Bintang dan Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Teheran, Iran
Mehdi Taremi penyerang andalan Timnas Iran yang berkarier di militer sebelum menjadi pemain profesional.
Pada Desember tahun lalu, Presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyatakan kekhawatirannya terkait pemain yang tidak dapat tampil untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026 karena tidak bisa memperoleh visa Amerika Serikat.
"Amerika Serikat sepertinya tidak akan memberikan visa kepada beberapa pemain karena latar belakang wajib militer mereka," kata Mehdi Taj, saat itu, "Karena situasi tersebut, kami mulai sekarang dan selanjutnya akan mencari pemain pengganti untuk pemain yang tampaknya tidak menerima visa," dia menambahkan.
Akan tetapi, rencana tersebut tampaknya juga tidak perlu lagi karena kini Iran dalam situasi kemungkinan keluar dari Piala Dunia 2026. Bukan hanya soal visa melainkan Iran dan Amerika Serikat tengah berperang.
Kedua negara ini saling meluncurkan rudal ke tempat-tempat penting. Iran contohnya pada Sabtu (28/2/2026) malam mengarahkan rudal ke sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat seperti di Dubai, Doha, atau di negara Bahrain.
Serangan Iran tersebut sebagai balasan dari aksi serangan udara Amerika Serikat sebelumnya ke sejumlah wilayah di Teheran. Serangan tersebut yang dikabarkan menewaskan pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kini, apakah jalan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026 benar-benar telah tertutup? Yang pasti, ada empat pemain yang sudah jelas tidak akan bisa masuk Amerika Serikat karena persoalan visa. Salah satu pemain tersebut justru pemain yang sangat penting bagi Timnas Iran, pemain yang juga kapten dari tim berjulukan Team Melli (Tim nasional) ini: Mehdi Taremi.
Mehdi Taremi salah satu kunci sukses Timnas Iran lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dia tampil di 13 pertandingan dengan 8 di antaranya menyandang ban kapten. Dari 13 laga itu pula, Mehdi Taremi mencetak 8 gol termasuk hattrick yang diciptakannya ke gawang Hong Kong pada 6 Juni 2024. Dari deretan laga itu pula Mehdi Taremi memberikan tujuh asis.
Penyerang berusia 33 tahun ini berbeda dibandingkan dengan rekan-rekannya di Timnas Iran yang hanya sekadar wajib militer. Antara tahun 2010 dan 2012 sebelum dirinya menjadi pemain sepak bola profesional, Mehdi Taremi justru sudah bertugas di Islamic Revolutionary Guard Corps Navy (Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam) yang juga bagian dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Menurut pemberitaan pers di Iran, penugasan tersebut terjadi bahkan melalui ayahnya, Alireza Taremi, dari koneksi di dalam IRGC. "Tugas saya tepat di Bushehr," kata Mehdi Taremi dalam sebuah wawancara tahun 2015. "Dekat dengan rumah kami sendiri, di pangkalan Angkatan Laut IRGC. Itu sama sekali tidak sulit."
Dinas militer yang pernah dijalani Mehdi Taremi kini jelas telah mengancam impiannya untuk bermain di Piala Dunia 2026. Departemen Luar Negeri AS memberlakukan pembatasan visa yang ketat bagi individu yang memiliki hubungan dengan organisasi IRGC, organisasi atau militer Iran yang dinilai Amerika Serikat sebagai organisasi teroris dari luar negeri.
Namun, latar belakangnya di militer bahkan bukan satu-satunya hambatan. Salah satu unggahan di akun media sosialnya tentu juga membuat dirinya akan sangat sulit mendapatkan visa, jika memang Iran akan tetap tampil di Piala Dunia 2026.
Pada 8 Agustus 2017 tepatnya, Mehdi Taremi mengunggah sebuah cuitan dengan gambar Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Taremi mengunggah pesan dalam bahasa Persia, Inggris, dan Ibrani yang berbunyi, "Imam Khamenei: Israel tidak akan terlihat 25 tahun ke depan."
Unggahan tersebut menarik perhatian media dan publik. Pada 2019, saat ia bersiap untuk menandatangani kontrak dengan klub Portugal Rio Ave, cuitan tersebut menghilang dari akunnya.
Namun, tentu, penghapusan digital tersebut terlambat dilakukan. Tangkapan layar unggahan tersebut terus beredar di media sosial, menciptakan catatan permanen yang dapat dengan mudah diakses oleh petugas imigrasi AS saat meninjau permohonan visa.
Tampak Tidak Mungkin bagi Iran
Sebuah tim yang tidak dapat menurunkan pemain terbaiknya tentu menjadi sebuah kerugian. Absennya Mehdi Taremi akan sangat terasa karena dia salah satu penyerang Iran paling tajam di Eropa, mencetak banyak gol untuk Porto sebelum bergabung dengan Inter Milan. Kombinasi keterampilan teknis dan kekuatan fisiknya membuatnya sangat dibutuhkan Timnas Iran.
Selain tentang Mehdi Taremi, Timnas Iran tampaknya sangat sulit dan nyaris tidak mungkin untuk tetap berharap tampil di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Amir Ghalenoei ada di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Dari semua laga fase Grup G itu, semua digelar di Amerika Serikat. Lawan Selandia Baru dan Belgia digelar di Kalifornia, dan lawan Mesir digelar di Seatle. Kemungkinan laga knockout jika memang lolos juga akan berlangsung di Amerika Serikat.
Selain Mehdi Taremi, ada Shojae Khalilzadeh yang merupakan bek tengah Timnas Iran. Pemain berusia 36 tahun ini menyelesaikan wajib militernya melalui masa peminjaman di Tractor S.C, sebuah klub yang berafiliasi dengan IRGC pada waktu itu.
Meskipun Shojae Khalilzadeh atlet profesional dalam hal ini bukan perwira profesional IRGC, dinas militernya sangat berkaitan dengan struktur yang berafiliasi dengan IRGC. Nama lainnya adalah Aref Aghasi dan Danial Esmaeillifar yang pernah wajib militer di IRGC.