Gianluigi Buffon, sokongan penuh untuk Gennaro Gattuso. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Roma, Italia
Giangluigi Buffon yakin Italia akan lolos karena terlalu bagus buat tim yang harus melewati play-off.
Jelang play-off penentuan kelolosan ke Piala Dunia 2026, tekanan di kubu Italia terasa membesar. Juara empat kali itu dihadapkan pada kemungkinan memperburuk catatan pastisipasi mereka.
Italia sudah dua kali absen beruntun sebelum tahun ini. Gli Azzurri lagi-lagi harus melalui play-off untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026.
Beban di pundak pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, jelas tidak ringan. Dukungan buat Rino Gattuso datang dari Gianluigi Buffon, rekannya ketika Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. yang kini menjabat sebagai Ketua Delegasi Timnas Italia
Menurut Gigi Buffon, Gennaro Gattuso adalah sosok yang tepat saat ini untuk menangani Italia karena memilih pendekatan yang pas. Keyakinan itu tentu sudah ada sejak Buffon berperan dalam penunjukan Gattuso pada Juni 2025.
"Ada banyak pelatih yang cocok dengan momen-momen historis tertentu. Rino adalah sosok yang tepat saat ini. Ia memiliki empati. Ia tahu bagaimana membangun relasi dengan pemain dalam cara yang tulus dan segera.
"Ia dapat memelihara rasa memiliki dan identitas kelompok, yang selalu merupakan hal terbaik. Hal-hal itu dapat membantu melewati halangan, terutama di tim nasional. Para pemain bisa menerima dengan baik setiap pendapat, penilaian, dan pemikirannya karena ia memiliki pengalaman di kamar ganti," ujar Buffon dikutip dari Football Italia.
Pada 26 Maret, Italia meladeni Irlandia Utara di Bergamo dalam semifinal play-off Eropa Jalur A. Bila menang, Si Biru akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Wales dan Bosnia dan Herzegovina. Lokasi final play-off di Wales atau Bosnia.
Gianluigi Buffon yakin Italia bisa tampil di putaran final nanti. Eks kiper legendaris ini sekaligus mencoba membalas kritik yang mengarah ke Gli Azzurri.
"Mari kita pilah beberapa nama. Kami merupakan tim yang ultrakompetitif untuk level yang lebih tinggi daripada yang harus tampil di play-off. Kami tampil di play-off dengan pemain seperti Donnarumma, Dimarco, Bastoni, Calafiori, Barella, Tonali, Retegui, Kean, dan Pio Esposito. Maksud saya, bagaimana bisa Italia tidak lolos? Saya masih sulit menerimanya," tutur Buffon lagi.
Namun, Gigi Buffon, berdasarkan pengalaman bermain sekian lama, tahu persis bahwa banyak faktor yang menentukan kesuksesan sebuah tim. Kemungkinan terburuk masih bisa terjadi.
"Akan tetapi, mungkin kegagalan terjadi untuk kali ketiga. Namun, setidaknya kami tampil dengan perasaan tenang sebab tahu bahwa inilah kenyataannya. Di lapangan mungkin akan menunjukkan bahwa kami keliru. Karena, begitu tampil, banyak hal lain yang bisa terjadi," kata mantan kiper Parma dan Juventus itu.
Kejutan sendiri datang dari Italia. Gennaro Gattuso telah lama didengungkan menyiapkan kejutan dengan memanggil kembali pemain veteran, Marco Verratti.
Gelandang berusia 33 tahun itu sudah tiga tahun tidak memperkuat Gli Azzurri. Akan tetapi, Buffon menilai bahwa pemanggilan Marco Verratti nanti tidak terlalu mengejutkan mengingat kebutuhan Italia akan kehadiran pemimpin di lini tengah.
"Marco selalu merupakan seseorang yang dihargai tinggi di kamar ganti. Setiap orang menyukainya. Pemanggilannya tidak akan membuat pemain lain kecewa. Lagipula, kualitas teknisnya sedemikian tinggi sehingga setiap orang segera mengenali kepemimpinan uniknya," ucap Buffon yang menorehkan kap terbanyak di Italia, 176 kali, ini.