TVRINews - Manchester, Inggris

Pendapatan tersebut tentu menjadi tambahan besar di luar gaji Harry Maguire sebagai pemain Manchester United yang mencapai Rp4,4 miliar per pekan.

Bek Timnas Inggris, Harry Maguire, kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena performanya di lapangan bersama klubnya Manchester United, tetapi juga karena kesuksesannya di luar lapangan. 

Dikutip dari The Sun, Minggu (3/5/2026), pemain berusia 33 tahun itu dikabarkan meraup sekitar 8 juta poundsterling atau setara kurang lebih Rp188 miliar dari hak citra (image rights), berkat popularitas julukannya, “Slabhead”.

Slabhead adalah julukan yang diberikan kepada Harry Maguire, terutama berkat bentuk kepalanya yang dianggap besar dan kuat, membuatnya sangat andal dalam melakukan duel udara dan mencetak gol melalui sundulan.

Julukan tersebut pertama kali diberikan oleh mantan rekan setimnya di Leicester City, Jamie Vardy. Awalnya terdengar seperti candaan, tapi kini justru menjadi identitas yang menguntungkan secara finansial bagi Maguire.

Perjalanan Maguire sendiri terbilang dramatis. Ia sempat menjadi sasaran kritik dan ejekan dari para fan, tetapi berhasil bangkit dan kembali menjadi pilihan utama di tim. Kebangkitan performanya ini berdampak langsung pada nilai komersialnya.

Melalui perusahaan pribadinya, HM 5 Ltd., Maguire mencatatkan cadangan dana sebesar 8,7 juta poundsterling atau sekitar Rp204 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding banyak pemain Inggris lainnya. 

Bahkan, dalam laporan keuangan hingga 30 Juni 2025, perusahaannya mencatat laba bersih lebih dari 4 juta poundsterling atau sekitar Rp94 miliar, dengan pembayaran pajak dan biaya lain mencapai 1,15 juta poundsterling atau sekitar Rp27 miliar.

Pendapatan tersebut tentu menjadi tambahan besar di luar gajinya sebagai pemain Manchester United yang mencapai 190.000 poundsterling (Rp4,4 miliar) per pekan. Ini menunjukkan bahwa Maguire kini tidak hanya mengandalkan karier sepak bolanya, tetapi juga cerdas memanfaatkan nilai komersial dirinya.

Kontribusi Maguire juga tetap signifikan di lapangan. Ia sempat mencetak gol kemenangan saat Manchester United mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 pada Oktober lalu dalam periode kepelatihan Ruben Amorim. 

Penampilannya yang konsisten membuatnya kembali dipercaya, termasuk tampil dalam 12 pertandingan di bawah pelatih sementara Michael Carrick.

Sempat diprediksi akan meninggalkan Old Trafford, Maguire justru memperpanjang kontraknya selama satu tahun hingga musim panas 2027, dengan opsi tambahan satu musim. Keputusan ini menjadi bukti bahwa dirinya masih memiliki peran penting dalam skuad.

Maguire pun mengungkapkan kebahagiaannya bisa terus membela The Red Devils. “Mewakili Manchester United adalah kehormatan tertinggi," kata Maguire. 

"Saya sangat senang bisa memperpanjang perjalanan saya di klub luar biasa ini setidaknya hingga delapan musim, dan terus bermain di depan para pendukung kami yang istimewa untuk menciptakan lebih banyak momen hebat bersama,” ia menambahkan.

Asa Maguire di Piala Dunia 2026

Bersama Timnas Inggris, Maguire sempat absen cukup lama sebelum akhirnya kembali dipanggil oleh pelatih Thomas Tuchel untuk laga uji coba awal tahun ini.

Ia pun secara terbuka menyatakan ambisinya untuk masuk skuad final Piala Dunia 2026, yang kemungkinan besar akan menjadi turnamen terakhirnya bersama Inggris. Ia bahkan menegaskan siap menerima peran apa pun demi bisa berkontribusi bagi tim.

"Saya rasa ini (Piala Dunia 2026) akan menjadi Piala Dunia terakhir saya," kata Maguire kepada beberapa media Inggris di kamp pelatihan Manchester United di Maynooth, Irlandia, beberapa waktu lalu.

"Saya sudah pernah ke dua Piala Dunia, tetapi saya absen di Piala Eropa dua tahun lalu karena cedera, dan itu sangat menyakitkan," ia menambahkan.

"Jadi, saya sangat ingin ke Piala Dunia 2026, dalam peran apa pun yang diinginkan pelatih. Apakah itu sebagai starter atau penentu kemenangan di menit-menit akhir pertandingan," ucapnya.

"Saya masih percaya, bahkan di usia saya sekarang, saya bisa dibilang salah satu bek terbaik di dunia di kotak penalti tim sendiri maupun lawan," kata Maguire, penuh optimisme.

Namun, persaingan di posisi bek tengah terbilang ketat. Nama-nama seperti John Stones, Marc Guehi, hingga Ezri Konsa menjadi pesaing utama dalam perebutan tempat di skuad The Three Lions.

Menariknya, ada juga wacana tidak biasa dari mantan pelatih Inggris, Steve McClaren, yang menyarankan Maguire bisa dimanfaatkan sebagai penyerang darurat dalam situasi tertentu, berkat kemampuannya dalam duel udara dan bola mati.