Ilustrasi Trofi Piala Dunia Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Accra, Gana
Partey baru bisa bermain pada laga kedua dan ketiga melawan Inggris serta Kroasia yang digelar di Amerika Serikat.
Kabar buruk menimpa tim nasional Gana setelah gelandang andalan, Thomas Partey, dilarang masuk ke Kanada untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Alhasil, ia dipastikan absen dalam pertandingan perdana negaranya melawan Panama di Toronto Stadium, pada Kamis (18/6/2026).
Pemerintah Kanada mengambil tindakan tegas ini karena Partey masih tersandung kasus dugaan pelecehan seksual di Inggris. Meskipun proses hukumnya belum selesai, otoritas imigrasi Kanada memilih untuk mencekal pemain berusia 33 tahun yang kini membela Villarreal tersebut.
Keputusan sepihak tersebut langsung memicu reaksi keras dari Pemerintah Gana yang merasa dirugikan menjelang laga Piala Dunia 2026. Mereka menyayangkan dan menyatakan sedang mengupayakan jalur diplomasi dengan Kanada.
"Pemerintah Republik Gana menyampaikan keberatan yang kuat atas keputusan sepihak dan sangat tidak adil yang diambil Kanada untuk menolak permohonan izin tinggal sementara bagi Thomas Teye Partey, seorang warga negara Gana dan pemain kunci tim nasional sepak bola senior Gana, Black Stars, yang akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Gana.
"Kami mendapat informasi bahwa Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC) mengambil keputusan ini dengan alasan ketidaklayakan berdasarkan ayat A36(1)(c) Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRPA). Keputusan tersebut dipahami didasarkan pada proses pidana yang sedang berlangsung di Inggris Raya, yang belum menghasilkan vonis atau putusan pengadilan yang menyatakan bersalah."
"Pemerintah Gana menegaskan kembali prinsip hukum dasar asas praduga tak bersalah, yang merupakan landasan keadilan dan proses hukum yang adil dalam masyarakat demokratis. Meskipun menghormati hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan undang-undang imigrasinya, Gana berpendapat bahwa mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya putusan pengadilan menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai keadilan dan proporsionalitas."
"'Oleh karena itu, Gana sedang melakukan upaya diplomatik aktif dengan otoritas Kanada yang berwenang terkait masalah ini."
Masalah hukum yang menjerat mantan pemain Arsenal ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama di Inggris. Partey didakwa atas delapan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual, namun penyelidikannya baru berjalan setelah pindah klub tahun lalu.
Partey sempat mengikuti jalannya persidangan untuk memberikan keterangan terkait tuduhan berat tersebut. Hanya saja, proses pengadilan di Inggris tersebut kini ditunda dan baru akan dilanjutkan pada Januari 2027.
Akibat terganjal aturan imigrasi Kanada, Partey terpaksa melewatkan momen penting di laga pembuka grup. Beruntung, ia masih bisa membela Gana pada pertandingan kedua dan ketiga di Grup L Piala Dunia 2026.
Pada dua laga sisa tersebut, Gana dijadwalkan menghadapi tim kuat Eropa, yaitu Inggris dan Kroasia. Untungnya bagi Partey, dua pertandingan itu dimainkan di Massachusetts dan Philadelphia, Amerika Serikat, yang tidak memberlakukan pencekalan terhadapnya.