Ilustrasi skuad Inggris Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf
TVRINews - Jakarta, Indonesia
Fokus utama Herdman saat ini telah tersita sepenuhnya untuk membawa Timnas Indonesia menghadapi agenda padat di Asia.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pandangan terkait peta kekuatan mantan tim asuhannya, Kanada, serta negara kelahirannya sendiri, Inggris, menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Ia sangat yakin dengan kans melaju Kanada, namun secara mengejutkan memilih bersikap masa bodoh terhadap ambisi juara The Three Lions.
Kanada yang bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Meksiko diyakini memiliki modal mumpuni untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Berbekal pengalaman berharga dari edisi empat tahun lalu di Qatar, generasi emas Les Rouges kali ini dinilai sudah jauh lebih matang secara mental.
Di atas kertas, Alphonso Davies dan kolega yang tergabung di Grup B diprediksi tidak kesulitan untuk melenggang ke fase gugur. Kanada akan bersaing memperebutkan tiket lolos dengan menghadapi perlawanan Bosnia dan Herzegovina, Qatar, serta Swis.
Adanya regulasi yang meloloskan empat tim peringkat ketiga terbaik makin memperbesar peluang Kanada untuk melaju. Oleh karena itu, publik sepak bola dunia sangat memfavoritkan Kanada untuk bisa berbicara banyak dan mengukir sejarah baru di rumah sendiri.
Kondisi sebaliknya terjadi pada Timnas Inggris yang datang ke turnamen akbar ini dengan menyandang status sebagai salah satu kandidat terkuat peraih trofi. Armada asuhan Thomas Tuchel tersebut dinilai memiliki kedalaman skuad paling mumpuni untuk mengakhiri puasa gelar.
Inggris diprediksi melenggang mulus dari jerat Grup L yang juga dihuni oleh Kroasia, Gana, dan Panama. Kendati langkah Harry Kane dan kawan-kawan memicu antusiasme besar secara global, hal tersebut rupanya sama sekali tidak menarik perhatian Herdman.
Juru taktik berusia 50 tahun itu menegaskan tidak memiliki waktu luang untuk sekadar memantau jalannya pertandingan Piala Dunia 2026. Fokus utamanya saat ini telah tersita sepenuhnya untuk membawa Timnas Indonesia berprestasi di panggung internasional.
“Sejujurnya, saya tidak akan mengikuti satu pun di antara mereka, ini tim saya sekarang, satu-satunya tim yang menjadi obsesi saya setiap hari karena kami mencoba untuk lolos ke [Piala Dunia] 2030. Jadi, ketika Piala Dunia bergulir, saya akan berada di Bali untuk bekerja, mempersiapkan diri untuk Piala AFF. Jadi jika saya beruntung, saya bisa menyaksikan beberapa laga,” kata Herdman kepada awak media.
Meskipun enggan menonton, jalinan emosional antara Herdman dan mantan anak asuhnya di Kanada tampaknya belum sepenuhnya luntur. Ia tetap berharap agar Kanada bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
“Namun untuk Kanada, saya mengharapkan yang terbaik untuk mereka, mereka bermain di kandang, mereka punya kesempatan untuk menginspirasi negara mereka. Mereka memiliki tim terbaik sepanjang sejarah, mereka punya pengalaman di Piala Dunia, jadi mereka harusnya bisa lolos dari fase grup dan saya mendoakan yang terbaik untuk mereka,” ucapnya.
Sikap kontras justru ditunjukkan Herdman saat kembali disinggung mengenai peluang juara negara asalnya, Inggris. Tanpa basa-basi, ia memberikan jawaban singkat yang merefleksikan ketidakpeduliannya terhadap ambisi The Three Lions.
“Saya tidak peduli,” kata Herdman soal peluang Inggris menjuarai Piala Dunia 2026 seraya tersenyum.
Saat ini, Herdman memang sedang sibuk mematangkan persiapan Timnas Indonesia menjelang dua laga uji coba penting dalam kalender FIFA Matchday. Skuad dijadwalkan menjamu tantangan Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Rangkaian pertandingan persahabatan tersebut menjadi panggung pemanasan yang sangat krusial sebelum terjun ke kompetisi sesungguhnya. Evaluasi menyeluruh dari dua laga tersebut menjadi modal awal yang penting untuk mematangkan taktik menjelang Piala AFF 2026 dan putaran final Piala Asia 2027.