TVRINews – Mexico City, Meksiko

Kebijakan menggelar pemusatan latihan Tim Nasional Meksiko menuju Piala Dunia 2026 lebih awal membuat federasi dan klub berselisih.

Persiapan Tim Nasional Meksiko menuju Piala Dunia 2026 terganggu konflik antara klub-klub Liga MX dan Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF). Mereka masih berbeda pendapat mengenai pelepasan pemain untuk pemusatan latihan.

FMF sempat mengancam tidak akan membawa pemain yang menolak bergabung lebih awal ke skuad Piala Dunia 2026. Pernyataan keras itu memicu ketegangan di tengah kompetisi domestik yang masih berjalan.

Masalah ini berawal ketika FMF meminta para pemain yang berkarier di Liga MX segera bergabung ke pemusatan latihan usai musim reguler berakhir pada 26 April. Namun, masih ada fase play-off Liga MX yang berlangsung hingga 24 Mei.

Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, ingin memiliki waktu persiapan lebih panjang demi membangun kekompakan tim jelang Piala Dunia 2026. Sebagai tuan rumah, ia tak ingin tim besutannya tampil kurang maksimal.

Akan tetapi, sejumlah klub keberatan melepas pemain mereka terlalu cepat karena masih membutuhkan tenaga skuad utama di fase penentuan musim ini. Salah satu yang menolak adalah Toluca.

Mereka meminta FMF menunda pemanggilan Alexis Vallega dan Jesus Gallardo agar masih bisa diturunkan saat melawan Los Angeles FC pada semifinal CONCACAF Champions Cup.

Permintaan tersebut memancing reaksi keras dari Chivas de Guadalajara yang sebelumnya telah melepas lima pemain mereka meski sedang bersiap menghadapi perempat final play-off Liga MX.

Aguirre tidak senang dengan situasi yang terjadi. Juru taktik berusia 67 tahun itu menegaskan pihaknya tidak bisa bersikap fleksibel terhadap jadwal pemanggilan pemain.

“Saya ingin menegaskan bahwa ini bukan pertama kalinya play-off dimainkan tanpa pemain tim nasional. Hal seperti ini sudah sering terjadi,” kata Aguirre, dikutip dari Talk Sport, Senin (11/5/2026).

Jurnalis The Athletic, Felipe Cardenas, menyebut federasi sedang berusaha keras mengubah kultur tim berjuluk El Tri setelah kegagalan Piala Dunia 2022. Untuk pertama kalinya sejak 1978, mereka gagal lolos ke babak gugur.

Menurut Cardenas, federasi ingin memastikan seluruh elemen sepak bola nasional fokus penuh menyambut Piala Dunia 2026. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kepentingan klub masih menjadi prioritas utama.

“Ada pertarungan antara kepentingan klub dan negara. Itu terjadi di banyak negara, tetapi di Meksiko situasinya semakin sensitif karena performa buruk mereka di Piala Dunia 2022,” ujar Cardenas.