Pedro Leitao Brito "Bubista", pelatih yang membawa Tanjung Hijau ke Piala Dunia 2026, debut mereka. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Miami, Amerika Serikat
Dengan menahan Spanyol dan Uruguai, Bubista menyatakan bahwa Tanjung Hijau telah membuktikan bahwa impian bisa mengalahkan kendala apapun.
Pelatih Tanjung Hijau, Bubista, percaya bahwa status timnya sebagai debutan membuktikan bahwa impian bisa mengalahkan kendala apapun termasuk keuangan. Tanjung Hijau memang baru meraih poin berharga lainnya setelah imbang 2-2 lawan Uruguay, Minggu (21/6/2026) atau Senin pagi WIB tadi.
Tanjung Hijau, tim asal Afrika, mampu memberikan perlawanan menghadapi dua tim kelas berat yaitu Spanyol dan Uruguai di Piala Dunia 2026 ini. Hasil dua kali imbang tersebut membuat mereka berada dalam posisi berpeluang mencatat sejarah yaitu lolos ke fase knockout.
"Begitu Anda berada di lapangan, banyak hal menjadi sama. Sebesar apa pun lawan di panggung dunia, banyak tim nasional menjadi sama," kata Bubista dengan wajah berseri-seri kepada pers, Senin (22/6/2026) ini.
"Kami ingin menunjukkan bahwa tidak hanya dalam sepak bola tetapi juga dalam aspek kehidupan lainnya," dia menambahkan. "Menunjukkan bahwa Anda dapat mencapai hal-hal hebat terlepas dari tantangan Anda, baik itu finansial atau jenis lainnya. Asalkan Anda punya mimpi dan mengejarnya."
Bubista telah memberikan pesan melalui Piala Dunia 2026 ini tentang filosofi tersebut. Tanjung Hijau, sejauh ini memang telah memberikan sisi lain tentang Piala Dunia. Meski memang belum tentu lolos ke 32 besar, tapi apa yang telah dilalui Vozinha dan kawan-kawan di dua laga awal Grup H, membuat Tanjung Hijau menarik perhatian publik dunia.
Dengan hasil imbang lawan Uruguai, kisah Tanjung Hijau memang terus berlanjut. Langkah mereka belum berakhir setidaknya jika dibandingkan dengan tim-tim lain yang memiliki nama lebih besar tapi terhenti di fase grup. Impian pelatih berusia 56 tahun ini pun belum berhenti.
Dia ingin membawa Tanjung Hijau mencatat sejarah, melangkah ke fase knockout. Peluang tersebut sangat terbuka melihat posisi mereka saat ini di klasemen Grup H. Tanjung Hijau akan menghadapi Arab Saudi sementara Uruguai dan Spanyol akan saling berhadapan. Dengan situasi tersebut, Tanjung Hijau bisa memanfaatkannya.
"Mengingat apa yang telah kami lalui menghadapi dua tim berkelas internasional, saya pikir fokus kami haruslah kualifikasi (lolos)," katanya. "Jika kami memikirkan hal itu, saya pikir itu wajar mengingat apa yang telah kami lakukan. Tetapi kami tahu bahwa setiap tim ini juga memiliki kesempatan untuk lolos," dia menambahkan.
Meski demikian, pelatih bernama lengkap Pedro Leitao Brito menegaskan bahwa misi timnya di Piala Dunia 2026 ini bukan hanya tentang hasil di sepak bola. "Kami di sini untuk menunjukkan negeri kami kepada seluruh dunia. Jadi ini bukan hanya tentang bagaimana kami bermain sepak bola, ini tentang segalanya: budaya kami, musik kami, sejarah kami, pendukung kami, semua itu."
"Kami ingin orang-orang di seluruh dunia mengenal Tanjung Hijau apa adanya, menunjukkan identitas rakyat kami," katanya lagi. Sedangkan soal hasil pertandingan, itu sudah menjadi bagian yang memang mereka harus perjuangkan.
"Sejak awal, kami datang ke sini untuk berkompetisi di level tertinggi. Yang membuat kami bahagia bukan hanya hasilnya, tetapi juga mampu menunjukkan identitas kami sebagai sebuah tim, semangat kami, persatuan kami, dan kemampuan untuk bangkit kembali."
Jika lawan Spanyol timnya berjuang menahan kekuatan serangan La Roja, di laga lawan Uruguai, Blue Sharks memperlihatkan mentalitas mereka sebagai tim yang mampu bangkit meski dalam situasi tertinggal. Ini memperlihatkan mereka sebagai tim yang kuat. Mereka berjuang kembali untuk mengamankan satu poin lagi untuk menjaga mimpi mencapai fase 32 besar.
"Kami menghormati semua lawan kami dan kami tahu kualitas mereka, tetapi kami di sini dengan tujuan yang jelas untuk berjuang demi ke fase selanjutnya," dia menambahkan. Tanjung Hijau akan menghadapi Arab Saudi pada 26 Juni nanti. Dengan hasil positif, mereka bisa melangkah ke 32 besar, sebuah pencapaian yang bersejarah.