Penyerang Timnas Argentina, Julian Alvarez. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Barcelona, Spanyol
Dengan cedera yang dialami Lautaro Martinez, Julian Alvarez mendapat kesempatan lebih besar bersama Timnas Argentina dan mampu membuktikan diri dalam rangkaian uji coba jelang Piala Dunia 2026.
Julian Alvarez kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelengkap di tengah gemerlap bintang-bintang besar.
Gol tendangan bebas sensasionalnya ke gawang FC Barcelona Kamis (9/4/2026) dini hari WIB menjadi bukti bahwa striker milik Atletico Madrid dan Timnas Argentina itu memiliki kualitas untuk bersinar sebagai tokoh utama.
Gol itu jadi pembuka kemenangan Atletico Madrid 2-0 atas tuan rumah Barcelona pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Camp Nou. Sekaligus, jadi bekal berharga sebelum menjamu El Barca pada leg kedua di Stadion Riyadh Air Metropolitano, 15 April 2026.
Melihat performa Alvarez kemarin, media raksasa Inggris, The Guardian, menyebut Alvarez tidak lagi berada di bawah bayang-bayang Lionel Messi, dan siap menjadi simbol baru Timnas Argentina menggantikan La Pulga.
"Meski masih berusia 26 tahun, Alvarez sudah mengoleksi deretan trofi bergengsi: dua gelar Premier League, satu Liga Champions, Copa Libertadores, dua Copa America, hingga Piala Dunia 2022," demikian The Guardian memberikan opininya terhadap pemain berusia 26 tahun itu.
"Namun, pencapaiannya kerap dipandang sebelah mata karena ia sering dianggap hanya sebagai pendukung di balik nama-nama besar seperti Erling Haaland, Kevin De Bruyne, dan Rodri saat di Manchester City, atau Lionel Messi bersama Argentina," artikel itu menambahkan.
Padahal, ditambahkan The Guardian, kontribusi Alvarez jauh dari sekadar “ikut numpang juara.” Saat Manchester City meraih Liga Champions pertama mereka, ia menjadi pencetak gol terbanyak kedua tim di kompetisi tersebut, hanya kalah dari Erling Haaland.
Kemudian pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Alvarez berhasil mencetak empat gol. Di Timnas Argentina, ia hanya kalah dari Lionel Messi yang mencetak tujuh gol, menjadikannya sebagai salah satu pemain kunci dalam keberhasilan skuad Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022.
Kepindahannya ke Atletico Madrid pada Agustus 2024 dengan nilai transfer sekitar 95 juta euro (Rp 1,64 triliun) sempat diragukan. Adaptasinya di La Liga berjalan lambat, hanya mencetak satu gol dalam enam laga awal.
Namun, pelatih Diego Simeone tetap memberikan kepercayaan. Hasilnya mulai terlihat sejak awal 2025, di mana Alvarez tampil tajam dengan torehan 36 gol dan 13 asis dalam 69 pertandingan.
Gol terbarunya ke gawang Barcelona menjadi simbol perkembangan tersebut. Dari situasi bola mati sekitar 22 meter, Alvarez dengan tenang melepaskan tendangan yang tidak mampu dihentikan kiper Joan Garcia. Momen itu menegaskan kualitas tekniknya yang sering luput dari sorotan.
Secara gaya bermain, Alvarez dikenal sebagai penyerang pekerja keras. Ia aktif dalam pressing, cerdas membaca ruang, dan mampu beradaptasi dalam berbagai peran di lini depan. Tidak heran jika ia sering dibandingkan dengan Antoine Griezmann, penyerang Atletico yang komplet, meski sempat diragukan sebagai ujung tombak utama.
Kesempatan Lebih Besar di Piala Dunia 2026
Dengan cedera yang dialami Lautaro Martinez, Julian Alvarez mendapat kesempatan lebih besar bersama Timnas Argentina dan mampu membuktikan diri. Ia bahkan mencetak gol dalam kemenangan telak 5-0 atas Zambia dalam laga uji coba.
Pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada yang digelar 11 Juni-19 Juli 2026, Alvarez diyakini bakal memiliki peran lebih di skuad Albiceleste dibanding empat tahun lalu di Qatar.
Kini, namanya mulai dikaitkan dengan FC Barcelona sebagai calon pengganti Robert Lewandowski. Gaya bermainnya yang tanpa pamrih dinilai cocok dengan filosofi kolektif tim asuhan Hansi Flick.
Meski demikian, Atletico Madrid tidak berniat melepasnya. Presiden klub, Enrique Cerezo, dengan tegas menyatakan bahwa Alvarez adalah bagian penting dari proyek mereka.