Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Kalifornia, Amerika Serikat
Selain golf, Murat Yakin yang menikahi model bernama Anja Muller, memiliki bisnis menjual kasur yang sukses.
Murat Yakin berhasil membawa Timnas Swis ke perempat final Piala Dunia 2026. Sebuah pencapain bersejarah, pertama kali tim berjulukan Nati ini melangkah ke perempat final sejak Piala Dunia 1954. Kini, pelatih berusia 51 tahun tersebut berpeluang membawa timnya ke fase yang lebih jauh, semifinal.
Peluang tersebut ada saat Swis menghadapi Argentina dalam perempat final Piala Dunia 2026. Laga Argentina vs Swis akan bergulir pada Sabtu (11/7/2026) atau Minggu pagi disiarkan langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport mulai pukul 07.00 WIB.
Jelang laga ini, Murat Yakin menyatakan bahwa Argentina tim yang kuat namun sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir, lawan mereka juga menunjukkan kelemahannya. Dia berharap bisa memanfaatkan celah kelemahan tersebut dalam pertandingan nanti.
“Kami bermain melawan juara dunia. Tidak ada yang lebih baik daripada memiliki kesempatan ini. Tetapi juga jelas, selama dua pertandingan terakhir, bahwa Argentina rentan,” kata Yakin dalam konferensi pers Selasa lalu.
Argentina tampak mudah dikalahkan di babak 16 besar, lolos dari Tanjung Hijau dan Mesir dengan kemenangan 3-2 di dua fase pertama babak gugur. Sementara itu, Swis berhasil lolos ke perempat final setelah memaksa Kolombia melalui adu penalti. Laga lawan Kolombia, menurut Murat Yakin sangat penting sebagai bekal lawan Argentina.
“Lawan Argentina akan menjadi pertandingan yang menarik. Kami mampu mengguncang juara dunia,” kata Murat Yakin lagi. “Bagi negara seperti Swis, bermain di perempat final melawan Argentina adalah momen yang sangat besar. Jadi, ekspektasinya sangat tinggi."
Dalam kemenangan di 16 besar, Argentina diuntungkan oleh gol Mesir yang dianulir karena VAR dan gol yang tetap sah meskipun para pemain Mesir mengklaim adanya pelanggaran di kotak penalti. Lalu, apakah Murat Yakin dan timnya yang akan menghentikan Argentina?
Yang pasti, pencapaian Swis hingga ke perempat final menjadi kejutan tentunya. Jauh sebelum fase knockout ini, Swis adalah tim yang termasuk dalam kategori underdog, atau tim yang masuk dalam kategori kuda hitam. Mereka tidak diunggulkan.
Tidak ada taktik atau strategi khusus dari Swis asuhan Murat Yakin. Ketegangan Swis di Piala Dunia 2026 ini adalah refleksi dari ketenangan pelatihnya. Kesibukannya sebagai pelatih dalam mempersiapkan tim sebelum Piala Dunia ini dimulai tidak membuatnya meninggalkan olahraga lain yang memang digemarinya, yaitu golf.
"Golf adalah cara sadar untuk bersantai. Selama persiapan intensif untuk Piala Dunia, bermain golf memberi saya kesempatan untuk menjernihkan pikiran dan mengatur pikiran saya. Ini adalah perubahan suasana yang menyenangkan yang membantu saya tetap fokus," kata Murat Yakin seperti yang disampaikan media Golf.ch, Rabu (8/7/2026) lalu.
Pria kelahiran Basel yang memiliki darah Turki ini menjadi pelatih kepala Timnas Swis sejak Agustus 2021 lalu. Murat Yakin telah terpikat pada olahraga golf selama lebih dari 30 tahun, dan bukan hanya sebagai pengisi waktu luang di antara latihan.
Di Omega European Masters Pro-Am di Crans, Montana pada tahun 2022, pegolf ini mengejutkan Thriston Lawrence, seorang pegolf profesional Afrika Selatan yang mampu melakukan pukulan lebih dari 300 yard atau sekitar 280 meter.
Pada musim yang sama, ia mewujudkan mimpi yang telah ia kejar selama tiga dekade: menurunkan handicap-nya menjadi angka tunggal. Ia berhasil menurunkannya menjadi 9,9, angka yang masih dipegangnya hingga saat ini. Dalam olahraga golf, semakin kecil angka (handicap), berarti pemain tersebut semakin mahir. Jika pemain golf memiliki handicap yang tinggi seperti 28, biasanya adalah pemula yang membutuhkan lebih banyak pukulan untuk menyelesaikan permainan.
Meski demikian, golf bukanlah satu-satunya aktivitas Murat Yakin dalam kehidupan selain sepak bola. Dia memiliki dua sisi yang menjadikannya salah satu tokoh paling unik di Piala Dunia ini: golf dan kasur.
Murat Yakin adalah mitra di sebuah perusahaan yang memproduksi dan menjual kasur pegas, dengan taktik pemasaran yang sangat sesuai dengan zaman. Kasur tersebut dikirim dalam keadaan terkompresi di dalam kotak untuk mengurangi biaya transportasi.
"Dengan kasur ini, saya dan keluarganya tidur lebih nyenyak daripada yang pernah mereka alami selama bertahun-tahun," kata Murat Yakin. Ya, dari dari gol hingga kasur, semuanya penting jika dilakukan dengan keyakinan.
Murat Yakin sosok yang berorientasi pada detail. Ketika hasil imbang antara Irlandia Utara dan Italia pada tahun 2021 secara tidak langsung menguntungkan Swis dalam perebutan tiket ke Qatar 2022, pelatih tersebut tidak ragu untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dengan cara yang istimewa: 9,3 kilogram coklat Swis dikirim ke Belfast sebagai tanda terima kasih.
Namun, di rumah, kehidupannya jauh lebih hemat daripada yang mungkin diharapkan dari seorang pencinta makanan seperti dia: istrinya, Anja, adalah seorang vegetarian, jadi tidak ada daging atau ikan yang masuk ke rumah tangga Murat Yakin.
Menurut pers Spanyol, Marca, Murat Yakin tidak mengizinkan alkohol selama Piala Dunia. Dia berbicara dari pengalamannya sendiri. Pada tahun 1994, malam yang liar membuatnya kehilangan tempatnya di daftar pemain Piala Dunia. Pelatih Swis saat itu, Roy Hodgson mencoretnya karena ketahuan dinilai melanggar aturan keluar mengunjungi bar.