Penyerang dan kapten Timnas Inggris, Harry Kane. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Penyerang Timnas Inggris, Harry Kane, menyayangkan momen saat timnya unggul 1-0, di mana seharusnya tetapi menyerang tapi malah bermain bertahan.
Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, menyatakan dirinya sangat kecewa karena kekalahan dari Argentina, 1-2 yang menyebabkan The Three Lions gagal ke final Piala Dunia 2026. Setelah laga berakhir, pemain 32 tahun ini juga menganalisis apa yang telah terjadi dalam laga yang bergulir di Stadion Atlanta Stadium, Amerika Serikat pada Rabu (15/7/2026) atau Kamis dini hari WIB tersebut.
"Hati saya hancur. Hancur untuk pemain, hancur untuk semua orang, staf pelatih, dan para penggemar," kata Harry Kane, dengan nada sedih saat wawancara dengan BBC setelah pertandingan itu berakhir. Penyerang Inggris ini juga menyesali mereka tidak dapat mempertahankan keunggulan 1-0 dalam laga ini.
Inggris memang sempat unggul 1-0 lewat gol yang diciptakan Anthony Gordon di menit ke-55 setelah memanfaatkan asis Morgan Rogers. Namun demikian, jelang pertandingan berakhir Argentina justru terus menekan dan berhasil membalikkan kedudukan menjadi menang 2-1 lewat gol Enzo Fernandez di menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2.
Situasi tersebut, keberhasilan Argentina membalikkan kedudukan, juga menempatkan pelatih Thomas Tuchel dalam kritik. Keputusannya melakukan pergantian seperti menarik Anthony Gordon dengan pemain bertahan yaitu Enzri Konsa di menit ke-72 justru membuat Inggris seperti harus bermain bertahan. Padahal, di momen tersebut Inggris tetap harus memberikan tekanan kepada Argentina.
Harry Kane menyinggung hal ini. Meski tidak menyebut nama pelatihnya, tapi dia menyatakan bahwa keunggulan 1-0 tidaklah cukup khususnya di turnamen dalam laga semifinal seperti Piala Dunia 2026 ini. "Kami memainkan permainan yang bagus untuk sebagian besar waktu. Begitu kami unggul 1-0, kami hanya berpegang teguh pada hasil tersebut. Di level ini, itu (keunggulan 1-0) tidak cukup," kata Harry Kane.
“Kami kesulitan menekan lawan. Saya pikir, terutama di babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan baik. Kami memberi mereka banyak tekanan, terutama di area depan lapangan, yang memungkinkan kami merebut bola dan sedikit mengendalikan permainan.”
Menurut Harry Kane, pemain selalu siap setelah mencetak satu gol tersebut. Tapi, tekanan yang dilakukan pemain Argentina menjadi penyebab dari kegagalan mereka mempertahankan keunggulan tersebut. Di awali gol Enzo Fernandez dan kemudian gol Lautaro Martinez. Gol di menit terakhir yang menempatkan Inggris dalam situasi yang sangat sulit sementara pertandingan akan segera berakhir.
"Ketika kami unggul, pesannya adalah untuk terus menyerang dan mencetak gol lagi. Kekalahan seperti yang kami alami hari ini sungguh menyakitkan. Begitu kami unggul satu gol, kami sepertinya hanya mencoba untuk bertahan, itu tidak cukup," dia menegaskan.
Inggris kini kembali gagal untuk mewujudkan impian mereka mengakhiri penantian meraih gelar Piala Dunia. Sejak meraihnya pada 1966 silam, upaya membawa kembali trofi Piala Dunia tidak pernah berhasil.
Pada Piala Dunia 2018 silam, Inggris juga berhasil melangkah sampai ke semifinal tapi kemudian kalah dari Kroasia. Sedangkan di Piala Dunia 2022, langkah mereka hanya sampai perempat final. Kini, untuk ketiga kalinya, The Three Lions kembali hanya sampai semifinal. Sebelum 2018, Inggris juga melangkah ke fase ini pada Piala Dunia 1990 silam.
"Kami telah memiliki banyak momen bagus di turnamen ini, banyak pertandingan bagus. Tapi, langkah kami hanya sampai semifinal lagi. Piala Dunia menuntut banyak usaha, tekanan, dan kekuatan mental, dan kami telah menunjukkan banyak hal itu selama enam atau tujuh minggu kami bersama.”
Melewati Rekor Wayne Rooney
Di pertandingan ini, Harry Kane bermain dalam laga ke-121 sepanjang kariernya di Timnas Inggris sejak 2015. Jumlah tersebut membuatnya melewati rekor pertandingan Wayne Rooney. Mantan pemain Timnas Inggris tersebut bermain dalam 120 laga untuk The Three Lions (2003-2018).
Harry Kane berada di posisi kedua dalam daftar pemain dengan laga terbanyak sepanjang masa di Timnas Inggris. Berada di Bawah Peter Shilton yang telah main dalam 125 laga (1970-1990).
Dalam Piala Dunia 2026 ini, Harry Kane telah mengoleksi 6 gol dan memberikan 1 asis. Meski demikian, penyerang klub Bayern Munchen ini tidak dapat mencetak gol di dua laga terakhir yaitu lawan Norwegia dan kini lawan Argentina. Kini, Inggris harus menunggu lebih lama lagi untuk mengakhiri penantian gelar Piala Dunia.