Grup D Piala Dunia 2026 berisikan Amerika Serikat, Paraguai, Australia, dan Turki. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Vancouver, Kanada
Pekan kedua akan jadi momen penentu apakah AS dan Australia segera mengunci tiket ke fase gugur, atau justru Turki dan Paraguai menghidupkan kembali persaingan grup.
Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026 langsung memanas setelah dua pertandingan pertama hingga Minggu (14/6/2026) siang WIB menghasilkan dua pemenang.
Amerika Serikat memimpin klasemen sementara berkat kemenangan telak 4-1 atas Paraguai, sementara Australia menempel ketat di posisi kedua usai menumbangkan Turki 2-0. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi AS unggul selisih gol (+3 berbanding +2).
Hasil tersebut membuat laga Amerika Serikat kontra Australia berpotensi menjadi penentu juara grup. Amerika Serikat dan Australia akan saling berhadapan pada Sabtu (20/6/2026) dini hari WIB di Seattle dalam duel yang bisa mengubah peta persaingan secara drastis.
Sementara itu, Turki dan Paraguai akan bertemu dalam laga hidup-mati demi menjaga peluang lolos.
Amerika Serikat tampil paling meyakinkan pada laga pembuka Sabtu (13/6/2026) WIB. Tim asuhan Mauricio Pochettino mencetak empat gol ke gawang Paraguai melalui gol bunuh diri Damian Bobadilla, dua gol Folarin Balogun, dan satu gol Giovanni Reyna.
Kemenangan tersebut bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga menunjukkan kualitas lini serang yang mampu memanfaatkan peluang secara efektif.
Namun, Australia tidak kalah impresif. Meski lebih banyak ditekan Turki dalam laga siang tadi WIB, Socceroos menunjukkan efisiensi luar biasa. Nestory Irankunda membuka keunggulan sebelum Connor Metcalfe memastikan kemenangan 2-0.
Hal yang paling mencolok adalah solidnya pertahanan Australia. Mereka mampu meredam dominasi penguasaan bola Turki dan menjaga gawang tetap steril sepanjang pertandingan. Kiper muda Socceroos, Patrick Beach, tampil meyakinkan dengan melakukan delapan penyelamatan.
Situasi ini membuat pertandingan Amerika Serikat kontra Australia menjadi laga kunci. Jika salah satu tim menang, mereka akan mengoleksi enam poin dan hampir pasti mengamankan satu tempat di babak 32 besar. Bahkan hasil imbang pun masih akan membuat keduanya berada dalam posisi sangat menguntungkan menjelang laga terakhir.
Sebaliknya, tekanan terbesar kini berada di kubu Turki dan Paraguai. Keduanya belum meraih poin dan memiliki selisih gol negatif. Turki sedikit lebih baik dengan selisih gol -2, sedangkan Paraguai berada di dasar klasemen dengan -3.
Pertandingan antara kedua tim pada Sabtu (20/6/2026) pagi WIB akan menjadi kesempatan terakhir untuk kembali ke jalur persaingan. Tim yang kalah hampir pasti tersingkir, sedangkan pemenang masih berpeluang mengejar posisi dua besar atau setidaknya finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Peluang Empat Kontestan Grup D ke Fase Knock-out
Yang jelas, peluang Turki belum sepenuhnya tertutup. Kekalahan dari Australia siang tadi sebenarnya menyisakan sejumlah catatan positif. Tim asuhan Vincenzo Montella mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, tetapi gagal menuntaskannya menjadi gol.
Jika Arda Guler dan rekan-rekannya mampu meningkatkan efektivitas di depan gawang, mereka masih bisa bangkit dalam dua pertandingan tersisa.
Paraguai juga masih memiliki kesempatan, tetapi mereka membutuhkan respons cepat setelah kebobolan empat gol pada laga pertama. Selain wajib mengalahkan Turki, mereka kemungkinan harus meraih hasil positif saat menghadapi Australia pada laga terakhir untuk menjaga harapan lolos.
Untuk saat ini, Grup D mulai mengarah pada duel dua tim teratas. Amerika Serikat unggul tipis berkat produktivitas gol yang lebih baik, sementara Australia memperoleh modal kepercayaan diri besar setelah kemenangan disiplin atas Turki.
Pekan kedua akan menjadi momen penentu apakah AS dan Australia segera mengunci tiket ke fase gugur, atau justru Turki dan Paraguai mampu menghidupkan kembali persaingan grup yang sejauh ini terlihat mulai terbelah menjadi dua kubu.