TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat

Ini pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Amerika Serikat mampu mencetak empat gol.

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengungkapkan kegembiraannya setelah The Stars and Stripes menang 4-1 atas Paraguai dalam pertandingan mereka mereka di Piala Dunia 2026, Sabtu (13/6/2026) pagi WIB.

Kemenangan dengan mencetak empat gol tersebut merupakan kemenangan bersejarah yang belum pernah terjadi sepanjang penampilan Amerika Serikat di turnamen terbesar sepak bola ini. Kini, Tim Ream dan kawan-kawan berhasil mencatat pencapaian tersebut di momen penting yaitu dalam laga pertama di Piala Dunia di mana mereka sebagai tuan rumah.

Kemenangan ini juga memberikan hal yang baru bagi sepak bola Amerika Serikat. Kegembiraan di negeri di mana sepak bola dalam sejarah negeri ini bukanlah olahraga yang populer. Setidaknya, itulah yang dirasakan Mauricio Pochettino setelah kemenangan atas Paraguai.

“Saya sangat bangga. Olahraga lain sebaiknya waspada, karena saya pikir kami mendapatkan banyak penggemar di Amerika Serikat. Segalanya berjalan baik karena kami melakukannya dengan baik," kata Mauricio Pochettino dalam konferensi pers setelah pertandingan berakhir.

Kemenangan Amerika Serikat atas Paraguai memang boleh jadi sebagai penampilan terbaik Amerika Serikat di Piala Dunia. Dalam permainan sejak menit pertama hingga laga berakhir, Amerika Serikat mendominasi jalannya pertandingan yang bergulir di Stadion Los Angeles ini.

Dalam pertandingan ini, Amerika Serikat membuka keunggulan setelah pemain belakang Paraguai, Damian Bobadilla mencetak gol bunuh diri di menit ke-7. Gol tersebut hasil dari akselerasi Christian Pulisic yang melakukan tekanan di jantung pertahanan Paraguai.

Sedangkan gol kedua Amerika Serikat terjadi di menit ke-31 yang diciptakan Folarin Balogun. Penyerang ini kemudian mencetak gol keduanya di menit ke-45+5. Sedangkan gol keempat seolah memberikan penegasan tentang pencapaian ini, yang membuat fans mereka di stadion semakin antusias yaitu gol yang diciptakan Giovani Reyna menit ke-90+8.

"Segalanya berjalan baik karena kami melakukan hal-hal dengan benar. Kami telah berhasil melawan tim seperti Paraguai, yang merupakan tim yang sangat tangguh untuk dihadapi. Kami harus melihat apakah kami dapat mengulangi apa yang telah kita lakukan di akhir turnamen. Saya sangat bangga karena saya pikir kami mendapatkan banyak penggemar di Amerika,” kata pelatih asal Argentina itu.

Amerika Serikat belum mencetak tiga gol sejak kemenangan 3-2 mereka atas Portugal di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Sedangkan kemenangan terbesar mereka di turnamen ini adalah 3-0 pada Piala Dunia 1930, 96 tahun silam. Karena itu, kemenangan Amerika Serikat atas Paraguai dengan mencetak empat gol menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah tim nasional negeri ini.

Bagi Mauricio Pochettino, kemenangan ini akan dia jadikan sebagai momentum untuk semakin mengenal para pemainnya. Hasil ini adalah puncak dari kerja keras yang berkelanjutan selama tiga minggu terakhir, di mana ia akhirnya dapat meluangkan waktu berkualitas dengan para pemainnya.

“Saya sangat ingin bekerja dengan seluruh tim, dan kami belum pernah memiliki kesempatan itu sebelumnya. Kami perlu saling mengenal, memahami apa yang kita harapkan dari mereka. Kami hanya punya beberapa hari untuk menyatukan mereka," kata Mauricio Pochettino.

"Kami hanya bisa memilih pemain, tetapi tidak bisa melatih mereka dengan waktu terbaik. Dalam turnamen seperti ini, seperti Piala Dunia, kami punya waktu persiapan tiga hingga empat minggu, dan hanya pada saat itulah kami bisa berlatih dengan benar.”

Mauricio Pochettino kemudian merenungkan perjalanannya sebagai pelatih tim nasional hingga saat ini. Resmi sebagai pelatih Timnas Amerika Serikat pada 10 September 2024, Mauricio Pochettino telah membawa timnya ini tampil dalam 27 laga dengan meraih 15 kemenangan, 2 imbang, dan mengalami 10 kekalahan.

“Dimulai pada Oktober tahun lalu, dengan kemenangan melawan Paraguai dan Uruguai di laga uji coba, tim mulai mengembangkan identitas khusus, dengan karakteristik yang kami inginkan. Maret adalah bulan yang sulit. Keadaannya tidak ideal dengan beberapa pemain yang tidak tersedia," kata mantan pelatih Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea ini.

"Anda bergantung pada performa mereka. Maret selalu menjadi bulan yang kompleks. Kami bermain melawan Portugal dan Belgia dan kalah. Kemudian, dua pertandingan yang sangat penting. Lawan Senegal, juara Afrika, dan Jerman, yang selalu menjadi kandidat juara Piala Dunia," dia menambahkan.

"Performa yang kami tunjukkan di kedua pertandingan tersebut membuat kami percaya bahwa kami dapat bermain bagus hari ini,” kata Mauricio Pochettino. Selanjutnya, Amerika Serikat akan menghadapi Australia dalam pertandingan kedua fase grup dan dilanjutkan dengan menghadapi Turki. Kedua laga tersebut digelar pada 19 dan 25 Juni.