Jurgen Klopp merupakan salah satu pelatih sepak bola top dunia yang pernah sukses menangani Borussia Dortmund dan Liverpool FC. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf)
TVRINews - Munchen, Jerman
Akibat durasi iklan yang terlalu panjang, beberapa momen krusial pertandingan bahkan sempat terlewatkan.
Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, melayangkan kritik pedas kepada FIFA terkait penerapan jeda minum pada gelaran Piala Dunia 2026. Pria asal Jerman tersebut menilai kebijakan ini hanya alasan terselubung dari badan sepak bola dunia demi meraup keuntungan finansial yang lebih besar.
Rangkaian jeda resmi tersebut diterapkan pada pertengahan setiap babak guna memberikan waktu istirahat dan minum selama tiga menit bagi para pemain di tengah cuaca panas yang ekstrem. Langkah ini diambil karena suhu udara di lapangan telah menembus angka 33 derajat celsius.
Namun, kebijakan jeda istirahat tersebut justru dimanfaatkan dengan sangat cerdik oleh sejumlah jaringan stasiun televisi seperti FOX untuk menayangkan pariwara komersial. Fenomena pemotongan laga ini merupakan hal yang sangat tidak biasa dalam siaran sepak bola karena penayangan pertandingan idealnya berjalan tanpa interupsi di kedua babak.
Keserakahan jaringan televisi tersebut bahkan langsung terlihat jelas sejak pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 bergulir di layar kaca. Akibat durasi tayangan iklan yang terlalu panjang, stasiun FOX bahkan sampai melewatkan sejumlah momen krusial di lapangan hingga memicu gelombang protes serta kecaman keras dari publik.
Melihat kekacauan tersebut, Klopp akhirnya angkat bicara dan mengecam keras tindakan para pemangku kebijakan yang membiarkan komersialisasi berlebihan ini merusak kesucian pertandingan. Ia menilai esensi olahraga telah bergeser dan sengaja dikorbankan demi memuaskan kepentingan para pemilik modal semata.
"Sepak bola sedang disandera oleh para eksekutif yang duduk nyaman di dalam kantor ber-AC," kecam Klopp saat berbicara di saluran televisi Jerman, ZDF.
"Ketika saya melihat para pemain berdiri di sana saat jeda cuaca panas sementara waktu istirahat di televisi mendikte ritme pertandingan, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya-tanya: untuk siapa sebenarnya Piala Dunia ini diselenggarakan?".
"Apakah untuk para penggemar? Para pemain? Atau justru untuk para pengiklan?. Ini sangat berbahaya bagi semangat permainan ini. Sepak bola dahulunya merupakan acara utama, tetapi sekarang berisiko hanya menjadi musik latar untuk sebuah pertunjukan iklan."
Lebih lanjut, Klopp menegaskan kembali filosofi utama sepak bola yang seharusnya menempatkan pertandingan dan sportivitas di atas segala bentuk urusan bisnis. "Bola seharusnya menjadi bintang utama. Sepak bola tidak boleh menjadi sebuah interupsi di antara tayangan-tayangan iklan."
Kecaman keras dari mantan juru taktik Borussia Dortmund ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola dunia. Banyak pihak yang sepakat interupsi iklan komersial di tengah babak pertandingan sangat mengganggu kenyamanan dalam menikmati jalannya laga.