Mohamed Ouahbi dalam konferensi pers pengangkatannya sebagai pelatih Timnas Maroko, Kamis (5/3/2026). Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Boston, Amerika Serikat
Meski hanya menang dengan selisih satu gol, pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menilai timnya tampil dominan dan mampu menjalankan strategi dengan disiplin menghadapi Skotlandia.
Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, memuji penampilan anak asuhnya setelah menundukkan Skotlandia 1-0 pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB.
Meski hanya menang dengan selisih satu gol, Ouahbi menilai timnya tampil dominan dan mampu menjalankan strategi dengan disiplin.
"Kami sebenarnya ingin mencetak gol kedua agar bisa bermain lebih tenang. Kami ingin terus menekan mereka setinggi mungkin supaya mereka tidak terlalu dekat dengan kotak penalti kami," ujar Ouahbi dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari Reuters.
Maroko memang gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas untuk menambah keunggulan. Namun menurut Ouahbi, para pemainnya tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.
"Ketika skor tetap 1-0 sampai akhir, itu menunjukkan kualitas Skotlandia. Tapi tidak masalah. Saya mengatakan kepada para pemain agar tidak panik," ucap pelatih berusia 49 tahun itu.
"Kami melakukan apa yang harus dilakukan, bertahan dengan baik dan terus menekan. Kami memainkan pertandingan yang hebat, hanya kurang efektif dalam penyelesaian akhir," ia menambahkan.
Hasil ini membawa Maroko ke posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan empat poin dari dua pertandingan. Singa Atlas hanya membutuhkan hasil positif saat menghadapi Haiti pada laga terakhir untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
"Kami senang dengan kemenangan ini. Perjalanan masih panjang, tetapi sangat penting untuk menang hari ini," ujar Ouahbi.
Dari kubu Skotlandia, gelandang Ryan Christie mengaku timnya dihukum oleh buruknya awal pertandingan. Ia menilai gol cepat Maroko membuat timnya harus terus bermain dalam tekanan.
"Kalau pertandingan berlangsung lima menit lebih lama, mungkin kami bisa mengejar mereka. Sangat mengecewakan. Awal pertandingan benar-benar tidak berjalan sesuai rencana," ujar Christie.
Meski kalah, Christie melihat adanya respons positif dari rekan-rekannya pada babak kedua. Menurutnya, Skotlandia mulai mampu meredam permainan Maroko dan menciptakan tekanan menjelang akhir laga.
"Pada babak kedua kami berhasil membatasi mereka dan mulai memainkan permainan kami sendiri. Sayangnya itu belum cukup," katanya.
Maroko Dominan Sejak Menit Pertama
Maroko langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula. Pertandingan baru berjalan 71 detik ketika Ismael Saibari mencetak gol setelah menerima umpan terobosan Brahim Diaz dan lolos dari jebakan offside sebelum menaklukkan Angus Gunn. Gol tersebut menjadi yang tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Keunggulan cepat membuat Maroko makin percaya diri. Tim Afrika Utara itu mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Skotlandia. Azzedine Ounahi hampir menggandakan keunggulan melalui umpan tarik berbahaya, tetapi tidak ada rekannya yang mampu menyambar bola di depan gawang.
Bilal El Khannouss juga memperoleh peluang emas, sementara Skotlandia baru mampu melepaskan tembakan mengarah ke gawang menjelang akhir babak pertama.
Pada babak kedua, Maroko tetap menguasai permainan. Saibari nyaris mencetak gol keduanya ketika tendangannya membentur tiang gawang, sedangkan sundulan El Khannouss berhasil ditepis Gunn.
Skotlandia di sisi lain baru mampu meningkatkan intensitas serangan pada menit-menit akhir. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi pertahanan disiplin Maroko tetap mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.
Selain mengamankan tiga poin penting, Maroko juga membukukan 601 operan sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut menjadi rekor operan terbanyak yang pernah dicatat tim Afrika dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak statistik mulai dihimpun pada 1966.
Sementara itu, Skotlandia kini wajib meraih hasil positif saat menghadapi Brasil apabila ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur.