Para pemain tim nasional sepak bola Kosovo merayakan gol di salah satu pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Bratislawa, Slowakia
Slowakia tidak bisa menganggap remeh Kosovo di laga play-off Piala Dunia 2026 karena posisi peringkat dunia bukan mencerminkan kekuatan sesungguhnya.
Salah satu pertandingan sengit dan cenderung berimbang di play-off UEFA kualifikasi Piala Dunia 2026 adalah saat Slowakia bertemu Kosovo.
Pertandingan play-off UEFA kualifikasi dari jalur C tersebut akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, malam waktu setempat di kandang Slowakia, Stadion Nasional Tehelne pole di Bratislawa.
Jika melihat materi pemain, pengalaman turun di turnamen utama, dan tempat pertandingan dilangsungkan, banyak yang meyakini jika Slowakia bakal mampu mengungguli Kosovo pada pertandingan Kamis malam nanti.
Kendati begitu, seorang pakar sepak bola Slowakia, Ladislav Borbely, mengingatkan tim nasional negaranya untuk berhati-hati terhadap Kosovo. Saat diwawancara media Slowakia, Pravda, Borbely menjelaskan mengapa hal itu perlu dilakukan.
Saat ini, Kosovo berada di peringkat ke-79 dalam rangking FIFA, sementara Slowakia cukup jauh di atasnya, ke-44. Dilihat dari peringkat, tampaknya Slowakia kembali dijagokan untuk menang.
“Kedua tim seimbang dalam hal total nilai (harga) pemain, selisih dua atau tiga juta euro tidak membuat perbedaan besar. Kami lebih baik dalam peringkat FIFA, tetapi itu tidak menunjukkan banyak hal,” ucap Borbely.
“Kosovo sedang mengalami peningkatan pesat. Posisinya jauh dari mewakili kekuatan yang terlihat saat ini. Kekuatan mereka jauh lebih besar, mirip dengan kami.”
Borbely mengatakan dirinya telah mempelajari Kosovo. Dari situ ia mendapatan kesimpulan yang menarik.
“Ini (Kosovo) adalah tim berbakat dari Balkan, dengan elemen mentalitas Jerman. Berkat pelatih Franco Foda, Kosovo berhasil melakukan peningkatan dalam elemen alami yang memungkinkan mereka untuk bersaing di tingkat Eropa,” kata Borbely.
Mantan pelatih beberapa klub lokal Slowakia ini menekankan bahwa Kosovo bertindak rasional dan memilih situasi dengan pragmatisme. Ia menggambarkan permainan Kosovo sangat stabil.
Borbely memperkirakan para pemain Kosovo nanti akan memasuki pertandingan tidak terlalu bersemangat dan emosional. Ia mengatakan Foda akan mengurus hal nonteknis itu.
Apa yang diungkapkan Borbely tentang kekuatan Kosovo juga didukung fakta dari data statistik pertandingan selama kualifikasi lalu.
Baik Slowakia maupun Kosovo sama-sama tergabung di grup yang terdiri dari empat negara. Itu berarti statistik kedua tim bisa dibandingkan karena sama-sama menjalani enam pertandingan.
Dari enam laga tersebut, baik Slowakia maupun Kosovo sama-sama mencetak 6 gol. Namun, pertahanan Kosovo sedikit lebih baik karena hanya kebobolan 5 sedangkan Slowakia 8.
Kosovo juga lebih agresif menyerang dengan melepaskan total 40 tembakan berbanding 34 yang dilakukan Slowakia.
Akurasi tembakan Kosovo juga lebih baik, 50 persen, dengan 20 tepat ke gawang. Namun angka itu tidak terlalu jauh dibanding Slowakia yang 16 tepat target.
Kosovo rata-rata melepaskan 3,3 tembakan ke gawang per laga. Bandingkan dengan Slowakia yang hanya rata-rata 2,7 di setiap pertandingan.
Untuk persentase akurasi operan, Slowakia sedikit lebih baik dengan 80,92 persen berbanding 79,79 persen milik Kosovo.
Rata-rata penguasaan bola Slowakia memang lebih baik, yakni 46,8 persen. Namun, jika melihat jumlah gol yang dibuat sama, 6, Kosovo bermain lebih efektif dan efisien karena rata-rata penguasaan bola mereka hanya 39,4 persen.