TVRINews - Jakarta

Banyak pemain berstatus legenda sepak bola dunia yang hanya memiliki satu kesempatan selama berkarier untuk merasakan atmosfer Piala Dunia.

Panggung Piala Dunia adalah impian tertinggi bagi setiap pesepak bola profesional. Namun, sejarah mencatat bahwa kehebatan di level klub tidak selalu menjamin karier yang panjang dan berulang di turnamen empat tahunan ini. Banyak pemain berstatus legenda yang justru hanya memiliki satu kesempatan seumur hidup untuk merasakan atmosfer putaran final.

Ada berbagai alasan di balik fenomena "one-hit wonder" ini. Mulai dari kegagalan tim nasional menembus kualifikasi di masa jaya sang pemain, cedera fatal yang datang di saat yang salah, hingga perselisihan sengit dengan pelatih yang membuat nama mereka dicoret dari daftar skuad. 

Bagi para pemain ini, satu-satunya partisipasi mereka menjadi kenangan yang sangat mahal, baik berakhir dengan air mata maupun trofi juara.

Berikut adalah 8 pemain bintang dunia yang tercatat hanya pernah bermain dalam satu edisi Piala Dunia sepanjang karier profesional mereka hingga pensiun:

1. Paul Gascoigne (Inggris) — Italia 1990

Sosok yang akrab disapa Gazza ini menjadi pusat perhatian dunia berkat tangisannya di semifinal melawan Jerman Barat. Sayangnya, itu menjadi satu-satunya panggung Piala Dunia bagi talenta terbesar Inggris tersebut. 

Gazza absen di 1994 karena Inggris gagal lolos, dan dicoret secara mengejutkan oleh pelatih Glenn Hoddle tepat sebelum Prancis 1998 dimulai karena masalah kebugaran dan disiplin.

2. Marco van Basten (Belanda) — Italia 1990

Dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa, Van Basten hanya sempat mencicipi Piala Dunia pada edisi Italia 1990. Setelah membawa Belanda juara Piala Eropa 1988, ia diharapkan meledak di Piala Dunia, namun ia gagal mencetak gol dan Belanda tersingkir di babak 16 besar. Cedera engkel kronis kemudian memaksanya pensiun dini pada usia 28 tahun, sehingga ia kehilangan kesempatan tampil di edisi 1994.

3. Ruud Gullit (Belanda) — Italia 1990

Legenda hidup sepak bola Timnas Belanda, Ruud Gullit.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Rekan setim Marco van Basten di AC Milan ini juga hanya pernah tampil di Italia 1990. Belanda gagal lolos pada Piala Dunia 1982 dan 1986. Menjelang Piala Dunia 1994, ia sebenarnya masuk dalam skema tim, namun Gullit memutuskan meninggalkan pemusatan latihan sesaat sebelum turnamen dimulai karena perselisihan taktik dengan pelatih Dick Advocaat.

4. Jean-Pierre Papin (Prancis) — Meksiko 1986

Pemenang Ballon d'Or 1991 ini hanya sempat mencicipi Meksiko 1986 saat masih berusia muda. Setelah itu, Prancis secara tragis gagal lolos ke Piala Dunia 1990 dan 1994. Saat Prancis menjadi tuan rumah dan juara pada 1998, karier internasional Papin sudah berakhir, membuatnya melewatkan kesempatan mengangkat trofi di rumah sendiri.

5. Gianfranco Zola (Italia) — Amerika Serikat 1994

Legenda Chelsea ini hanya masuk skuad Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Tragisnya, ia hanya tampil selama 12 menit sebagai pemain pengganti melawan Nigeria sebelum mendapat kartu merah kontroversial. Zola tidak dipanggil untuk edisi 1998 karena persaingan yang sangat ketat di lini depan Italia saat itu.

6. Juninho Paulista (Brasil) — Korea Selatan-Jepang 2002

Gelandang kreatif ini memenangkan Piala Dunia pada satu-satunya partisipasinya, yakni tahun 2002. Ia absen di 1998 karena cedera patah kaki parah sesaat sebelum turnamen. Meski ikut berpesta pada 2002, Paulista tidak lagi masuk dalam rencana pelatih Brasil di edisi 2006 karena melimpahnya stok pemain bintang di posisinya.

7. Jamie Vardy (Inggris) — Rusia 2018

Jamie Vardy adalah anomali yang terlambat masuk ke panggung sepak bola elite. Ia melakukan debut Piala Dunia di Rusia 2018 dalam usia 31 tahun. Tidak lama setelah turnamen berakhir, ia memilih pensiun dari tugas internasional untuk fokus menjaga kebugaran bersama klubnya, sehingga ia tidak berpartisipasi dalam Paiala Dunia 2022 di Qatar.

8. George Cohen (Inggris) — Inggris 1966

George Cohen merupakan bek kanan utama saat Timnas Inggris menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya. Cohen bermain di seluruh laga pada edisi 1966 yang berlangsung di negaranya itu. Namun, cedera parah memaksanya gantung sepatu pada usia 29 tahun, tepat sebelum Inggris berangkat untuk mempertahankan gelar mereka di Piala Dunia 1970.