TVRINews - New York, Amerika Serikat

Dalam berbagai prediksi, Brasil saat ini berada di belakang Spanyol, Argentina, Prancis, bahkan Inggris yang juga dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Tim Nasional Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang sedikit berbeda dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya. Alih-alih menjadi favorit utama untuk mengangkat trofi, Selecao justru berada di belakang sejumlah tim unggulan Eropa dalam prediksi para pengamat dan bandar taruhan. Namun, gelandang senior Casemiro menilai situasi tersebut bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Brasil.

Tim Selecao yang memburu gelar juara dunia keenam dalam sejarah mereka tiba di Amerika Serikat pada Selasa (2/6/2026) waktu setempat untuk memulai persiapan akhir menjelang turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. 

Dalam berbagai prediksi, Brasil saat ini berada di belakang juara Eropa, Spanyol, juara Piala Dunia 2018 sekaligus runner-up 2022, Prancis, juara bertahan Argentina, bahkan Inggris yang juga dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Meski demikian, Casemiro tidak melihat hal tersebut sebagai masalah. Pemain berusia 34 tahun itu justru merasa status non-favorit dapat membuat timnya lebih waspada dan fokus sepanjang turnamen.

“Kami bukan favorit utama. Tentu saja kami berada dalam kondisi yang baik dan memiliki skuad yang kuat, dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda,” kata Casemiro kepada kanal media FIFA, dikutip Rabu (3/6/2026).

“Mungkin kali ini kami berada satu langkah di belakang tim-tim favorit lainnya, tetapi itu membuat kami tetap siaga dan itu selalu menjadi hal yang baik. Kami ingin datang ke sana dalam kondisi terbaik dan menjalani Piala Dunia yang hebat,” gelandang Manchester United itu menambahkan.

Casemiro juga menyoroti perjalanan Brasil menuju Piala Dunia 2026 yang menurutnya tidak mudah. Dalam beberapa tahun terakhir, tim Samba mengalami berbagai perubahan penting, mulai dari pergantian pelatih hingga perubahan kepemimpinan di Federasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Salah satu perubahan terbesar adalah kedatangan pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti, yang ditunjuk untuk memimpin Brasil pada tahun lalu. Selain itu, CBF juga memiliki presiden baru setelah periode yang penuh dinamika di tingkat organisasi.

“Ini adalah siklus yang sulit dengan pergantian pelatih, pergantian presiden, dan banyak gejolak,” ujar Casemiro.

Meski begitu, mantan gelandang Real Madrid tersebut optimistis Brasil tetap memiliki modal yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Ia menilai kombinasi pemain senior dan generasi muda menjadi salah satu kekuatan utama tim saat ini.

“Kami baru bekerja bersama pelatih selama sekitar satu tahun. Jika dihitung secara nyata, kami mungkin hanya bekerja bersama sekitar 40 hari. Namun saya pikir kami akan datang ke turnamen dalam kondisi yang kuat,” katanya.

“Kami memiliki pemain berkualitas, pemain berpengalaman, pemain yang penuh energi, serta para pemain muda. Saya pikir kami memiliki perpaduan yang sangat baik untuk kompetisi ini,” ia menambahkan.

Dalam Piala Dunia 2026, Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Di atas kertas, Selecao menjadi unggulan untuk lolos ke fase gugur. Namun, Casemiro menegaskan bahwa timnya tidak ingin terlena oleh status tersebut dan akan menghadapi setiap pertandingan dengan kewaspadaan penuh.

Dengan skuad yang dipadukan antara pengalaman dan talenta muda serta sentuhan pelatih sekelas Ancelotti, Brasil berharap dapat mengakhiri penantian mereka sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 2002 dan kembali mengukuhkan diri sebagai raja sepak bola dunia dengan meraih gelar keenam.