TVRINews - Jakarta

Dua hal yang perlu ditunggu dalam hitung mundur tiga bulan ini: play-off yang sudah menjelang dan pengganti Iran.

Penantian para penggemar untuk menyaksikan Piala Dunia 2026 sudah memasuki fase krusial, yakni 90 hari sebelum sepak mula di Estadio Azteca pada 11 Juni. 

Masa 90 hari sering disebut sebagai periode penting, terutama berkaitan dengan persiapan sebuah ajang. Masa genting itu akan semakin mendebarkan bila ajangnya berskala dunia seperti Piala Dunia 2026.

Setelah fase play-off pada akhir Maret ini, semua partisipan seharusnya sudah dapat dipastikan. Hanya, perkembangan geopolitik merecoki keikutsertaan satu peserta yang sudah memegang tiket ke putaran final. 

Masa tiga bulan ini tampaknya akan menegangkan dengan beberapa bahasan di bawah ini. 


Play-Off di Akhir Maret

Piala Dunia 2026 akan mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya putaran final Piala Dunia diikuti 48 tim peserta. Piala Dunia 2022 menjadi gelaran terakhir dengan 32 partisipan. 

Selain tiga negara tuan rumah--Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada--yang otomatis lolos, tim-tim mesti melewati persaingan ketat untuk mendapatkan jatah ke putaran final yang akan diadakan sampai 19 Juli itu. Dalam hitungan tiga bulan, enam tempat bahkan masih dalam perebutan melalui play-off.  

Pada akhir Maret, kesemua tim yang lolos dari kualifikasi sudah akan diketahui. Partai-partai play-off akan digelar pada 26 dan 31 Maret waktu setempat. 

Terdapat dua jenis play-off untuk Piala Dunia 2026 ini, yaitu interkontinental atau antarbenua ataupun antarkonfederasi dan ronde kedua kualifikasi zona Eropa. Keduanya melaksanakan dua fase, yaitu semifinal dan final. Berikut ini jadwal lengkap play-off Piala Dunia 2026. 


PLAY-OFF ANTARBENUA


Jalur 1: 

Semifinal: Zapopan, 26 Maret (27 Maret, 10.00 WIB): Kaledonia Baru vs Jamaika

Final: Zapopan, 31 Maret (1 April, 03.00 WIB): Pemenang semifinal vs Rep. Demokratik Kongo


Jalur 2: 

Semifinal: Guadalupe, 26 Maret (27 Maret, 05.00 WIB): Bolivia vs Suriname

Final: Guadalupe, 31 Maret (1 April, 03.00 WIB): Pemenang semifinal vs Irak



PLAY-OFF ZONA EROPA (Kualifikasi Ronde 2)


Jalur A: 

Semifinal 1: Cardiff, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Wales vs Bosnia dan Herzegovina

Semifinal 2: Bergamo, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Italia vs Irlandia Utara

Final: Cardiff atau Zenica, 31 Maret (1 April, 01.45 WIB): Pemenang semifinal 1 vs pemenang semifinal 2


Jalur B: 

Semifinal 3: Valencia, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Ukraina vs Swedia

Semifinal 4: Warsawa, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Polandia vs Albania

Final: Valencia atau Solna, 31 Maret (1 April, 01.45 WIB): Pemenang semifinal 3 vs pemenang semifinal 4


Jalur C: 

Semifinal 5: Bratislava, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Slowakia vs Kosovo

Semifinal 6: Istanbul, 26 Maret (27 Maret, 00.00 WIB): Turki vs Rumania

Final: Bratislava atau Pristina, 31 Maret (1 April, 01.45 WIB): Pemenang semifinal 5 vs pemenang semifinal 6


Jalur D: 

Semifinal 7: Praha, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Rep. Ceko vs Rep. Irlandia

Semifinal 8: Kopenhagen, 26 Maret (27 Maret, 02.45 WIB): Denmark vs Masedonia Utara

Final: Praha atau Dublin, 31 Maret (1 April, 01.45 WIB): Pemenang semifinal 7 vs pemenang semifinal 8


Sorotan Gli Azzurri

Tak pelak, para peserta play-off sudah bersiap untuk memuncaki perjuangan di tahap akhir ini. Segenap persiapan tentu sudah mereka lakukan sejak kepastian mesti melakoni fase penentuan ini.

