Dick Advocaat yang membawa Timnas Curacao lolos ke Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Willemstad, Curacao
Dick Advocaat resmi kembali menangani Timnas Curacao untuk Piala Dunia 2026.
Dick Advocaat pergi untuk kembali. Ya, setelah Februari 2026 lalu menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Curacao, pria asal Belanda tersebut kini kembali lagi sebagai arsitek tim berjulukan The Blue Wave tersebut menggantikan Fred Rutten yang mengundurkan diri, Selasa (12/5/2026) malam setempat.
Federasi Sepak Bola Cucacao (FFK) mengumumkan secara resmi kembalinya Dick Advocaat, Rabu (13/5/2026) ini. "Setelah keputusan Fred Rutten dan untuk mengisi posisi tersebut, Federasi Sepak Bola Curacao telah memutuskan, setelah pertemuan semalam, mengangkat Dick Advocaat sebagai pelatih Timnas Curacao," demikian pernyataan dari FFK yang juga disampaikan melalui media sosial mereka, hari ini.
"Diskusi antara FFK dan Dick Advocaat mengenai detail lebih lanjut dari penunjukan ini sedang berlangsung. FFK menangani proses ini dengan cermat, sesuai dengan kesepakatan yang ada dan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, dengan tujuan untuk memastikan stabilitas, kejelasan, dan kesinambungan di sekitar tim nasional."
Kabar ini mengejutkan tentunya mengingat pelatih berjulukan The Little General (sang Jenderal Kecil) ini sudah mengucapkan selamat tinggal pada Februari lalu. Tepatnya 23 Februari lalu, Dick Advocaat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Cucaracao. Dia beralasan ingin fokus merawat anak perempuannya yang tengah sakit.
Ketika itu, keputusannya mengejutkan. Pasalnya, karena peran Dick Advocaat, Curacao berhasil memastikan tiket Piala Dunia 2026. Sukses tersebut diraih setelah Curacao imbang 0-0 lawan Jamaika pada 18 November 2025.
Dengan hasil tersebut, Cucacao pun lolos langsung ke Piala Dunia 2026 setelah mengakhiri kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF. Dalam enam pertandingan, Curacao meraih 3 kemenangan dan 3 kali imbang, mengoleksi 12 poin atau unggul 1 poin atas Jamaika yang ada di runner-up dengan 11 poin.
Ini menjadi pencapaian pertama dalam sejarah Curacao. Sukses ini juga menempatkan Curacao sebagai negara dengan populasi paling kecil yang lolos ke Piala Dunia. Menurut catatan, populasi Cucaracao pada 2025-2026 mencapai 156-160 ribu jiwa. Mematahkan rekor Islandia pada Piala Dunia 2018.
Ketika itu, Islandia negara dengan populasi 350 ribu jiwa. Dick Advocaat menyebut sukses membawa Curacao ke Piala Dunia sebagai "hal yang gila" yang tidak pernah dia lakukan dalam karier sebagai pelatih.
Dengan demikian pula, Dick Advocaat menjadi pelatih paling tua yang akan tampil dalam sejarah Piala Dunia karena usianya kini yang sudah 78 tahun. Mantan pelatih Timnas Belanda, Uni Emirates Arab, Korea Selatan, Belgia, Rusia, Serbia, dan Irak ini akan mematahkan rekor Otto Rehagel yang saat ini masih sebagai pemegang rekor tersebut saat berusia 71 tahun, 317 hari bersama Timnas Yunani pada Piala Dunia 2010.
Kini, Dick Advocaat akan memulai kembali tugasnya di Timnas Curacao, dengan barisan pemain yang sudah mengenalnya. Sebaliknya, pemain Curacao akan bertemu lagi dengan pelatih yang telah berjasa membawa mereka tampil di Piala Dunia. Hanya, yang masih menjadi pertanyaan, mengapa Fred Rutten mengundurkan diri.
“Seharusnya tidak ada suasana yang merusak hubungan profesional yang sehat di dalam tim atau di antara staf. Itulah mengapa pengunduran diri adalah keputusan yang tepat. Waktu sangat penting, dan Curaçao harus bergerak maju,” kata Fred Rutten, terkait pengunduran dirinya.
Disebutkan sejumlah pers Eropa bahwa Fred Rutten mengundurkan diri setelah mendapatkan tekanan hebat dari para pemain, staf, dan sponsor. Yang ironis, mereka para pemberi tekanan tersebut menginginkan kembalinya Dick Advocaat.
Ada ketidakpercayaan pemain dan staf setelah hasil buruk di dua laga uji coba. Pada akhir Maret lalu, Curacao memang tampil lawan Cina dan Australia. Namun, dalam dua laga tersebut, mereka mengalami kekalahan, 0-2 dari Cina dan 1-5 dari Australia. Curacao masih memiliki dua laga uji coba lagi yaitu menghadapi Skotlandia pada 30 Mei dan Aruba pada 6 Juni nanti.
Curacao berada di Grup E di Piala Dunia 2026 ini. Leandro Bacuna dan kawan-kawan akan bersaing dengan tim raksasa seperti Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Ini adalah "grup neraka" bagi sebuah tim yang berstatus debutan seperti Curacao tentunya. Namun, dengan kehadiran kembali Dick Advocaat pelatih yang sarat pengalaman, mereka memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.