Bintang Amerika Serikat, Christian Pulisic percaya negaranya bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - New York, Amerika Serikat
Kerja samanya dengan pelatih Mauricio Pochettino berjalan apik, melahirkan taktik menyerang yang menghapus rasa takut skuad AS.
Geliat sepak bola di tanah Amerika Serikat kian membuncah seiring dengan persiapan matang tim nasional mereka menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026. Di tengah ekspektasi publik yang begitu masif, Christian Pulisic bersiap memimpin rekan-rekannya untuk mengemban misi besar di rumah sendiri.
Pulisic diproyeksikan menjadi motor serangan utama sekaligus tumpuan harapan bagi skuad Amerika Serikat untuk mencetak sejarah baru di panggung dunia. Meskipun performanya bersama AC Milan sepanjang tahun 2026 sempat mandek dan menuai banyak sorotan tajam, ia berhasil mengembalikan kepercayaan publik lewat penampilan gemilang di laga uji coba.
Sumbangan satu gol dan satu asisnya saat menghadapi Senegal menjadi bukti ketajamannya telah kembali di saat yang tepat. Momentum kebangkitan ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Pulisic untuk menjawab keraguan para kritikus sepak bola.
Di seberang lapangan, kehadiran sosok juru taktik kawakan Mauricio Pochettino membawa angin segar sekaligus perubahan besar dalam peta kekuatan taktis Amerika Serikat. Filosofi sepak bola menyerang yang dikombinasikan dengan intensitas tinggi khas Amerika Selatan terbukti sukses mendongkrak kepercayaan diri para pemain.
Keuntungan bermain di hadapan publik sendiri juga menjadi faktor krusial yang membuat mentalitas skuad asuhan Pochettino ini jauh lebih matang dan tenang. Gelombang antusiasme masyarakat yang luar biasa di setiap kota penyelenggara menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk tampil habis-habisan.
Pulisic merasa atmosfer Piala Dunia kali ini jauh lebih bersahabat jika dibandingkan dengan tekanan mental yang dirasakan empat tahun lalu di Qatar. Ia pun menjelaskan berbagai hal saat wawancara dengan Gazzetta dello Sport.
Bagaimana pandangan Anda mengenai laga pembuka Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 ini?
Ini adalah momentum emas bagi kami dan kami sama sekali tidak merasa takut. Kami ingin menjadi kekuatan nyata dalam Piala Dunia kali ini dan membuktikan bahwa kami mampu bersaing ketat dengan tim mana pun di dunia.
Anda sempat mandek mencetak gol bersama AC Milan sepanjang tahun 2026 dan baru pecah telur saat uji coba melawan Senegal. Bagaimana Anda menanggapi kritik tersebut?
Bagi saya yang terpenting adalah keran gol itu sekarang sudah terbuka, jadi saya harap publik bisa berhenti membesar-besarkannya. Kini saatnya fokus pada momen historis di depan mata yang rasanya hampir surealis, karena memenangi laga perdana kontra Paraguai sangat krusial untuk mengirim pesan ancaman di fase grup.
Situasi internal AC Milan saat ini sedang tidak stabil karena belum memiliki pelatih kepala dan direktur baru. Bagaimana tanggapan Anda?
Saya hanya bisa mengatakan bahwa AC Milan adalah klub yang hebat dan saya yakin manajemen akan menyelesaikan segala sesuatunya dengan baik. Pada akhirnya tim akan kembali bangkit ke tempat yang seharusnya, tetapi untuk saat ini fokus penuh saya hanyalah untuk Amerika.
Apakah Anda masih menjalin komunikasi dengan rekan-rekan setim di Milan untuk mengetahui kondisi di sana?
Ya, saya tetap berkomunikasi dengan beberapa pemain di sana dan mereka bahkan sempat memberikan ucapan selamat berjuang untuk saya di Piala Dunia. Secara umum, saya memiliki banyak sekali teman dekat yang menetap di Italia sampai saat ini.
Bagaimana dengan rekan setim di Milan yang kini justru menjadi rival Anda di Piala Dunia 2026?
Tentu saja saya juga berbicara dengan mereka karena ada banyak sekali pemain Milan yang berlaga di turnamen ini. Saya tidak terlalu memikirkan status kami yang harus saling berhadapan di lapangan, tetapi saya mendoakan yang terbaik untuk semua orang, termasuk Santi Gimenez yang tampil perdana untuk Meksiko.
Bagaimana hubungan Anda dengan Mauricio Pochettino, terutama dengan adanya rumor bahwa ia juga dibidik oleh AC Milan?
Saya hanya melihat dirinya sebagai pelatih saya di tim nasional untuk saat ini. Hubungan kami berjalan dengan sangat baik dan kami telah melakukan beberapa percakapan mendalam mengenai apa yang dia minta dari saya di lapangan.
Apa yang membedakan Pochettino dengan pelatih-pelatih Anda sebelumnya di AC Milan seperti Fonseca atau Allegri?
Saya tidak ingin membanding-bandingkan, tetapi dia adalah pelatih asal Amerika Selatan pertama dalam karier saya. Saya sangat menyukai gairah besar, intensitas tinggi, serta filosofi sepak bola menyerang dengan energi konstan yang ia bawa ke dalam skuad.
Transisi permainan Amerika Serikat terlihat meningkat dalam duas laga uji coba terakhir. Apakah ini dampak dari mentalitas menyerang Pochettino?
Gaya bermain ini terbukti memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan tim. Skema menyerang ini berhasil memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi kami untuk berani menghadapi negara-negara kuat tanpa rasa takut.
Pochettino selalu mendoktrin skuad dengan kalimat "Why Not Us?". Mengapa Amerika Serikat bisa berpikir untuk melangkah sampai jauh?
Seperti yang saya katakan, kami tidak takut dengan tekanan yang ada karena ini adalah waktu yang tepat bagi kami. Kami memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mengejutkan dunia dan melangkah sejauh mungkin di turnamen ini.
Anda dan Weston McKennie tumbuh bersama sejak timnas U-14 dan kini sama-sama membela klub besar Italia. Bagaimana rasanya berjuang bersama di pundak timnas?
Kami benar-benar tumbuh bersama dari bawah hingga sekarang saya di Milan dan dia di Juventus. Saat menghadapi tekanan besar di debut Piala Dunia, sangat membantu rasanya ketika melihat sekeliling dan menemukan rekan yang sudah Anda kenal sejak usia 13 tahun karena hal itu memicu semangat juang kami.
Seberapa besar antusiasme yang Anda rasakan, dan apakah Anda lebih menikmati persiapannya dibandingkan saat di Qatar empat tahun lalu?
Ya, saya merasa sedikit lebih relaks karena faktor pengalaman bertanding di Eropa dan keuntungan bermain di rumah sendiri sangat membantu menenangkan mentalitas saya. Saya juga merasa telah menjadi pemain yang jauh lebih baik dan matang di segala aspek dibandingkan saat tampil di Qatar lalu.
Di tengah berbagai polemik yang ada, apakah Anda bisa merasakan dukungan serta antusiasme yang masif dari publik Amerika Serikat?
Tentu saja, di setiap kota yang kami kunjungi, para penggemar selalu memadati hotel dan tempat latihan kami. Banyak dari mereka yang biasanya tidak menonton sepak bola kini ikut memberikan dukungan penuh, dan kami ingin momentum Piala Dunia ini membuat sepak bola terus berkembang di Amerika Serikat.