Kapten dan bintang Timnas Argentina, Lionel Messi. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Jakarta
Meski tidak semua berhasil membawa negaranya juara, kehadiran para pemain kidal terhebat ini memberi warna tersendiri dalam tiap edisi Piala Dunia.
Pemain berkaki kiri selalu menghadirkan warna tersendiri dalam sepak bola. Dengan gaya bermain yang sering sulit ditebak, mereka kerap menjadi pembeda di momen-momen krusial. Dalam sejarah Piala Dunia, banyak pemain kidal yang tidak hanya tampil memukau, tetapi juga mengukir prestasi luar biasa.
Berikut ini adalah deretan pemain kidal terbaik yang pernah bersinar di Piala Dunia, lengkap dengan kontribusi dan momen ikonik mereka.
1. Ferenc Puskas
Ferenc Puskas dikenal sebagai pemain kidal dan bahkan termasuk salah satu kaki kiri terbaik dalam sejarah sepak bola. Puskas memiliki kaki kiri yang sangat dominan, terutama dalam hal finishing dan tendangan jarak jauh.
Ia terkenal dengan akurasi tembakan yang luar biasa serta kemampuan mencetak gol dari berbagai posisi sulit. Banyak golnya lahir dari kaki kiri dengan kekuatan dan presisi tinggi.
Saat membela Hungaria di era 1950-an, termasuk pada Piala Dunia 1954, Puskas menjadi pusat serangan tim legendaris Mighty Magyars. Meski sempat cedera di awal turnamen, ia tetap tampil di final dan menunjukkan betapa pentingnya perannya.
Pada level klub bersama Real Madrid, kaki kiri Puskas juga sangat mematikan. Ia mencetak ratusan gol dan menjadi salah satu striker paling produktif sepanjang masa.
2. Diego Maradona (Argentina)

Diego Maradona, kapten timnas Argentina, mengangkat trofi Piala Dunia 1986 di Meksiko setelah di laga final mengalahkan Jerman Barat, 3-2.
Foto: Grafis: Jovi Arnanda
Nama Diego Maradona hampir selalu muncul dalam daftar pemain terbaik sepanjang masa, dan Piala Dunia 1986 menjadi panggung utamanya. Dengan kaki kiri yang luar biasa, ia mampu mengontrol permainan, melewati lawan dengan mudah, dan mencetak gol-gol penting bagi Argentina.
Pada Piala Dunia 1986, Maradona mencetak lima gol dan lima asis, sebuah kontribusi yang sangat dominan. Ia menjadi pusat dari setiap serangan Argentina dan membawa timnya melaju hingga menjadi juara dunia.
Dua golnya ke gawang Inggris di perempat final menjadi legenda. Gol pertama dikenal sebagai “Hand of God” alias Gol Tangan Tuhan. Sementara gol kedua, yang melewati beberapa pemain lawan, sering disebut sebagai gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Performa tersebut tidak hanya mengantar Argentina juara, tetapi juga mengukuhkan Maradona sebagai simbol kejeniusan sepak bola dengan kaki kiri sebagai senjata utamanya.
3. Lionel Messi (Argentina)

Bintang dan kapten Timnas Argentina, Lionel Messi.
Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
Lionel Messi adalah contoh modern dari kesempurnaan pemain kidal. Selama bertahun-tahun, ia membawa Argentina bersaing di level tertinggi sebelum akhirnya mencapai puncak kejayaan di Piala Dunia 2022 Qatar.
Dalam ajang itu Messi tampil luar biasa dengan mencetak gol di hampir tiap fase turnamen. Ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga kreator serangan yang konsisten.
Kemampuan dribel, visi permainan, serta akurasi tembakan kaki kirinya menjadikannya ancaman konstan bagi lawan. Ia mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Gelar juara dunia yang diraih Argentina menjadi penegas status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, sekaligus memperkuat warisan pemain kidal di Piala Dunia.
4. Johan Cruyff (Belanda)

