Penyerang Timnas Brasil, Endrick, tampil bagus di klubnya, Lyon. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Sao Paulo, Brasil
Endrick memburu impian tampil di Piala Dunia 2026 lewat performa impresif bersama Lyon.
Membela tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026 menjadi satu-satunya harapan Endrick saat ini. Ia akan berjuang sekuat tenaga agar bisa mewujudkan impian tersebut.
Endrick adalah pemain muda Brasil yang digadang-gadang bakal jadi andalan tim berjuluk Canarinha di masa depan. Ia meninggalkan Palmeiras untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2024.
Akan tetapi, harapannya bisa melanjutkan performa impresif di atas lapangan hijau tersendat. Endrick lebih sering duduk di bangku cadangan dalam satu setengah musim bersama Madrid.
Tak ingin terjebak dalam situasi tersebut, ia memilih untuk mencari klub baru. Olympique Lyon menjadi tempatnya untuk mendapat menit bermain yang cukup dengan status pemain pinjaman.
Sejak bergabung pada Januari lalu, ia telah tampil dalam 18 pertandingan. Tujuh gol dan tujuh asis berhasil disumbangkannya untuk Lyon.
Performa tersebut membuatnya dilirik oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Endrick mendapat panggilan untuk uji coba pada Maret lalu.
Dalam laga pertama menghadapi Prancis, ia hanya duduk di bangku cadangan. Ancelotti baru memberinya kesempatan bermain sebagai pengganti saat melawan Kroasia, dan sukses menyumbangkan dua asis.
"Ia sangat berharap bisa membela Brasil di Piala Dunia 2026. Endrick yakin, jika tampil bagus di Lyon, ia bisa pergi ke Piala Dunia," kata Douglas Sousa, ayah dari Endrick, dikutip dari Marca, Senin (27/4/2026).
Merantau ke Eropa di usia yang masih sangat muda tentunya banyak hal berat yang mesti dilalui, terlebih dengan situasinya di Madrid setahun belakangan.
"Endrick punya pepatah bahwa lapangan sepak bola adalah tempat bermainnya. Di Real Madrid, dalam arti tertentu, mereka mengambil tempat bermain itu darinya. Yang ia inginkan hanya bermain sepak bola," tutur Sousa.
Sousa merasa beruntung sang anak memilih untuk menikahi perempuan bernama Gabriely Miranda. Ia yang mendorong Endrick agar berani memutuskan bergabung dengan Lyon demi meraih impian tampil di Piala Dunia 2026.
Endrick menunjukkan keseriusannya untuk berkembang bersama Lyon. Agar cepat beradaptasi dengan tim, ia langsung mengambil kelas bahasa Prancis.
"Menantu perempuan saya berperan penting dalam kepindahan Endrick ke Lyon, dan ia bahagia. Kami semua bahagia. Itu yang terpenting," kata Sousa.
Kini, saat performanya kembali menonjol, isu kepulangan ke Madrid mengemuka. Hal tersebut dikhawatirkan mengganggu fokusnya untuk menembus skuad Brasil di Piala Dunia 2026.
"Apakah saya punya peluang untuk tetap di Lyon? Sejujurnya, saya tidak tahu. Saya di sini sebagai pemain pinjaman selama enam bulan,” ujar Endrick.
Jika harus kembali ke Real Madrid, saya akan melakukannya dengan senang hati. Dan jika saya harus pergi ke tempat lain, saya juga akan melakukannya," ia menambahkan.
Masih tersisa sedikit waktu bagi Endrick untuk merebut hati Ancelotti. Ia tak ingin sekadar menambah torehan gol dan asis, tapi juga menempatkan Lyon di tiga besar klasemen Ligue 1 demi tiket ke Liga Champions musim depan.