TVRINews - Munchen, Jerman

Filosofi "FC Deutschland" tetap terjaga kuat melalui preferensi budaya dan bahasa Jerman di tubuh Bayern.

Gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini sudah makin dekat. Meski tensi turnamen antarnegara mulai terasa, fokus publik sepak bola Jerman saat ini masih terbagi dengan persaingan ketat di level klub yang sedang memasuki fase krusial.

Bayern Munchen di bawah komando Vincent Kompany tetap menunjukkan taji sebagai kandidat kuat peraih treble bersejarah musim ini. Walau badai cedera terus menghantam kedalaman skuad sepanjang musim, raksasa Bavaria tersebut seolah tidak kehilangan arah dalam perburuan gelar.

Penampilan tidak kenal ampun di Bundesliga menjadi modal berharga bagi Die Roten untuk menatap kompetisi Eropa. Bayern Munchen kini berada dalam posisi siap tempur untuk menghadapi Real Madrid di babak perempat final Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Bagi Timnas Jerman dan pelatih Julian Nagelsmann, hanya tersisa empat laga uji coba sebelum pendaftaran skuad final Piala Dunia 2026 dilakukan. Der Panzer dijadwalkan menguji kekuatan melawan Swis, Gana, Finlandia, dan terakhir tuan rumah Amerika Serikat.

Setelah performa impresif di Euro 2024 dan hasil kualifikasi yang cukup memuaskan, Nagelsmann berhasil membangkitkan kembali optimisme publik. Ia seolah mengakhiri periode kelam sepak bola Jerman yang sempat dianggap monoton dan membosankan selama beberapa tahun terakhir.

Dalam pemanggilan skuad untuk laga uji coba mendatang, dominasi Bayern Munchen masih terlihat sangat kental. Tercatat ada lima pemain yang masuk dalam daftar panggil Nagelsmann, dan jumlah ini sebenarnya bisa menjadi enam jika Aleksandar Pavlovic tidak cedera.

Nama-nama pilar seperti Joshua Kimmich, Jonas Urbig, Jonathan Tah, Leon Goretzka, dan Serge Gnabry secara resmi telah masuk daftar tim. Sementara itu, Pavlovic diprediksi tetap aman dalam skuad Piala Dunia 2026 asalkan kondisinya sudah kembali bugar 100 persen.

Sejarah panjang mencatat bahwa Timnas Jerman sering kali meraih kesuksesan saat didominasi oleh pemain-permain dari Bayern Munchen. Joshua Kimmich baru-baru ini menjelaskan keterwakilan dominan dari satu klub memberikan dampak positif bagi ritme permainan tim nasional.

"Saya sebenarnya percaya bahwa hal itu membantu kami di tim nasional ketika banyak pemain Bayern berada di lapangan. Karena kami adalah mesin yang terlumasi dengan baik dan kami berlatih bersama setiap hari," kata Kimmich dalam wawancara dengan Südwestrundfunk.

Menurut pemilik nomor punggung 6 tersebut, latihan rutin di level klub menciptakan otomatisasi tertentu yang sulit dibangun dalam waktu singkat. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi koordinasi antarpemain saat mengenakan seragam kebesaran Die Mannschaft.

Namun, Kimmich juga menekankan pentingnya keterwakilan dari klub Jerman lainnya seperti Borussia Dortmund atau VfB Stuttgart. Baginya, performa apik klub-klub domestik yang dihuni banyak pemain lokal akan memperkaya pilihan taktik bagi pelatih tim nasional.

"Yang terpenting adalah kita berhasil membangun skuad yang baik dengan banyak pemain yang saling mengenal satu sama lain, baik dari tim nasional maupun dari klub mereka masing-masing," ucapnya.

Filosofi "FC Deutschland" yang pernah dicetuskan oleh mantan Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, tampaknya masih tertanam kuat hingga saat ini. Preferensi terhadap budaya, bahasa, dan representasi lokal di Bayern Muncheb tetap terjaga jauh lebih kuat dibandingkan klub-klub top di liga-liga besar Eropa lainnya.

Dinamika ini kontras dengan Liga Primer Inggris yang belum pernah dimenangi manajer lokal, sementara Bayern Munchen selalu mengutamakan pelatih yang fasih berbahasa Jerman dan paham kultur Bundesliga. Konsistensi nilai ini yang secara tidak langsung membentuk kebersamaan yang solid bagi Timnas Jerman.