Johan Cruyff memimpin taktik Total Football Belanda di Piala Dunia 1974.
Foto: Grafis: Yusuf
Johan Cruyff sebenarnya merupakan pemain ambipedal (mahir menggunakan kedua kakinya), tapi kaki kirinya kerap memiliki peran lebih. Ia dikenal sebagai otak dari filosofi Total Football yang revolusioner.
Dengan teknik tinggi dan kecerdasan taktik, ia menjadi pemain kunci Belanda di Piala Dunia 1974 dan membawa timnya hingga ke final. Cruyff dikenal bukan hanya karena kemampuan mencetak gol, tetapi juga karena pergerakan tanpa bola yang sangat efektif.
Salah satu warisannya adalah “Cruyff Turn”, gerakan sederhana namun mematikan yang hingga kini masih sering digunakan pemain modern. Kaki kirinya memainkan peran besar dalam eksekusi teknik tersebut.
Meski gagal meraih gelar juara, pengaruh Cruyff terhadap sepak bola dunia sangat besar, menjadikannya salah satu pemain kidal paling berpengaruh dalam sejarah Piala Dunia.
5. Hristo Stoichkov (Bulgaria)

Striker Rusia Oleg Salenko (foto kiri) dan penyerang sayap Bulgaria Hristo Stoichkov menjadi top-scorer Piala Dunia 1994. (TVRI/Grafis/Yusuf)
Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
Hristo Stoichkov menjadi sosok sentral dalam perjalanan luar biasa Bulgaria di Piala Dunia 1994. Dengan gaya bermain agresif dan kaki kiri yang tajam, ia menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di turnamen tersebut.
Pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Stoichkov berhasil mencetak enam gol dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak turnamen bersama penyerang Rusia, Oleg Salenko. Stoichkov membawa Bulgaria mencapai semifinal, pencapaian terbaik dalam sejarah negara tersebut hingga saat ini.
Gol-golnya sering datang pada momen penting, termasuk saat mengalahkan tim-tim besar. Ia dikenal memiliki tendangan keras dan akurasi tinggi dari kaki kiri.
Performa gemilang ini membuatnya dikenang sebagai salah satu pemain terbaik di turnamen tersebut dan memperkuat reputasi pemain kidal sebagai pencetak gol ulung.
6. Roberto Carlos (Brasil)
Sebagai bek kiri, Roberto Carlos membawa definisi baru dalam peran tersebut. Ia tidak hanya bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan dengan kecepatan dan tendangan keras kaki kirinya.
Pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang, ia menjadi bagian penting dari skuad Brasil yang menjuarai turnamen. Kontribusinya terlihat dari pergerakan di sisi kiri yang konsisten membuka ruang.
Tendangan bebasnya yang terkenal sering menjadi ancaman serius bagi lawan. Kekuatan dan efek bola dari kaki kirinya membuatnya sulit dihentikan.
Roberto Carlos menunjukkan bahwa pemain kidal tidak hanya bersinar di lini depan, tetapi juga bisa mendominasi dari posisi bertahan.
7. Arjen Robben (Belanda)
Arjen Robben dikenal luas karena gaya bermainnya yang khas: menggiring bola dari sisi kanan, lalu memotong ke dalam dan melepaskan tembakan kaki kiri. Pola ini sederhana, tetapi sangat sulit dihentikan.
Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, ia menjadi salah satu pemain kunci Belanda yang mencapai final. Kecepatan dan kontrol bolanya menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Robben juga memiliki kemampuan mencetak gol dalam momen penting, menjadikannya pemain yang selalu diandalkan dalam pertandingan besar.
Meski Belanda gagal menjadi juara, kontribusi Robben tetap dikenang sebagai salah satu yang terbaik dari pemain kidal di era modern.
8. Mesut Ozil (Jerman)
Mesut Ozil dikenal sebagai playmaker elegan dengan kaki kiri yang sangat presisi. Ia memiliki kemampuan membaca permainan dan memberikan umpan-umpan matang yang membuka peluang gol.
Dalam ajang Piala Dunia 2014 di Brasil, Ozil menjadi bagian penting dari Timnas Jerman yang akhirnya keluar sebagai juara. Ia berperan dalam mengatur ritme permainan dan menciptakan peluang.
Meski tidak selalu mencetak banyak gol, kontribusinya dalam membangun serangan sangat vital. Ia sering menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan.
Dengan gaya bermain yang tenang namun efektif, Ozil memperlihatkan bahwa pemain kidal juga bisa menjadi otak permainan yang menentukan.