TVRINews - Houston, Amerika Serikat

Fans Swedia merayakan "Midsummer", sedangkan suporter Belanda meng-oranyekan Kota Houston lewat "Orange Walk". 

Kota Houston sudah bergemuruh bahkan sebelum peluit kick-off babak pertama antara Belanda kontra Swedia dibunyikan. Kedua tim Eropa itu bersiap bentrok pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026, Sabtu (20/6/2026) malam WIB nanti di Houston Stadium.

Ribuan pendukung kedua negara lebih dulu mengambil alih suasana kota Houston dengan pesta, nyanyian, dan tradisi khas yang menciptakan atmosfer bak festival sepak bola.

Bagi para pendukung Swedia, Jumat (19/6/2026) waktu setempat menjadi momen yang sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan "Midsummer", salah satu hari raya paling penting di negara Skandinavia tersebut. 

Mereka mendirikan tiang maypole di halaman sebuah hotel di Houston, mengenakan mahkota bunga di kepala, sementara musik dari DJ terus mengiringi tarian dan nyanyian sepanjang siang itu.

Ketua kelompok suporter Swedia, Andreas Richt, mengatakan tradisi itu tidak mungkin dilewatkan meski negaranya sedang berlaga di Piala Dunia.

"Kami minum vodka dan menyantap ikan haring. Jadi tentu saja, ketika Midsummer bertepatan dengan Piala Dunia, 'Yellow Wall' (julukan suporter Swedia) ingin menjadi bagian dari perayaannya," ujar Richt dikutip dari Reuters.

Perayaan itu sekaligus menjadi suntikan semangat setelah Swedia membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemenangan terbesar mereka di Piala Dunia dalam kurun 88 tahun terakhir. Modal tersebut membuat optimisme para pendukung semakin tinggi menjelang duel melawan Belanda.

Sekitar 7.000 suporter Swedia diperkirakan akan mengikuti pawai menuju stadion beberapa jam sebelum kick-off. Meski demikian, sebagian di antara mereka mengaku tantangan terbesar justru bukan berjalan menuju stadion, melainkan bangun tidur setelah semalaman berpesta.

Bagi Nicole Stonham, Piala Dunia bukan hanya tentang hasil pertandingan, melainkan juga tentang kebersamaan yang tercipta di antara para pendukung.

"Saat kami datang untuk mendukung Swedia, kami menjadi satu dalam kebersamaan. Kami adalah kelompok yang saling menyayangi, dan itu luar biasa," katanya. 

Orange Walk Siap Membanjiri Houston

Jika Swedia membawa semangat Midsummer, Belanda datang dengan tradisi yang tak kalah ikonik. Para pendukung Oranje terkenal dengan perayaan mereka yang disebut "Orange Walk", iring-iringan berjalan kaki menuju stadion sambil bernyanyi mengikuti bus berwarna oranye yang menjadi simbol mereka.

Jumlah suporter Belanda bahkan diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang, lebih dari dua kali lipat rombongan Swedia. 

Mereka akan menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju stadion di bawah suhu Houston yang diperkirakan mendekati 38 derajat Celsius.

Cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi para pendukung yang terbiasa dengan musim panas Belanda yang jauh lebih sejuk. Namun mereka mengaku sudah memiliki cara sendiri untuk menghadapinya.

"Panas di sini sama sekali tidak seperti musim panas di Belanda. Kami harus tetap terhidrasi, yang berarti minum banyak bir... lalu minum lebih banyak bir lagi," kata Neals Fandermeer, suporter berusia 25 tahun, sambil tertawa.

Ia juga yakin suara dukungan dari Oranje akan meninggalkan kesan mendalam. "Kami akan bernyanyi sekeras mungkin. Saya yakin orang-orang di sini akan mendengar sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya," Fandermeer menambahkan.

Lautan warna oranye sudah memenuhi area depan layar raksasa di kawasan Houston Fan Fest. Bendera Belanda berkibar di mana-mana, sementara seorang DJ asal Belanda memimpin ribuan suporter bernyanyi dan menari hingga suasana berubah menjadi pesta sepak bola terbuka.

Rival di Lapangan, Bersahabat di Tribune

Meski kedua negara akan saling berebut poin penting di lapangan, hubungan antarsuporter justru dipenuhi rasa saling menghormati. Mereka menikmati pesta yang sama, berbagi ruang publik, dan menciptakan atmosfer meriah tanpa ketegangan berarti.

Andries Fioldt, salah seorang pendukung Belanda, meyakini Orange Walk akan menjadi salah satu atraksi terbesar selama Piala Dunia di Amerika Serikat. "Orange Walk akan sangat luar biasa. Amerika akan benar-benar mengenal Belanda," ujarnya.

Ditambahkan Fioldt, ribuan suporter yang telah menghidupkan jalanan Houston sebelum pertandingan dimulai membuat duel Swedia kontra Belanda bukan sekadar perebutan tiga poin di Grup F.

Laga ini juga menjadi panggung bagi dua budaya suporter Eropa yang sama-sama terkenal penuh warna, kreatif, dan menjunjung sportivitas. 

Menurut Fioldt, hubungan antara suporter Belanda dan Swedia memang sudah lama terjalin baik. "Kami sangat akrab dengan pendukung Swedia karena kami saling menyukai dan memiliki semangat yang sama," katanya.