Pelatih Kanada, Jesse Marsch. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Toronto, Kanada
Kanada terancam tampil tidak dengan kekuatan terbaik pada Piala Dunia 2026 setelah bek andalan Moise Bombito berpotensi dicoret akibat cedera.
Badai cedera tak berhenti mendera Tim Nasional Kanada jelang Piala Dunia 2026. Teranyar, bek andalan mereka, Moise Bombito yang berada di ambang pencoretan dari skuad setelah gagal menunjukkan perkembangan pemulihan cedera.
Bombito masih belum bisa pulih benar dari cedera patah kaki yang dialaminya pada Oktober 2025 lalu saat membela OGC Nice. Sempat muncul optimisme, bek berusia 26 tahun tersebut bisa pulih dan turun bermain dalam laga Grup B Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina.
Akan tetapi, kondisi fisiknya kembali menjadi sorotan setelah hanya mampu bermain selama 30 menit dalam uji coba melawan Uzbekistan, Selasa (2/6/2026). Ia tak bisa lagi menahan rasa nyeri pada kaki yang pernah mengalami cedera serius.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengaku masih terus memantau kondisi Bombito secara hati-hati. Ia tak ingin terburu-buru mencoret sang pemain karena ingin melihat sejauh mana kesiapannya tampil di Piala Dunia 2026.
"Kami bersabar dengan Moise, kami menjalani proses ini langkah demi langkah. Ia mengalami sedikit reaksi setelah pertandingan melawan Uzbekistan. Kami memberinya setiap kesempatan untuk bangkit dari situasi ini dan menunjukkan bahwa dia siap bermain," kata Marsch, dikutip dari Sports Illustrated.
Jika Bombito harus dicoret, Kanada akan kehilangan salah satu pemain terpentingnya. Ia adalah pilar utama tim berjuluk Les Rouges saat mencapai semifinal Copa America 2024.
Selain Bombito, Kanada juga masih belum dapat kepastian untuk memainkan Alphonso Davies di Piala Dunia 2026. Pemain Bayern Munchen itu masih dalam proses pemulihan cedera hamstring yang dialami saat tampil di semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Daftar kemungkinan pemain andalan absen semakin panjang bagi Kanada. Ali Ahmed dan Jacob Shaffelburg belum bisa lepas dari program pemulihan cedera. Lalu ada Alfie Jones yang baru saja kembali bermain setelah absen panjang akibat cedera pergelangan kaki.
Meski dihantam badai cedera, Marsch tak ingin anak asuhnya dipandang sebelah mata. Ia tetap percaya dengan kualitas dan kedalaman skuad yang dimiliki.
"Kami memiliki kedalaman skuad di seluruh posisi. Saya pikir ini adalah kelompok pemain inti yang bisa kami andalkan. Kami hanya perlu mempertimbangkan untuk setiap pertandingan dan setiap lawan, siapa yang paling tepat menjadi starter dan siapa yang lebih cocok masuk dari bangku cadangan,” ujarnya.