TVRINews – Vancouver, Kanada

Ismael Kone mengalami cedera patah kaki setelah dilanggar Assim Madibo.

Pemain Kanada, Ismael Kone, mengalami cedera parah saat tampil dalam pertandingan Grup B melawan Qatar di BC Place Vancouver, Jumat (19/6/2026) WIB. Pelanggaran yang dilakukan Assim Madibo membuat gelandang berusia 24 tahun itu mengalami patah kaki.

Momen mengerikan itu terjadi pada menit ke-51. Kone langsung dilarikan ke rumah sakit di Vancouver guna menjalani operasi. Diperkirakan ia butuh waktu panjang untuk kembali dapat bermain.

Ketegangan pun terjadi setelah insiden tersebut. Pelatih Kanada, Jesse Marsch tak dapat menahan emosinya ketika berkonfrontasi dengan pelatih Qatar, Julen Lopetegui. Para pemain dari kedua tim juga saling adu mulut.

Situasi yang dialami Kone menjadi sorotan. Suporter Kanada cemas menanti kepastian seberapa parah cedera tersebut. Beberapa jam setelah laga, ia mengirim pesan kepada pengikutnya melalui media sosial.

"Allah tidak pernah mengecewakan saya. Sepanjang hidup saya, tidak pernah sekalipun," tulis pemain yang berkarier di Serie A bersama Sassuolo tersebut, dikutip dari Instagram pribadinya.

Kone mengaku siap menghadapi masa pemulihan yang panjang. Ia meyakini cedera tersebut merupakan ujian yang telah digariskan untuknya.

"Jadi mengapa saya harus meragukan-Nya sekarang? Terlebih karena saya tahu bahwa Ia mengetahui dan melihat segala sesuatu bahkan sebelum itu terjadi. Ia memiliki rencana dan tujuan untuk kita semua," ujarnya.

"Pertarungan ini adalah ujian bagi iman saya kepada-Nya dan juga bagi karakter saya. Dan sejujurnya saya siap menghadapinya karena Allah tidak akan pernah memberikan tantangan yang tidak bisa Anda atasi. Diuji adalah salah satu hadiah terbaik."

Meski tidak bisa lagi membela Kanada hingga Piala Dunia 2026 berakhir, Kone memastikan akan tetap memberi dukungan kepada tim. Ia mengatakan bakal bertindak sebagai asisten pelatih.

"Kepada saudara-saudara saya di tim Kanada, saya kini berubah menjadi asisten pelatih untuk mendukung kalian dari pinggir lapangan. Saya ingin kalian tahu bahwa saya mencintai kalian dari lubuk hati terdalam, dan persaudaraan kita sangat berarti bagi saya," tuturnya.

"Apa yang kalian lakukan kemarin akan selalu saya kenang. Saya akan segera kembali dan kita akan terus menciptakan lebih banyak kenangan bersama."

Dukungan penuh diberikan para pemain Kanada kepada Kone. Beberapa pemain tim berjuluk Les Rouges ada yang langsung menyambanginya di rumah sakit.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Marsch menyampaikan kegelisahannya atas apa yang menimpa Kone. Ia mengaku bisa mendengar bunyi tulang yang patah ketika insiden itu terjadi.

"Hati kami semua hancur untuknya. Semua orang sangat terpukul melihatnya," ujar pelatih asal Amerika Serikat itu.