Masyarakat Meksiko ketika berkumpul bersama-sama di alun-alun Plaza Zocalo, dalam menyambut Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Mexico City, Meksiko
Bagi masyarakat Meksiko, tradisi Dia de Muertos atau Festival Hari Kematian bukanlah perayaan yang identik dengan keseraman atau kesedihan.
Masyarakat Meksiko bersukacita meleburkan sakralnya tradisi dengan euforia sepak bola. Reporter TVRI, Sesko Satrio, melaporkan atmosfer magis ini langsung dari lokasi.
Ada yang berbeda di sepanjang Jalan Reforma, Mexico City, 13 Juni 2026 lalu. Parade penuh warna, replika sombreros raksasa, hingga instalasi sepak bola memadati jalanan dalam rangkaian acara Dia de Muertos.
Sedianya, Dia de Muertos atau Festival Hari Kematian dirayakan setiap bulan November. Namun, demi menyambut gegap gempita Piala Dunia 2026, kemeriahan tradisi leluhur ini dimajukan lebih awal.
Masyarakat Meksiko bersukacita meleburkan sakralnya tradisi dengan euforia sepak bola. Reporter TVRI, Sesko Satrio, berkesempatan melaporkan festival menarik ini langsung dari lokasi.
"Bagi Anda yang pernah menyaksikan film kartun tentang festival ini, biasanya digelar November. Namun, karena di Meksiko sedang ada Piala Dunia, festival ini diselenggarakan hari ini," kata Sesko dalam laporannya yang antusias di tengah keriuhan massa.
Konvoi Budaya Menuju Jantung Kota
Sejak siang hari, persiapan parade sudah memikat perhatian turis asing maupun warga lokal. Berbagai mobil hias bertemakan legenda sepak bola—termasuk penghormatan untuk mendiang Pele—bersanding dengan dekorasi khas marigold kuning yang biasa digunakan untuk mengantar arwah leluhur.
Semua elemen ini berpadu menciptakan karnaval budaya yang megah. Alunan musik tradisional berdentum keras, memicu sorak-sorai penonton yang berjejer rapi di balik pagar pembatas.
Tujuan akhir dari konvoi akbar ini adalah Zocalo, alun-alun utama yang menjadi jantung sejarah Mexico City. Area tersebut diproyeksikan menjadi pusat berkumpulnya puluhan ribu suporter dari berbagai belahan dunia.
Salah satu kendaraan hias yang menggambarkan selebrasi Timnas Meksiko melintas di Jalan Reforma, Mexico City, Sabtu (13/6/2026), sebagai bagian dari perayaan Dia de Murtos atau Festival Hari Kematian menyambut Piala Dunia 2026 (Repro TVRI/Sesko Satrio).
Pesta yang Enggan Usai
Kemeriahan ini membuktikan bagaimana sepak bola mampu menjadi jembatan budaya yang luar biasa. Meksiko tidak hanya menawarkan pertandingan di lapangan hijau, tetapi juga membagikan identitas dan kehangatan tradisi mereka kepada dunia.
Sesko menambahkan bahwa perayaan ini tampaknya akan terus bergulir tanpa henti, menyelimuti kota dengan energi positif yang menular.
"Dengar semua suara berisik ini, inilah suara dari festival akbar Piala Dunia. Perayaan ini bisa berlangsung sampai malam, bahkan hingga keesokan harinya. Yang jelas, di Meksiko memang sebegitu meriah perayaan Piala Dunianya!" kata Sesko dalam laporannya, sembari memperlihatkan padatnya Jalan Reforma.
Bukan Perayaan Kesedihan
Bagi masyarakat Meksiko, Dia de Muertos bukanlah perayaan yang identik dengan suasana seram, mencekam, maupun kesedihan. Dikutip dari Encyclopedia Britannica, tradisi yang berlangsung setiap 1-2 November ini justru menjadi momen berkumpul untuk mengenang anggota keluarga yang telah meninggal.
Akar perayaannya berasal dari kepercayaan masyarakat pribumi Mesoamerika, seperti Aztec dan Maya, yang memandang kematian sebagai kelanjutan dari siklus kehidupan.
Setelah kedatangan bangsa Spanyol, tradisi tersebut berbaur dengan perayaan Katolik Hari Raya Semua Orang Kudus dan Hari Arwah sehingga melahirkan Dia de Muertos seperti yang dikenal saat ini.
Salah satu ciri khas perayaan ini adalah ofrenda, altar penghormatan yang dihiasi foto orang tercinta, lilin, makanan favorit, minuman, hingga bunga cempasuchil atau marigold berwarna jingga.
Masyarakat percaya warna cerah dan aroma bunga tersebut menjadi penuntun jalan bagi arwah untuk kembali mengunjungi keluarga mereka. Di pemakaman maupun rumah-rumah, keluarga berkumpul untuk berdoa, berbagi cerita, serta merayakan kenangan bersama orang-orang yang telah berpulang.
Nilai budaya yang begitu kuat membuat UNESCO menetapkan Dia de Muertos sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2008.
Laporan lengkap reporter TVRI, Sesko Satrio, mengenai festival ini bisa disaksikan di akun Instagram resmi @tvrisports atau dengan mengeklik link di sini.