TVRINews - Zurich, Swis

Apakah lagu ini akan mampu menyamai popularitas lagu-lagu pendahulunya? Waktu yang akan menjawab.

Sejarah mencatat betapa besarnya pengaruh musik dalam menyemarakkan gelaran Piala Dunia. Mulai dari hentakan La Copa de la Vida milik Ricky Martin pada 1998, fenomena Waka Waka (This Time for Africa) dari Shakira di 2010, hingga kolaborasi Pitbull dalam We Are One (Ole Ola) pada 2014, turnamen tersebut selalu melahirkan lagu-lagu hit yang ikonik hingga saat ini.

Menyongsong Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, FIFA berharap dapat kembali mengulang kesuksesan musikal serupa. Ambisi tersebut mulai diwujudkan dengan diperkenalkannya karya perdana dari album resmi turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.

Lagu pertama untuk album resmi Piala Dunia 2026 resmi diperkenalkan ke publik pada Senin (16/3). Menariknya, karya ini merupakan perpaduan gaya musik dari ketiga negara tuan rumah yang menjadi penyelenggara bersama.

Lagu pembuka ini berjudul Lighter, yang diproduseri oleh produser rekaman asal Kanada, Cirkut. Dibagian vokal, lagu ini menghadirkan kolaborasi unik antara penyanyi country sekaligus rapper asal Amerika Serikat, Jelly Roll, dengan penyanyi ternama Meksiko, Carin Leon.

Keberagaman latar belakang para pengisinya tercermin dalam lirik lagu yang memadukan bahasa Inggris dan Spanyol. Kombinasi ini diharapkan mampu merepresentasikan semangat persatuan dari ketiga negara tuan rumah yang memiliki karakteristik budaya berbeda.

Meski FIFA sudah membagikan cuplikan lagu tersebut melalui media sosial, para penggemar sepak bola dan musik masih harus sedikit bersabar. Versi lengkap dari Lighter baru akan tersedia secara utuh di berbagai platform pada Jumat (20/3).

“Panggung dunia telah siap, inilah lagu pertama dari album resmi penuh #FIFAWorldCup 2026,” tulis pengumuman tersebut, menandai dimulainya perjalanan musikal menuju turnamen terbesar di planet ini.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut mempromosikan album ini melalui akun media sosial pribadinya. Ia tampak antusias menyambut kolaborasi antara dunia olahraga dan seni suara ini.

“Album resmi Piala Dunia FIFA 2026 akan menciptakan keajaiban seiring bersatunya sepak bola dan musik untuk mempersatukan dunia,” tulis Infantino dalam unggahannya di Instagram.

Infantino juga menjelaskan proyek ini melibatkan banyak talenta dari berbagai penjuru dunia. Menurutnya, album ini akan menjadi wadah bagi musisi lintas generasi dan budaya.

“Bintang-bintang besar maupun talenta baru yang mewakili berbagai gaya dan budaya dari seluruh dunia saling berkolaborasi. Mereka menciptakan satu ritme global yang akan merayakan indahnya permainan sepak bola kita,” ujarnya.

Proses peluncuran lagu-lagu lainnya dalam album resmi ini diperkirakan akan terus berlanjut secara bertahap. Hal ini dilakukan guna membangun euforia hingga menjelang sepak mula perdana Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan pada 11 Juni mendatang.

Kehadiran album ini diharapkan tidak hanya menjadi latar suara saat pertandingan, tetapi juga menjadi jembatan emosional bagi para suporter dari berbagai negara. Melalui keterlibatan musisi papan atas, FIFA optimistis Piala Dunia 2026 memiliki identitas audio yang tak terlupakan.

Langkah ini mempertegas komitmen FIFA untuk menjadikan Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan festival budaya global. Perpaduan antara genre country, rap, dan musik Meksiko dalam satu lagu menjadi bukti awal dari ambisi tersebut.