Tak bisa dielakkan juga, Italia menjadi tim yang paling disorot. Atensi yang tidak mengherankan. Gli Azzurri merupakan empat kali juara dunia (1934, 1938, 1982, dan 2006). Sepak bola dunia pernah berkiblat ke Negeri Piza. Italia merupakan pula tim dengan peringkat tertinggi di antara peserta play-off, yaitu peringkat ke-12 dunia. 

Khusus kualifikasi Piala Dunia, Italia patut merasakan panas dingin juga. Gli Azzurri bisa memperpanjang catatan butut mereka setelah dua kali beruntun gagal lolos, yaitu ke Piala Dunia 2018 dan 2022 dengan nota bene menjadi kampiun Euro 2000.

Pelatih Gennaro Gattuso mengundang perhatian juga seputar kemungkinan pemanggilan pemain, secara khusus pada gelandang veteran, Marco Verratti. 


Cedera di Saat Seperti Ini

Di periode genting seperti ini, ketersediaan pemain tentu bisa memengaruhi kekuatan skuad. Masalah cedera jelas bukan hal yang diinginkan. Akan tetapi, cedera sering datang pada saat yang tidak diinginkan.

Perkembangan terakhir, Italia mendapat gangguan persoalan kebugaran pemain. Verratti menjadi salah satu pemain yang saat ini tidak tersedia karena cedera. Giovanni Leoni, Matteo Gabbia, Nicolo Rovella, dan Antonio Vergara hampir pasti tidak bisa bermain di play-off

Giovanni Di Lorenzo dan Destiny Udogie berpacu dengan waktu untuk bisa fit, tapi diperkirakan sudah bisa turun play-off. Alessandro Bastoni dan Riccardo Calafiori sempat cedera, tapi sudah mulai berlatih di klub. 

Dari kubu lain, Harry Wilson, yang mengilap musim ini di Fulham, juga mendapatkan lampu hijau untuk dapat memperkuat Wales guna menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Nasib buruk dialami Evan Ferguson. Cedera engkel saat membela Roma membuat musim Ferguson berakhir. Semisal Republik Irlandia lolos, sang penyerang tidak bisa berangkat ke Amerika Utara. Josh Cullen dan Mikey Johnston juga akan absen di play-off Irlandia.

Lawan Irlandia di semifinal play-off, Rep. Ceko, masih menanti kebugaran sejumlah pemain gelandang serang Pavel Sulc, striker Patrik Schick, dan sayap Lukas Provod. Ceko takkan diperkuat Tomas Soucek untuk semifinal karena sanksi akumulasi kartu.


Ruwet Gegara Iran Mundur

Play-off, apalagi putaran final, belum lagi dimulai, tapi situasi seputar Piala Dunia 2026 sudah mengundang keheranan. Bagaimana tidak, Amerika Serikat sebagai penggelar pertandingan terbanyak dibandingkan dengan dua tuan rumah lain, Meksiko dan Kanada, membuat kelangsungan turnamen menjadi tanda tanya. Serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran memulai ketegangan geopolitik. Serangan balasan Iran mengisyaratkan kemungkinan perang.

Sampai sekarang, belum ada tanda-tanda akan ada gencatan senjata. Kerusakan telanjur terjadi, termasuk terhadap Piala Dunia 2026.

Iran, salah satu negara yang lolos ke putaran final, akhirnya memutuskan mundur dari turnamen. FIFA mesti memutuskan nasib slot yang ditinggalkan Iran di Grup G yang juga diisi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. 

Beberapa spekulasi mencuat, seperti Irak yang disebut paling berhak menggantikan tetangganya itu, hingga Italia yang diloloskan seiring peringkat tinggi di daftar ranking FIFA. 

Masih tiga bulan lagi. FIFA bakal harus menelurkan jalan keluar.