TVRINews – Lisbon, Portugal

Piala Dunia 2026 menjadi "last dance"bagi Cristiano Ronaldo dalam upayanya untuk mendapatkan trofi paling prestisius dalam sepak bola.

Jika Anda membahas atau menganalisis Tim Nasional Sepak Bola Portugal dalam sekitar dua dekade terakhir, rasanya mustahil bila tidak menyebut satu nama, Cristiano Ronaldo. 

Tampaknya tidak perlu panjang lebar untuk menggambarkan Cristiano Ronaldo. Majalah sepak bola Inggris FourFourTwo menempatkannya di peringkat keempat pesepak bola terhebat sepanjang masa, dan kedua pemain terbesar Real Madrid sepanjang masa. 

Ronaldo adalah pemenang lima penghargaan pesepak bola terbaik dunia, Ballon d’Or. Sekali (2008) ia rebut saat berseragam Manchester United dan empat lainnya (2013, 2014, 2016, 2017) ketika membela Real Madrid.

Ia juga sudah merebut lima gelar juara Liga Champions, yakni sekali bersama Man. United pada 2008 dan empat lainnya bersama Madrid, yaitu 2014, 2016, 2017, dan 2018.

Ronaldo sudah memenangi hampir segalanya selama berkarier di sepak bola, dengan hanya Piala Dunia menjadi satu-satunya trofi yang belum ada di lemari koleksinya. Yang menyakitkan, itu justru gelar paling prestisius yang diidamkan seluruh pesepak bola di dunia. 

Turnamen di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni nanti menjadi Piala Dunia keenam dan hampir pasti menjadi kesempatan terakhirnya merebut trofi tersebut.

Bersama Timnas Portugal, Ronaldo sudah memenangi Kejuaraan Eropa (Euro) pada 2016 serta dua UEFA Nations League – 2019 dan 2025.

Dengan segudang pengalaman dan torehannya, tidak mengherankan bila pelatih Roberto Martinez masih memasukkan nama Ronaldo dalam daftar pemain untuk Piala Dunia 2026. 

Ronaldo kini memang sudah berusia 41 tahun dan perannya di lapangan untuk Timnas Portugal mungkin tidak sepenting dulu lagi. Namun, ia bukan hanya masih menjadi kapten namun juga wajah dan ikon Timnas Portugal. 

Rekor Gol 

Turnamen di Amerika Utara pada musim panas nanti menjadi Piala Dunia keenam bagi Ronaldo. Sejak turun perdana pada 2006 di Jerman hingga 2022 di Qatar, pencapaian terbaik Portugal bersama Ronaldo hanyalah semifinal (akhirnya peringkat keempat pada 2006).

Kendati begitu, Ronaldo masih menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di setiap Piala Dunia yang diikutinya, yakni masing-masing satu pada 2006, 2010, 2014, dan 2022, serta empat pada 2018.

Untuk Timnas Portugal, sejak debut pada Agustus 2003, Ronaldo sudah mencetak 143 gol dalam 226 pertandingan di semua ajang. 

Sejumlah sumber mencatat total gol Ronaldo saat ini sekitar 970. Jika melihat performanya yang masih tajam saat ini, bukan tidak mungkin ia mampu memenuhi ambisinya mencetak 1000 gol dan Piala Dunia bisa menjadi salah satu sumber golnya.

Kelemahan Portugal Bisa Jadi Problem Ronaldo

Portugal saat ini dikenal sebagai salah satu tim nasional sepak bola dengan serangan sangat berbahaya di level dunia. Tidak hanya mengandalkan Ronaldo, mereka juga masih memiliki Vitinha, Joao Neves, Bruno Fernandes, hingga Bernardo Silva yang sangat berbahaya dengan teknik dan kreativitasnya di lapangan. 

Pun begitu, Portugal masih memiliki kelemahan dalam menyeimbangkan serangan dengan pertahanan. Gaya bermain agresif skuad pelatih Roberto Martinez dengan sistem penyerangannya bisa menciptakan ruang-ruang di belakang – utamanya area bek sayap – yang bisa membuat kestabilan lini tengah terganggu karena harus membantu pertahanan.