Maskot-maskot Piala Dunia sejak 1966, menambah daya tarik turnamen. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - New York, Amerika Serikat
Sejauh mana maskot menjalankan perannya sebagai daya tarik turnamen.
Maskot dianggap lebih dari sekadar penyerta turnamen. Hasil kreatif ini dinilai sebagai salah satu daya tarik.
Untuk tujuan itu, Piala Dunia sejak 1966 menghadirkan maskot-maskot menarik sebagai representasi turnamen. Sejauh mana keberhasilan maskot-maskot itu memenuhi tuntutan tersebut?
Berikut ini, disarikan dari ESPN, peringkat maskot dinilai dari tingkat kesuksesannya menggambarkan secara menarik perhelatannya. Daftar dibuat dengan hitung mundur, dari yang paling payah sampai yang terbaik.
16. Ato, Kaz, dan Nik (Korea-Jepang 2002)
Walau terlihat berani, pemunculan tiga karakter unik ini tampak mengambil risiko. Mereka juga terlihat tidak bermain bola. Menurut FIFA, mereka bermain "Atomball", dengan Ato melatih Kaz dan Nik. Trio futuristis ini masih membingungkan, bahkan mungkin sampai sekarang.
14. Gauchito (Argentina 1978)
Sepertinya anak kecil merupakan tema utama di turnamen 1970-an. Jadilah karakter Gauchito ini seperti menyalin Meksiko 1970.
Beberapa fitur tampak garing. Gauchito memakai topi bertuliskan "Argentina 78", seperti mau meyakinkan kapan dan di mana turnamennya. Juga sapu tangan yang diikatkan di leher. Ada juga cemeti.
13. Tip dan Tap (Jerman Barat 1974)
Jerman Barat menjadi yang pertama mengetengahkan duet sebagai maskot, yang tampak menjadi pesan jernih mengenai penyatuan Jerman. FIFA bilang Tip dan Tap membawa citra kebersamaan dan persahabatan, tapi ada yang agak aneh dengan wajah dan senyum mereka. Kalau kurang jelas, WM adalah singkatan dari Weltmeisterschaft, yakni Piala Dunia dalam bahasa Jerman.
Juanito, maskot Piala Dunia 1970 yang digelar di Meksiko.
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
12. Juanito (Meksiko 1970)
Meksiko 1970 menjadi Piala Dunia pertama yang disiarkan televisi. Bola Telstar ikonik. Brasil luar biasa. Turnamen ini boleh jadi merupakan hasil pengiklanan terhebat dalam sejarah turnamen. Jadilah Juanito tampak terlalu biasa untuk ajang sedahsyat Meksiko 70, apalagi dengan kaos terlalu kecil hingga pusarnya terlihat.
12. Zabivaka (Rusia 2018)
Zabivaka dinilai sebagai yang terakhir dari maskot yang tidak buruk, tapi tidak hebat juga. Zabivaka digambarkan FIFA sebagai "pancaran kegembiraan, kehangatan, dan kepercayaan diri". Namun, sang serigala, yang dirancang seorang siswa, tidak mencuat.
Tiga maskot Piala Dunia 2026, dari kiri: Maple the Moose, Zayu the Jaguar, dan Clutch the Bald Eagle.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
11. Maple, Zayu, dan Clutch (Kanada-Meksiko-AS 2026)
Trio maskot ini dianggap tidak melampaui harapan layak melambangkan turnamen pertama dengan 48 tim. FIFA berkata bahwa ketiganya dikembangkan secara seksama untuk mencerminkan budaya, warisan, dan semangat masing-masing negara tuan rumah. Akan tetapi, pemilihan rusa dan elang terlalu mudah ditebak, dan seekor jaguar dari Meksiko jadi membingungkan.
Tiga hewan ini dikatakan lebih mirip karakter gim video daripada maskot Piala Dunia.
10. La'eeb (Qatar 2022)
Nama maskot ini diambil dari kata Arab yang berarti "pemain dengan skill super". Kelebihan desain La'eeb terletak pada kelekatannya dengan budaya dan sikap ceria suka bermain-main. FIFA menggambarkan La'eeb adalah "maskot-semesta paralel yang tidak terlukiskan, dan semua orang diundang untuk menafsirkan rupanya". Dan, menafsirkan La'eeb bukan perkara mudah.
9. Zakumi (Afrika Selatan 2010)
Tampilan bersahabat sekaligus kompetitif dari seekor pemangsa, dengan mata hijau yang menyajikan sejumlah samaran di lapangan, adalah beberapa hal yang bisa disukai dari Zakumi. Meski bukan terobosan, macan tutul ini terlihat selangkah lebih maju daripada maskot-maskot yang disebutkan sebelumnya.
Masih ada delapan maskot lagi yang akan disajikan di bagian kedua. Kira-kira mana yang terbaik? Sebagai bocoran, karakter sang maskot terbaik adalah yang sangat unik.