TVRINews - New York, Amerika Serikat

Meski sterilisasi iklan dilakukan secara ketat, antusiasme pasar taruhan diprediksi tetap meledak dengan nilai transaksi mencapai miliaran dolar AS.

FIFA secara resmi mengumumkan seluruh sponsor judi beserta iklannya akan dihapus dari stadion Piala Dunia 2026. Langkah tegas ini diambil sebagai upaya nyata untuk menegakkan kebijakan "stadion bersih" selama turnamen berlangsung.

Berdasarkan kebijakan tersebut, seluruh logo dan iklan dari merek yang tidak memiliki ikatan kerja sama resmi dengan FIFA akan disingkirkan dari area stadion. Hal ini berdampak pada perubahan nama 10 dari 11 lokasi pertandingan yang bakal menggunakan nama netral sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Stadion Hard Rock di Florida akan berganti nama menjadi Stadion Miami, sementara Stadion AT&T di Arlington disebut sebagai Stadion Dallas. Satu-satunya pengecualian adalah Stadion Mercedes-Benz di Atlanta yang tetap menggunakan nama aslinya karena kendala teknis yang menghalangi penghapusan logo secara total.

Sejumlah stadion tercatat memiliki kontrak kolaborasi dengan operator judi besar seperti DraftKings, BetMGM, FanDuel, hingga Caesars. Kerja sama tersebut biasanya mencakup penayangan iklan, penjenamaan pada layar besar, hingga penyediaan fasilitas lounge eksklusif di dalam stadion.

Namun, demi mematuhi standar ketat yang ditetapkan FIFA, semua bentuk sponsor yang berkaitan dengan industri perjudian tersebut wajib ditanggalkan tanpa terkecuali. Perubahan radikal ini merupakan bagian dari kebijakan tanpa toleransi FIFA terhadap perusahaan yang tidak terafiliasi secara resmi dengan organisasi mereka.

Upaya ini juga diambil sebagai tindakan proteksi bagi para sponsor resmi yang telah menyetujui kontrak eksklusif dengan FIFA. Federasi sepak bola tertinggi dunia tersebut ingin memastikan panggung utama turnamen hanya menampilkan mitra bisnis yang memberikan dukungan langsung kepada perkembangan sepak bola global.

Selain regulasi di dalam stadion, FIFA juga telah memperingatkan seluruh anggotanya mengenai larangan pemasangan iklan judi pada seragam wasit. Aturan ini juga berlaku ketat untuk area operasional pertandingan seperti ruang VAR (Video Assistant Referee), VOR, hingga area RRA.

Meskipun para operator judi kehilangan kesempatan untuk melakukan promosi langsung melalui jalur sponsor, geliat taruhan diprediksi tetap memuncak. Berbagai perkiraan menunjukkan perputaran uang dalam taruhan selama Piala Dunia 2026 bisa mencapai angka antara 3 hingga 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp46,5 triliun – Rp62 triliun.

Besarnya angka taruhan tersebut menunjukkan antusiasme global yang tetap tinggi terhadap ajang empat tahunan ini meski tanpa kehadiran iklan judi di stadion. FIFA tetap berkomitmen menjaga integritas Piala Dunia 2026 dengan memisahkan kegiatan komersial perjudian dari arena fisik tempat pertandingan berlangsung.

Keputusan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih netral dan nyaman bagi seluruh penggemar sepak bola dari berbagai latar belakang budaya. Lewat kebijakan ini, fokus utama penonton diharapkan tetap tertuju sepenuhnya pada aksi para pemain di atas lapangan.

Regulasi ketat ini menjadi standar baru bagi penyelenggaraan ajang olahraga internasional di masa depan yang makin memperhatikan etika komersial. FIFA ingin meninggalkan warisan positif dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara yang akan menjadi sejarah baru dalam dunia sepak bola.

Persiapan matang terus dilakukan oleh pihak penyelenggara di setiap kota tuan rumah untuk memastikan seluruh instruksi FIFA dapat dijalankan dengan sempurna. Penghapusan identitas komersial bukan sponsor di stadion-stadion megah Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, merupakan tantangan logistik besar yang kini tengah dalam proses pengerjaan.

Dunia sepak bola kini menanti bagaimana kebijakan stadion bersih ini akan memberikan atmosfer yang berbeda pada pembukaan Piala Dunia 2026. Konsistensi FIFA dalam menerapkan aturan ini akan menjadi tolok ukur profesionalisme penyelenggaraan kompetisi olahraga paling bergengsi di planet bumi.