Sebastien Desabre, mampu meloloskan Rep. Dem. Kongo ke Piala Dunia kedua setelah 1974. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Kinshasa, Rep. Dem. Kongo
Sebastien Desabre lekat dengan Afrika selama sekitar satu setengah dekade. RD Kongo merasakan pengaruhnya.
Pelatih Timnas Republik Demokratik Kongo, Sebastien Desabre, telah membangun reputasi sebagai salah satu manajer paling berpengalaman dan cerdas taktis di Afrika. Di usia 49 tahun, juru taktik kelahiran Valence, Prancis, ini memiliki segudang pengalaman setelah bekerja di beberapa liga dan klub paling kompetitif di Afrika.
Selama sekitar satu setengah dekade di berbagai negara, Sebastien Desabre secara konsisten menunjukkan kemampuan untuk mengubah tim menjadi kesatuan yang kompetitif dan berprestasi. Tak mengherankan bila Desabre semakin mendapatkan respek di sepanjang perjalanan kepelatihannya.
Tertambat di Afrika
Desabre memulai karier manajerialnya di Prancis bersama ES Le Cannet-Rocheville sebelum pindah ke Afrika. Pada 2010, ia menukangi ASEC Mimosas dengan raihan gelar Liga Pantai Gading.
Kesuksesannya berlanjut di Kamerun bersama Coton Sport dengan gelar juara liga dan mencapai semifinal Liga Champion CAF 2012/13. Setelah berkiprah di Tunisia bersama Esperance Sportive de Tunis, Desabre membawa Recreativo Desportivo Libolo meraih Piala Super Angola, Desabre.
CV mengilapnya di Afrika berlanjut. Desabre merasakan gelar juara Liga Maroko bersama Wydad Athletic Club dan merombak Ismaily SC Mesir.
Kiprahnya semakin diakui saat mengangkat Timnas Uganda. Ia membawa Uganda ke ronde 16 besar Piala Afrika 2019 setelah cuma kalah tipis dari Senegal.
Klub Mesir, Pyramids, dan Wydad AC di Maroko untuk kali kedua meneruskan perjalanan Desabre di Afrika. Walau kemudian menambah pengalaman di Eropa di klub Ligue 2 Prancis, Chamois Niortais, hati Desabre tertambat di Afrika. Di Benua Hitam, kecerdasan taktis dan kemampuannya memotivasi tampak bersinar, yang kurang lebih mengingatkan penggemar bola pada Philippe Trousier yang berjulukan Dukun Putih.
Desabre pun menerima tantangan menangani Timnas Rep. Demokratik Kongo sejak 2022 menggantikan Hector Cuper. Langkah awalnya segera mengesankan. Setelah mencapai semifinal Piala Afrika 2023, pria Prancis ini membawa Leopards lolos kualifikasi Piala Afrika 2025 dengan rekor tak terkalahkan dalam pertandingan kompetitif.
Tak pelak hasil puncak tangan dinginnya adalah keberhasilan membawa RD Kongo lolos ke Piala Dunia 2026. Setelah menjadi runner-up di kualifikasi grup ronde perama di bawah Senegal, Tim Macan Tutul, julukan RD Kongo, mengempaskan dua pelanggan putaran final Piala Dunia, Kamerun di semifinal dan Nigeria di final play-off.
RD Kongo menatap Piala Dunia kedua mereka setelah 1974 kala masih mengusung nama Zaire. Desabre mencapai target dalam kontraknya yang akan habis pada musim panas ini. Ia menepati janjinya kepada rakyat RD Kongo saat menerima ikatan empat tahun pada 2022.
Sesuai Target Pragmatis
Apa yang bisa diharapkan dari Tim Macan Tutul yang dilatih Sebastien Desabre?
"Kami memiliki tim yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik Afrika. Kuncinya adalah menjaga kedisiplinan taktis dan mengoptimalkan potensi ofensif kami," kata Sebastien Desabre di situs resmi CAF sedikit banyak menggambarkan gaya kepelatihannya.
Ya, Desabre menekankan disiplin taktis dan organisasi kolektif. Ia memadukan struktur pertahanan yang solid dengan permainan serangan balik yang cepat dan agresif. Ia tidak menutupi kecenderungan pragmatis tersebut.
Sebastien menuntut organisasi pertahanan timnya solid. Tak jarang ia mengharuskan lini depan untuk mundur dan lini belakang untuk maju guna menciptakan kesatuan yang sangat fisik dan kompak di lapangan.
Desabre membuat timnya menyerap tekanan dan melancarkan serangan balik cepat dan efisien. Maka, pelatih berusia 49 tahun itu membentuk lini tengah yang dinamis yang mampu melakukan pemulihan penguasaan bola dengan cepat dan transisi yang tepat.
Kendati preferensinya pada fondasi yang stabil, Desabre menyesuaikan pendekatannya berdasarkan personel dan lawan. Sesekali ia memainkan pengatur serangan kreatif ke dalam formasi yang kokoh untuk membongkar pertahanan yang tangguh.
Secara umum, pendekatan kepelatihan Desabre berpusat pada usaha memaksimalkan kekompakan tim. Di RD Kongo, walau mesti bekerja keras meyakinkan pemain yang berpaspor ganda untuk memperkuat Macan Tutul, Desabre memastikan pilihannya tidak keliru. Hasil keteguhannya sudah tersaji. Macan Tutul besutan Desabre siap menerkam korban lagi.
Biodata
Nama: Sebastien Serge Louis Desabre
Kelahiran: Valence, Prancis, 2 Agustus 1976 (49 tahun)
Karier Kepelatihan
- ES Cannet-Rocheville (2006–2010)
- ASEC Mimosas (2010–2012)
- Coton Sport (2012–2013)
- Esperance de Tunis (2013–2014)
- Recreativo do Libolo (2015)
- Dubai CSC (2015–2016)
- JS Saoura (2016)
- Wydad AC (2016–2017)
- Ismaily (2017)
- Uganda (2017–2019)
- Pyramids (2019)
- Wydad AC (2020)
- Chamois Niortais (2020–2022)
- RD Kongo (2022–sekarang)
Prestasi Kepelatihan
ES Cannet-Rocheville
- Regional 2 Group B: 2006/07
- Division d'Honneur Mediterranee: 2007/08
ASEC Mimosas
- Coupe de Cote d'Ivoire: 2011
- Coupe Houphouet-Boigny: 2012
Coton Sport
- Liga Elite One 2013
Esperance de Tunis
- Liga Pro Tunisia 1: 2013/14
Recreativo do Libolo
- Liga Girabola Angola 2015
RD Kongo
- Peringkat 4 Piala Afrika 2023