TVRINews – Seattle, Amerika Serikat

Gol penalti Youri Tielemans di akhir pengujung babak perpanjangan waktu membawa Belgia bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Senegal 3-2 pada Piala Dunia 2026.

Pertandingan menegangkan kembali terjadi di Seattle Stadium, Amerika Serikat (AS), saat Belgia melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (01/07/2026).

Ini adalah pertemuan perdana yang menarik antara dua negara yang berhasil menutup fase grup dengan gemilang setelah mengawali turnamen dengan hasil kurang meyakinkan. 

Namun, setelah Leandro Trossard mendapatkan peluang di awal laga, justru Senegal yang tampak mampu mempertahankan momentum tersebut dalam pertandingan fase gugur ini. 

Ismaila Sarr nyaris mencetak gol ketika tendangan melengkungnya membentur tiang gawang, tidak lama sebelum ia berperan penting dalam terciptanya gol pembuka. 

Penyerang Crystal Palace itu melepaskan sundulan yang membentur tiang gawang menyusul umpan silang akurat dari Sadio Mane. Bola pantul kemudian disambar oleh Habib Diarra untuk membawa tim asuhan Pape Thiaw unggul, 1-0.

Rasa percaya diri tampak menyelimuti skuad Lions de la Téranga (Singa Teranga). Mane sempat melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Diarra sebelum terpeleset saat hendak melepaskan tembakan, sehingga kiper Thibaut Courtois dapat melakukan penyelamatan mudah. 

Sebaliknya, permainan Belgia tampak lamban. Namun, mereka sempat berpeluang menyamakan kedudukan menjelang turun minum ketika tembakan Maxim De Cuyper dari tepi kotak penalti memaksa Mory Diaw melakukan penyelamatan gemilang menggunakan satu tangan.

Pelatih Red Devils (Setan Merah) – julukan Timnas Belgia – Rudi Garcia tentu berharap anak asuhnya mampu bangkit setelah jeda babak pertama, namun mereka justru kembali kebobolan enam menit memasuki babak kedua. 

Sarr menghukum lini pertahanan Belgia yang tampil buruk; ia dengan mudah menguasai umpan jauh Moussa Niakhate sembari berlari, lalu melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan Courtois. 

Gol tersebut merupakan gol keempat pemain berusia 28 tahun itu di putaran final ini, menyamai rekor gol terbanyak yang dicetak pemain Afrika dalam satu edisi Piala Dunia—sebuah pencapaian yang sebelumnya dipegang oleh Roger Milla bersama Kamerun pada tahun 1990.

Belgia berharap pada pemain cadangan untuk mengubah keadaan dan Dodi Lukebakio nyaris mewujudkannya saat tembakan kaki kirinya meleset tipis di sisi tiang jauh. Namun, justru pemain pengganti lainnya yang berhasil memperkecil ketertinggalan.

Romelu Lukaku mencetak gol lewat penyelesaian instingtif di tiang dekat menyambut umpan silang Thomas Meunier. 

Momen itu memicu akhir laga yang dramatis, saat Tielemans secara sensasional menghapus keunggulan Senegal dengan mendahului Diaw menyambar umpan silang Trossard, memberikan gol penyeimbang yang nyaris tak bisa dipercaya bagi pasukan Garcia.

Belgia mengawali babak perpanjangan waktu dengan apik. Namun, Senegal perlahan kembali memegang kendali dan nyaris memulihkan keunggulan mereka di paruh pertama saat tembakan langsung Ibrahim Mbaye menyambut operan Bara Sapoko Ndiaye meleset tipis dari sasaran. 

Lukebakio bahkan hampir memastikan kemenangan di detik-detik terakhir saat tembakan jarak dekatnya membentur mistar gawang. Namun wasit Said Martinez secara dramatis menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR memutuskan bahwa Lamine Camara telah menjatuhkan Tielemans di dalam kotak penalti. 

Tielemans maju sebagai eksekutor dan menunjukkan ketenangan luar biasa untuk membawa negaranya lolos ke babak 16 besar pada menit kelima injury time babak perpanjangan waktu. Ia mengecoh arah gerak Diaw dan menuntaskan aksi penyelamatan timnya secara dramatis.

Senegal harus menelan kekecewaan atas peluang yang terbuang, sekaligus mengubur harapan untuk mengulangi pencapaian gemilang menembus perempat final tahun 2002, setelah menelan kekalahan kelima berturut-turut di Piala Dunia saat menghadapi tim Eropa. 

Sementara itu, Belgia akan kembali ke Seattle dalam enam hari untuk menghadapi pemenang laga babak 32 besar antara AS melawan Bosnia dan Herzegovina.

Kemenangan Belgia atas Senegal dalam laga babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 ini, sekaligus memperpanjang rekor tidak terkalahkan mereka menjadi 17 pertandingan (11 menang, 6 seri).


Rekaman Pertandingan

32 Besar

BELGIA 3-2 SENEGAL

Waktu: 1 Juli 2026
Stadion: Seattle Stadium
Penonton: 66.925
Wasit: Said Martinez (Honduras)

Gol: 0-1 Habib Diarra 25’, 0-2 Ismaila Sarr 51’, 1-2 Romelu Lukaku 86’, 2-2 Youri Tielemans 89', 3-2 Youri Tielemans 120'+5' Pen 

Penguasaan bola: 52%-48%
Tembakan: 19-19
Tembakan ke gawang: 5-5
Sepak pojok: 4-2
Off-side: 2-2
Pelanggaran: 22-12
Kartu kuning: 2-1 (B. Mechele 64’, R. Garcia 90’ / L. Camara 67')
Kartu merah: 0-0

Susunan Pemain

Belgia (4-2-3-1): 1-Thibaut Courtois; 21-Timothy Castagne, 4-Brandon Mechele, 3-Arthur Theate, 5-Maxim De Cuyper (15-Thomas Meunier 78’); 8-Youri Tielemans, 20-Hans Vanaken (19-Diego Moreira 63’); 10-Leandro Trossard (24-Amadou Onana 109’), 7-Kevin De Bruyne (23-Nicolas Raskin 56’), 11-Jeremy Doku (14-Dodi Lukebakio 56’); 17-Charles De Ketelaere (9-Romelu Lukaku 46’)
Cadangan: 13-Mike Penders, 2-Zeno Debast, 12-Senne Lammens, 18-Joaquin Seys, 16-Koni De Winter, 22-Alexis Saelemaekers, 6-Axel Witsel, 26-Matias Fernandez-Pardo 
Pelatih: Rudi Garcia (Spanyol)

Senegal (4-3-3): 23-Mory Diaw; 15-Krepin Diatta, 6-Patje Ciss, 19-Moussa Niakhate, 14-Ismail Jakobs (25-Malick Diouf 93’); 21-Habib Diarra (17-Pape Sarr 73’), 5-Idrissa Gueye (22-Bara Ndiaye 96’), 26-Pape Gueye (8-Lamine Camara 66’); 13-Iliman Ndiaye (20-Ibrahim Mbaye 73’), 18-Ismaila Sarr, 10-Sadio Mane (11-Nicolas Jackson 93’)
Cadangan: 24-Antoine Mendy, Kalidou Koulibaly, 2-Mamadou Sarr, 4-Abdoulaye Seck, 7-Assane Diao, 9-Bamba Dieng, 12-Cherif Ndiaye
Pelatih: Pape Thiaw