TVRINews - Vancouver, Kanada

Jonathan David, mengkritik pemain Qatar Assim Madibo yang menjadi penyebab dari cedera rekan setimnya itu.

Kemenangan bersejarah Kanada di Piala Dunia 2026 saat menang 6-0 atas Qatar di Stadion Vancouver Stadium, diwarnai dengan gestur menyentuh hati yang diperlihatkan salah satu pemain Les Rouges, Nathan Saliba. 

Dalam pertandingan Kamis (18/6/2026) atau Jumat pagi WIB ini, Nathan Saliba mencetak gol di menit ke-64 yang merupakan pencetak gol keempat tim asuhan Jesse Marsch ini. Setelah mencetak gol dari tendangan bebas tersebut, pemain klub Anderlecht (Belgia) ini merayakan dengan berlari ke pinggir lapangan, mengambil kaus cadangan rekan setimnya, Ismael Kone.

Dengan mata yang tampak menahan tangis, Nathan Saliba mengangkat jersei nomor 8 ke arah pendukung Kanada di stadion. Gestur yang dia berikan untuk Ismael Kone yang saat itu memang sudah tidak berada di lapangan karena mengalami cedera parah dan sangat serius.

Selain mengangkat jersi tersebut, Nathan Saliba juga mencium kaus nomor 8 milik Ismael Kone itu. Hari itu, Nathan Saliba dan pemain Kanada, pelatih, ofisial, serta masyarakat Kanada memang merasakan perasaan antara bahagia dan kesedihan.

Mereka bahagia karena akhirnya berhasil meraih kemenangan lawan Qatar. Ini kemenangan bersejarah bagi negeri ini dalam keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Dalam edisi dua Piala Dunia sejarah negeri ini yaitu pada 1986 dan 2022, Kanada memang belum pernah meraih kemenangan.

Di sisi lain, kemenangan ini mereka raih dengan ditandai pesta gol. Enam gol Kanada di antaranya hat-trick dari Jonathan David di menit ke-29, 45, dan 90. Cyle Larin mencetak satu gol di menit ke-16 yang merupakan gol pembuka Kanada, dua gol lainnya dari gol Nathan Saliba di menit ke-64 dan gol bunuh diri pemain Qatar, Mohamed Al Mannai, menit ke-75.

Tapi, pesta gol tersebut diiringi dengan peristiwa horor di mana Ismael Kone mengalami cedera patah tulang ketis kaki kirinya. Peristiwa tersebut terjadi pada menit ke-55 karena pelanggaran yang dilakukan pemain Qatar, Assim Madibo.

Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada Assim Madibo atas pelanggaran tersebut. Pada menit-menit momen itu terjadi, tampak para pemain Kanada menutupi kondisi Ismael Kone yang tengah dalam perawatan tim medis. Sementara itu, Assim Madibo tampak sangat khawatir dan merasa bersalah. Rekan setimnya di Qatar mencoba menenangkan Assim Modibo.

Setelah bebera menit kemudian, tim medis membawa Ismael Kone dengan tandu dan langsung melarikannya ke rumah sakit. Menurut laporan terkini, gelandang berusia 24 tahun ini mengalami patah tulang tibia dan fibula. Tulang tibia adalah tulang kering sedangkan tulang fibula merupakan tulang betis, yang letaknya sejajar dengan tulang tibia.

Setelah pertandingan berakhir, pelatih Jesse Marsch menyatakan bahwa Ismael Kone telah dibawa ke rumah sakit ditemani oleh ibunya, Suzane, dan dia akan melakukan operasi. Jesse Marsch juga menyatakan bahwa pemain Qatar, Assim Madibo, datang ke kamar ganti pemain Kanada dan menyampaikan permintaan maaf atas pelanggaran yang dilakukan terhadap Ismael Kone.

Jesse Marsch pun memberikan pujian yang tinggi kepada Ismael Kone dan mendoakan semoga pulih. Dia yakin, Ismael Kone masih memiliki masa depan yang cerah.

"Ismael adalah anak yang hebat. Dia bisa melakukan hal-hal hebat dan di saat berikutnya dia kehilangan konsentrasi. Dia mewujudkan banyak hal dari tim ini. Ini adalah kehilangan besar bagi kami," kata Jesse Marsch. "Dia akan baik-baik saja, kami akan mencarikan dokter yang baik untuknya. Dia memiliki masa depan yang cerah dan dia adalah bagian besar dari semua yang akan kami lakukan."

Kapten Timnas Kanada, Stephen Eustaquio, salah satu pemain yang saat peristiwa itu terjadi dia menghampiri Ismael Kone yang tengah mengerang kesakitan. “Saya melihat kakinya. Saya melihat ada sesuatu yang tidak beres,” kata Stephen Eustaquio.

Sedangkan Jonathan David, memberikan sedikit saran bernada kritik terhadap Assim Madibo. “Jika ada permainan di mana Anda tidak bisa merebut bola, tidak ada gunanya. Jangan lakukan,” katanya. “Itu hanya akan menyakiti orang lain. Kami akan kehilangan Ismael Kone. Dia memiliki faktor X yang sangat dibutuhkan tim kami.”

Ismael Kone kelahiran Abidjan, Pantai Gading pada 16 Juni 2002. Ya, pemain yang baru berulang tahun pada Selasa lalu. Gelandang Sassuolo ini bermain untuk Kanada sejak 2022 silam. Total dia telah bermain dalam 42 laga Timnas Kanada dengan mencetak empat gol. Sebagai gelandang, Ismael Kone dikenal memiliki kemampuan menggiring bola yang baik. Dia tipikal pemain yang mampu bergerak dengan mudah dan tetap tenang meski dalam tekanan.