TVRINews – Amsterdam, Belanda

Kekuatan lini tengah Belanda untuk Piala Dunia 2026 dinilai masih belum meyakinkan.

Kurang dari dua bulan jelang Piala Dunia 2026, kekuatan lini tengah Belanda mulai dipertanyakan. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menghambat langkah tim asuhan Ronald Koeman dalam persaingan menuju gelar juara.

Keraguan tersebut disampaikan pengamat sepak bola Belanda, Valentijn Driessen, yang menyoroti performa para gelandang inti di level klub. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Tijjani Reijnders bersama Manchester City.

Dalam beberapa pekan terakhir, Reijnders tak lagi menjadi pilihan utama Pep Guardiola. Gelandang berusia 27 tahun itu lebih sering jadi pengganti.

“Ada banyak pemain inti yang tidak selalu bermain di klub. Saya pikir ini akan sangat sulit bagi Belanda. Tak ada satu pun gelandang yang benar-benar menjadi andalan utama di klubnya,” ujar Driessen, dikutip dari Goal, Selasa (21/4/2026).

Selain Reijnders, Koeman juga rutin memanggil nama-nama seperti Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, Xavi Simons, Jerdy Schouten, dan Teun Koopmeiners. Namun, performa mereka musim ini dinilai belum sepenuhnya konsisten untuk disebut sebagai gelandang papan atas.

Di sisi lain, opsi pelapis yang dimiliki Belanda didominasi pemain muda yang minim pengalaman di turnamen besar. Kondisi ini membuat De Oranje berada dalam posisi kurang ideal untuk bersaing.

“Coba hitung berapa pemain yang benar-benar jadi pilihan pertama di klubnya. Dengan skuad seperti itu, Piala Dunia akan menjadi tantangan yang sangat berat,” tutur Driessen.

Jika dibandingkan dengan kekuatan lini tengah negara lain seperti Portugal dan Prancis, kualitas Belanda dinilai masih tertinggal. Portugal, misalnya, memiliki kombinasi Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes yang tampil konsisten di level tertinggi.

“Portugal punya dua gelandang Paris Saint-Germain dan Bruno Fernandes. Itu level yang berbeda dibandingkan Belanda,” kata Driessen.

“Dan lihat Prancis, mereka bahkan bisa menyusun tiga kombinasi lini tengah yang lebih kuat dari Belanda,” ia menambahkan.

Belanda memang tampil impresif di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Tergabung di Grup G bersama Polandia, Finlandia, Malta, dan Lituania, mereka mencatatkan enam kemenangan dan dua imbang.

Namun, capaian tersebut dinilai belum bisa menjadi tolok ukur kekuatan sebenarnya. Di fase grup putaran final nanti, Belanda akan menghadapi lawan dengan kualitas lebih merata seperti Jepang, Swedia, dan Tunisia di Grup C.