Tim nasional sepak bola Selandia Baru. (TVRI/Grafis/Dede Mauladi) Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Wellington, Selandia Baru
Awal pekan ini bek Selandia Baru yang tidak terkenal, Tim Payne, hanya memiliki sekitar 4.700 pengikut di Instagram. Tapi kini sudah menembus 2 juta lebih.
Bek Tim Nasional Selandia Baru, Tim Payne, mendadak menjadi fenomena media sosial menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli mendatang.
Pemain berusia 32 tahun yang sebelumnya nyaris tidak dikenal di luar negaranya, kini memiliki total 2,5 juta pengikut di Instagram hingga Sabtu (30/5/2026). Pencapaian itu hanya dalam hitungan hari usai jadi sorotan seorang pemengaruh (influencer) sepak bola asal Argentina.
Kisah unik ini bermula ketika influencer yang dikenal dengan nama El Scarso atau Valen Scarsini mencoba mencari pemain paling tidak terkenal di antara seluruh peserta Piala Dunia 2026 yang terdiri dari 48 negara itu.
Setelah menelusuri satu per satu skuad peserta turnamen, Scarsini menemukan bahwa Payne memiliki jumlah pengikut media sosial yang sangat sedikit dibanding pemain lain yang akan tampil di ajang terbesar sepak bola dunia tersebut.
Pada awal pekan ini, Payne hanya memiliki sekitar 4.700 pengikut di Instagram. Namun, setelah videonya diunggah oleh Scarsini dan mendapat perhatian luas, jumlah pengikut Payne melonjak drastis dengan kecepatan hampir 1.000 pengikut per menit hingga menembus angka lebih dari satu juta pada Jumat dan tembus lebih dari 2 juta keesokan harinya.
Jumlah tersebut bahkan enam kali lebih banyak dibandingkan dengan kapten sekaligus pemain paling terkenal Selandia Baru, Chris Wood, penyerang yang bermain untuk Nottingham Forest di Liga Inggris.
Dalam videonya, Scarsini mengajak para penggemar sepak bola dari berbagai negara untuk mendukung Payne menjelang Piala Dunia.
“Hanya tersisa beberapa hari sebelum Piala Dunia dimulai dan kita semua menunggu untuk mendukung tim nasional masing-masing. Namun, bagaimana jika ada seorang pemain yang bisa menyatukan kita semua, seorang pesepak bola yang kita dukung tanpa memandang kewarganegaraannya?” kata Scarsini di video itu, dikutip dari The Guardian.
“Saya mencari pemain yang paling tidak dikenal di seluruh tim nasional peserta Piala Dunia 2026. Setelah menganalisis mereka satu per satu, saya menemukannya. Di Grup G, di tim Selandia Baru, ada Tim Payne. Dia benar-benar yang paling tidak dikenal. Dia bahkan pengikutnya tidak sampai 5.000,” ia menambahkan.
Scarsini, yang memiliki lebih dari 500.000 pengikut di media sosial, kemudian meminta para penggemarnya untuk membantu membuat nama Payne dikenal luas. “Kita harus mulai menyebut nama Tim Payne di mana-mana,” ujarnya.
“Kita harus mulai membuat video yang membangun legenda Tim Payne. Jika kalian memiliki album stiker Piala Dunia, unggah foto bersama stikernya. Tujuannya adalah melihat berapa banyak orang yang mengenal Tim Payne sebelum Piala Dunia dimulai.”
Dukungan terhadap Payne bahkan berkembang menjadi sebuah lagu khusus berbahasa Spanyol. Dalam bagian refreinnya terdapat lirik yang jika diterjemahkan berbunyi:“Saya mendukungnya. Saya menyemangatinya. Saya sudah mendukungnya sejak awal. Tim Payne, dari lahir sampai akhir hayat. Kamu hebat. Saya mendukungmu di setiap langkah.”
Lagu itu juga menyelipkan permainan kata yang berbunyi, “No Payne, no gain” yang merupakan pelesetan dari idiom "No pain, no gain"
Reaksi Tim Payne
Tim Payne, yang baru saja mencatatkan penampilan ke-50 bersama Timnas Selandia Baru setelah melakoni debut internasional pada usia 18 tahun, mengaku terkejut dengan perhatian yang tiba-tiba datang dari seluruh dunia.
“Saya sempat bertanya-tanya kenapa media sosial saya meledak seperti ini, lalu saya menemukan unggahanmu, kawan,” ujar Payne kepada Scarsini. “Terima kasih atas dukungannya! Gracias, hermano.”
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, pertama kepada Valen (Scarsini). Dua hari terakhir benar-benar luar biasa," kata Payne.
"Saya juga ingin menyampaikan bahwa saya sangat bersyukur bisa mewakili negara saya dan saya menghargai semua dukungan yang datang dari berbagai penjuru dunia,” mantan pemain Blackburn Rovers itu menambahkan.
Selandia Baru akan tampil untuk ketiga kalinya di putaran final Piala Dunia setelah sebelumnya lolos pada edisi 1982 dan 2010. Tim berjulukan All Whites itu masih memburu kemenangan pertama mereka di ajang tersebut. Pada Piala Dunia 2026, mereka tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Mesir.