TVRINews - Rio de Janeiro, Brasil

Timnas Jerman juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan deretan tim raksasa di turnamen yang digelar di Brasil ini.

Ketika Bastian Schweinsteiger mengangkat trofi Piala Dunia ke udara, momen itu meninggalkan tiga hal yang akan terus diingat: Mario Goetze, kekalahan telak Brasil, dan perjalanan Die Mannschscaft yang nyaris sempurna sepanjang turnamen yang digelar di Negeri Samba ini.

Tim yang dikalahkan Jerman di final pada 13 Juli 2014 lalu memang Argentina. Namun, publik dunia akan mengingat sukses Jerman ini juga ketika menang telak di semifinal lawan Brasil.

Laga semifinal pada 8 Juli 2014 tersebut menggambarkan bagaimana Jerman menjadi mesin kemenangan. Pada laga di Stadion Mineirao tersebut, Jerman menang 7-1 atas tuan rumah Brasil.

Tujuh gol Jerman dalam pertandingan tersebut tercipta dari Thomas Muller (menit ke-11), Miroslav Klose (23), Toni Kroos (24 dan 26), Sami Khedira (29), dan Andrea Schuerrle (69 dan 79).

Sedangkan satu-satunya gol Brasil di laga tersebut dicetak Oscar pada menit ke-89. Kekalahan ini kemudian disebut dengan "Mineirazo" dalam sepak bola Brasil, kekalahan terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Brasil.

Brasil bukanlah satu-satunya tim besar yang menjadi korban pasukan Joachim Low. Kekuatan Jerman sudah terlihat sejak laga pertama mereka di Piala Dunia 2014 ini.

Dalam laga fase grup tersebut, Jerman menang 4-0 atas Timnas Portugal yang ketika itu memiliki bintang seperti Cristiano Ronaldo (kapten Portugal).

Lalu, sebelum mengalahkan Brasil di semifinal, Jerman pun menekuk Timnas Prancis dengan skor 1-0 di perempat final. Dengan demikian, langkah Jerman merengkuh trofi Piala Dunia 2014 dengan memukul empat tim besar yaitu Portugal, Prancis, Brasil, dan kemudian di final lawan Argentina.

Selain deretan tim besar tersebut, Jerman imbang 2-2 lawan Gana dan menang 1-0 atas Amerika Serikat di fase grup. Lalu menang 2-1 atas Aljazair dalam perpanjangan waktu.

Cadangan Spesial

Di laga final, Joachim Low menempatkan dua kartu asnya di bangku cadangan, yaitu Mario Goetze dan Andrea Schurrle. Sedangkan line-up terdiri dari Manuel Neuer di bawah mistar dan empat bek yaitu Philipp Lahm, Jeremoe Boateng, Mats Hummels, danm Benedikt Howedes.

Dengan pola 4-3-3, Bastian Schewinsteiger, Toni Kroos, dan Christopher Kramer di lini tengah. Untuk trio lini depannya adalah Miroslav Klose yang mendapat dukungan dari Mesut Ozil di sayap kiri dan Thomas Muller di sayap kanan.

Jerman ketika itu memiliki barisan pemain yang dalam performa terbaik karier mereka seperti. Sementara itu, Argentina asuhan Alejandro Sabella mengandalkan Gonzalo Higuain sebagai penyerang dengan dukungan Lionel Messi, Ezequiel Lavezzi, dan Enzo Perez.

Dua gelandang di depan pertahanan adalah Javier Mascherano dan Lucas Biglia. Pablo Zabaleta, Martin Demeichelis, Ezeguiel Garay, dan Marcos Rojo merupakan empat bek di depan kiper Sergio Romero.

Joachim Low menyebutkan bahwa sukses timnya tiada lain adalah hasil dari proyek yang sudah dipersiapkan selama 10 tahun yang sebelumnya di bawah asuhan Jurgen Klinsmann.

Mario Goetze dan Andrea Schurrle salah satu pemain dari generasi yang memang sudah "disiapkan". Meski bukan pemain yang selalu mendapatkan tempat di starter, Mario Goetze dan Andrea Schurrle memperlihatkan bagaimana mereka mencetak gol penentu kemenangan.

Kedua pemain in turun sebagai pemain pengganti. Andrea Schurrle lebih dulu diturunkan di menit ke-32 menggantikan Christoph Kramer. Joachim Low melakukan pergantian tersebut karena Christoph Kramer berbenturan dengan pemain Argentina.

Gelandang ini terduduk di lapangan yang kemudian mendapatkan penanganan dari tim medis Timnas Jerman. Kemudian diketahui bahwa Christoph Kramer tidak memiliki ingatan terkait pertandingan yang berjalan.

Kalau saja tidak ada pergantian tersebut, boleh jadi tidak akan ada umpan silang Andrea Schurrle kepada Mario Goetze yang menciptakan gol penentu kemenangan.

Mario Goetze mencetak gol tersebut setelah lebih dulu menguasai bola umpan rekan setimnya dengan dadanya. Dan, dengan tendangan voli dia melepaskan tembakan keras yang masuk ke gawang Argentina.

Jerman juara karena peran dua pemain yang berstatus sebagai cadangan. Cara ini pula yang dilakukan Joachim Low ketika imbang 2-2 lawan Gana.

Tertinggal 1-2 di babak kedua, Joachim Low menurunkan Miroslav Klose dari bangku cadangan menggantikan Mario Gotze yang saat itu bermain sebagai starter.

Hasilnya, dua menit kemudian, Miroslav Klose mencetak gol dan membuat laga berakhir imbang. Dari 23 pemain yang dibawa untuk Piala Dunia 2014 ini, 16 pemain di antaranya dari klub Bayern Munchen, termasuk Mario Goetze.

Keputusan Joachim Low dalam memilih pemain starter dan cadangan, serta menurunkannya dalam momen yang tepat, menjadi salah satu kunci sukses Jerman juara Piala Dunia 2014.