Pelatih Mesir, Hossam Hassan Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Seattle, Amerika Serikat
Bagi Hossam Hassan, Piala Dunia 2026 memberikan peluang bagi Mesir untuk meraih kemenangan pertama di Piala Dunia.
Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, optimistis menatap laga lawan Belgia dalam laga pertama Piala Dunia 2026. Mesir akan menghadapi Belgia malam ini atau Selasa (16/6/2026) dini hari WIB. Terkait laga ini, pelatih berusia 59 tahun tersebut bahkan sudah berbicara tentang kemungkinan Mesir lolos ke fase knockout.
Mengapa Hossam Hassan optimistis lolos, karena selain Belgia, Mesir akan menghadapi dua tim lainnya yaitu Iran dan Selandia Baru. Bukan meremehkan, tapi di atas kertas dia yakin bahwa Mesir bisa mengatasi dua laga setelah menghadapi Belgia.
Dengan kemungkinan tersebut, peluang timnya untuk lolos dari grup sangat terbuka. "Kami berusaha mendapatkan poin yang cukup untuk mencapai tahap selanjutnya, dan ini adalah ambisi kami dan inilah yang kami harapkan dari diri kami sendiri," kata Hossam Hassan, dalam konferensi pers Senin (15/6/2026) ini.
Penampilan terbaik Mesir di Piala Dunia adalah pada tahun 1990, di mana ketika itu Hossam Hassan bermain di lini depan. Mereka berhasil meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan. Ya, Mesir belum pernah memenangkan pertandingan Piala Dunia. Karena itu, Piala Dunia 2026 ini memberikan peluang bagi timnya untuk meraih pencapaian tersebut.
"Kami menghormati tim nasional Belgia," kata Hossam Hassan. "Mereka memiliki nama-nama besar dan seluruh dunia tahu apa yang mampu mereka lakukan. Tetapi kami juga memiliki banyak pemain bintang kami. Kami memiliki pemain yang dapat membuat perbedaan."
Mesir akan mengandalkan dua pemain terbaik mereka, penyerang Mohamed Salah dan striker Omar Marmous, untuk menciptakan peluang mencetak gol melalui serangan balik cepat. "Mohamed Salah sangat penting, di dalam maupun di luar lapangan," kata Hossam Hassan. "Seluruh dunia tahu apa yang mampu dia lakukan."
Namun, selain dua bintang senior tersebut, Hossam Hassan menunjuk pemain-pemain muda, termasuk striker Hamza Abdel Karim, sebagai bagian dari upaya Mesir untuk membangun tim yang kuat untuk masa depan. "Saya tahu rakyat Mesir mencintai tim nasional mereka," kata Hossam Hassan. "Tanggung jawab saya adalah melakukan segala yang saya bisa untuk membuat mereka bahagia."
Rudi Garcia Waspada
Sementara itu, pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia memperingatkan para pemainnya untuk waspada terhadap tim yang ia gambarkan sebagai salah satu tim terbaik yang pernah dihasilkan Afrika. Belgia memang memiliki tim bertabur bintang yang kebanyakan bermain di liga-liga Eropa.
Meski demikian, Mesir tim yang kuat di antara tiga lawan yang akan mereka hadapi di Grup G ini. Timnya akan lebih besar peluang meraih kemenangan saat menghadapi Iran dan Selandia Baru, namun Rudi Garcia tetap melihat laga lawan Mesir sebagai peluang untuk memudahkan jalan mereka lolos dari fase grup. Dengan menang atas Mesir, mereka bisa lebih tenang menghadapi Iran dan Selandia Baru.
"Kami akan fokus pada kekuatan kami, kami ingin menjadi protagonis. Kami benar-benar perlu mengerahkan semua kemampuan kami seolah-olah laga ini adalah final," kata Rudi Garcia.
Ia sangat memuji tim Mesir yang menampilkan talenta kelas dunia seperti penyerang Mohamed Salah dan Omar Marmoush, dan juga memiliki rekor pertahanan yang kuat. "Ini adalah salah satu skuad Afrika terbaik sepanjang masa. Tapi, semua tim memiliki kelemahan. Kami akan lihat apakah kita kami dapat memanfaatkan kelemahan tersebut."
Selain soal kekuatan lawan, dia juga harus mempertimbagkan suhu di pertandingan nanti. Karena itu dia memberikan dukungan oleh peraturan hydration break (pendinginan) dan itu sangat membantu. Bukan hanya terkait minum bagi pemainnya melainkan juga momen untuk memberikan instruksi kepada pemain. "Bagi saya, ini lebih merupakan istirahat untuk berbicara kepada pemain daripada istirahat pendinginan, jadi ini sangat penting," kata Garcia.