TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat

Teboho Mokoena berperan besar dalam poin penting Afrika Selatan, bukan hanya kesuksesan mengeksekusi penalti.

Afrika Selatan mendapati diri mereka dalam kesulitan besar sejak pertandingan menghadapi Republik Ceko di Atlanta Stadium baru di fase awal. Sejak menit keenam laga pada Kamis (18/6/2026), Bafana Bafana sudah tertinggal.

Praktis sepanjang pertandingan Grup A hari laga kedua ini Afrika Selatan mencari cara untuk tidak menjadi tim pertama yang mengalami dua kekalahan beruntun. Biasanya, tim yang dua kali menelan kekalahan nyaris mustahil lolos ke fase gugur. 

Afrika Selatan pun mengerahkan segenap daya upaya untuk sekurangnya mendapatkan satu angka. Dari statistik, skuad asuhan Hugo Broos ini menguasai permainan dengan 62 persen penguasaan bola. 

Bafana Bafana melepaskan total 17 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang lawan. Rep. Ceko membuat 14 tembakan, tiga buah mengarah ke sasaran. Afsel pun dinilai mempunyai harapan gol (xG) yang lebih tinggi, yakni 1,35, dibandingkan 1,02 yang dihasilkan Ceko.

Peran Teboho Mokoena pun dianggap besar dalam keberhasilan Afsel memaksa hasil imbang ini. Kapten keempat Bafana Bafana ini merupakan gelandang tengah dalam formasi 4-3-3 yang diterapkan Hugo Broos.

Dari posisi sentral itu, Teboho Mokoena menelurkan kelebihan dibandingkan pemain-pemain lain. Pemain milik klub Mamelodi Sundowns ini menjadi yang terbanyak atau tersering di beberapa aspek permainan di pertandingan di Atlanta ini. Berikut ini statistik tertinggi yang dibuat Mokoena.

  • 120 sentuhan pada bola
  • 97 operan total 
  • 22 operan di sepertiga lapangan akhir
  • 5 kali pembuatan peluang. 

Sebagai catatan tambahan, akurasi operan Teboho Mokoena mencapai 96 persen. Kontribusinya termasuk untuk sisi defensif, yakni sekali sapuan dan dua kali intersep termasuk di pengujung pertandingan. 

Pemain berusia 27 tahun itu beberapa kali melesatkan tembakan jarak jauh yang sebenarnya cenderung spekulatif. Akan tetapi, Teboho Mokoena menemui sasaran saat mengeksekusi penalti pada menit ke-83 yang didapat Afsel setelah handball Pavel Sulc. Gol dari titik putih tersebut menjadi yang ke-10 Mokoena buat Afrika Selatan dari 53 penampilan.

Situs skor langsung seperti Flashscore dan Fotmob kompak mengusung Teboho Mokoena sebagai pemain dengan nilai tertinggi di atas 8,0. TVRINews sepakat dengan pilihan tersebut. Bukan hanya menunjukkan ketenangan di bawah tekanan saat menjadi algojo penalti yang krusial bagi nasib Afrika Selatan, Mokoena menjadi jantung permainan yang memelihara peluang Bafana Bafana di Piala Dunia 2026 ini.

Maka, kartu kuning Mokoena di laga ini memberikan kepeningan buat Hugo Broos. Dengan kartu kuning kedua setelah dari partai pertama, pemain kelahiran Betlehem, Afsel, ini akan absen di laga terakhir menantang Korea Selatan.

Yang menarik, media-media Korsel yang memantau perkembangan ini menilai Afsel akan merasakan kehilangan besar. The Chosun Daily menilai absensi Mokoena nanti akan meringankan tugas Son Heung-min dkk. Star News bahkan berterima kasih kepada wasit perempuan yang memimpin laga ini, Tori Penso, untuk kartu kuning Mokoena.