Ilustrasi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Florida, Amerika Serikat
Kendati demikian, Tuchel maklum karena faktor mepetnya waktu berkumpul skuad serta adanya perombakan massal demi memberikan menit bermain yang merata bagi seluruh pemain.
Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel meluapkan kekesalannya setelah skuadnya hanya mampu memetik kemenangan tipis 1-0 atas Selandia Baru dalam laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026 di Stadion Raymond James, Florida, Minggu (7/6/2026) dini hari WIB. Ia mengkritik keras anak asuhnya yang dianggap bermain tanpa skema yang jelas sepanjang pertandingan.
Tuchel menilai para pemainnya terlalu banyak memperagakan aksi individu yang tidak efektif di atas lapangan. Mantan pelatih Bayern Munchen tersebut secara terang-terangan menyebut gaya bermain seperti itu merusak strategi tim yang sudah dipersiapkan.
Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan lewat gol semata wayang yang dicetaknya melalui sundulan pada masa injury time babak pertama. Gol tunggal sang kapten tersebut sekaligus menyelamatkan wajah Inggris dari hasil imbang yang memalukan.
"Saya rasa ini lumayan, tetapi saya tidak terlalu senang dengan penampilannya. Saya lebih menyukai babak kedua daripada babak pertama karena saya pikir kami bermain lebih gigih, lebih agresif saat menguasai maupun tanpa bola, serta menciptakan sedikit lebih banyak peluang," kata Tuchel dikutip dari ESPN.
"Ada beberapa peluang setengah matang yang bagus dan sejumlah penetrasi apik ke dalam kotak penalti. Kami bermain lebih dari posisi masing-masing dan itulah mengapa kami bisa bermain dengan kecepatan yang lebih tinggi," Tuchel melanjutkan.
Pria asal Jerman tersebut menyayangkan performa lini tengah dan depan pada paruh pertama yang dinilai sangat berantakan secara taktik. Kondisi tersebut yang membuat instruksi yang telah diberikannya saat berlatih tidak dapat diterapkan secara benar.
"Pada babak pertama, kami sering keluar dari posisi dan itu agak terlalu bergaya bebas. Hal itu memperlambat permainan kami dan mempersulit penerapan counter-press karena kami tidak berada di posisi yang kami inginkan saat kami mulai menyerang," ujarnya.
Selain itu, Tuchel juga menyoroti banyaknya upaya umpan silang dan tembakan jarak jauh yang dilepaskan para pemainnya. Skema sporadis seperti itu diakuinya bukan merupakan karakter asli dari permainan Inggris yang dibangunnya.
"Jadi, pada dasarnya itulah cerita dari pertandingan ini. Kami banyak melepaskan umpan silang, banyak tembakan jarak jauh yang biasanya bukan gaya permainan kami. Kami memainkan banyak umpan lambung, banyak operan jauh, dan itu bukan bagian dari latihan dalam empat hari terakhir. Permainan tadi agak campur aduk dan itulah mengapa babak pertama terlihat seperti yang kita saksikan," ungkapnya.
Namun, Tuchel juga meminta publik memahami kendala waktu yang dihadapi skuadnya dalam masa persiapan ini. Ia akan menjadikan hasil dari laga kontra Selandia Baru sebagai bahan evaluasi agar pasukannya bisa tampil maksimal di Piala Dunia 2026.
"Untuk menempatkannya dalam konteks, banyak dari pemain kami yang terakhir kali bermain bersama pada November, jadi itu sudah setengah tahun yang lalu. Kami baru menjalani empat sesi latihan bersama dan kami merombak tim secara total sehingga kami tidak pernah bermain sebelumnya dalam kombinasi ini untuk memberi semua orang kesempatan 45 menit, lalu Anda dihadapkan dengan kondisi lapangan, maka penampilannya bisa terlihat seperti ini," tuturnya.
Di luar hasil akhir yang kurang memuaskan, pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi penyerang muda Rio Ngumoha. Pemain Liverpool tersebut resmi menjadi debutan termuda kelima dalam sejarah Timnas Inggris pada usia 17 tahun 281 hari.
Selanjutnya, Inggris dijadwalkan melakoni laga uji coba melawan Kosta Rika pada Rabu (10/6/2026) di Orlando sebelum bertolak ke kamp pelatihan di Kansas City. Skuad The Three Lions yang menghuni Grup L Piala Dunia 2026, akan memainkan laga perdana melawan Kroasia pada 17 Juni mendatang.