

Ketergantungan Enrique kepada Pacho juga tergambar jelas dari perjalanan tim berjuluk Les Parisiens di musim ini. Di Ligue 1, ia telah bermain dalam 23 pertandingan. Sementara di Liga Champions, sudah 16 laga yang ia jalani.

Mengutip laman resmi UEFA, Pacho tercatat sebagai pemain yang paling banyak tampil di Liga Champions musim ini dengan durasi 1.440 menit. Data ini menegaskan bagaimana ia menjadi pilar yang nyaris tidak tergantikan dalam skema pertahanan Enrique.

Mantap Menatap Piala Dunia 2026

Menuju Piala Dunia 2026, Ekuador telah menjalani enam pertandingan uji coba dengan hasil sekali menang dan lima kali imbang. Meski masih dianggap belum meyakinkan, Willian Pacho optimistis timnya bisa mendapat hasil terbaik di turnamen nanti.

Tergabung ke dalam Grup E Piala Dunia 2026, Ekuador bersaing dengan Jerman, Pantai Gading, dan Curacao untuk memperebutkan tiket ke babak gugur. Beccacece sudah mengantisipasi hal tersebut melalui agenda uji coba.

Pada Maret lalu, Ekuador menjajal kekuatan Maroko dan Belanda. Maroko bisa menjadi gambaran bagaimana gaya bermain tim asal Afrika. Sementara Belanda dipilih bukan sekadar untuk memahami permainan khas Eropa.

Tim berjuluk Oranje itu juga dianggap bisa memberi gambaran mengenai Curacao, yang pelatih dan sejumlah pemainnya memiliki keterkaitan erat dengan Negeri Kincir Angin.

Dari dua laga uji coba tersebut, Ekuador mendapatkan hasil imbang. Pacho menilai penampilan timnya sudah baik. Tinggal bagaimana mereka melakukan perbaikan di sisa waktu yang ada sebelum menuju Piala Dunia 2026.

"Kami meninggalkan lapangan dengan perasaan positif. Bermain di level ini melawan tim seperti Maroko itu bagus. Gol yang mereka cetak berasal dari bola mati, dan kami harus memperbaikinya. Lebih baik ini terjadi sekarang daripada di Piala Dunia," tutur Pacho.

Biodata Willian Pacho

Nama: Willian Joel Pacho Tenorio

Kelahiran: Quininde (Ekuador), 16 Oktober 2001

Karier Klub

Independiente del Valle (2019-2022)

Royal Antwerp (2022-2023)

Eintracht Frankfurt (2023-2024)

Paris Saint-Germain (2024-sekarang)

Karier Tim Nasional

Ekuador (2023-sekarang)

Prestasi

Independiente del Valle

Ecuadorian Serie A 2021

U-20 Copa Libertadores 2020

Royal Antwerp

Belgian Pro League 2022/2023

Belgian Cup 2022/2023

Paris Saint-Germain

Ligue 1 2024/2025

Coupe de France 2024/2025

Trophee des Champions 2024, 2025

Liga Champions 2024/2025

Piala Super Eropa 2025

Piala Interkontinental FIFA 2025